Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Chatib Basri: 6 Bulan ke Depan Banyak Perusahaan Tak Mampu Bayar Utang ke Bank

Kompas.com - 21/04/2020, 17:07 WIB
Mutia Fauzia,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemik virus corona (Covid-19) yang merupakan krisis kesehatan mulai memberikan dampak kepada sektor riil dan perekonomian. Pembatasan aktivitas di luar rumah turut berpengaruh pada kemampuan perusahaan untuk melakukan kegiatan produksi.

Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri pun mengatakan, banyak perusahaan yang dalam tiga hingga enam bulan ke depan tak lagi mampu untuk membayarkan kreditnya kepada perbankan. Pasalnya, perusahaan-perusahaan tersebut tengah berada dalam kondisi keuangan yang tertekan.

"Reaksinya, bank akan stop kreditnya. Kalau stop kredit yang terjadi kredit line akan terhenti," ujar Chatib dalam virtual conference, Selasa (21/4/2020).

Jika kondisi tersebut terjadi, maka perusahaan mau tak mau harus melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) lantaran tak mendapatkan aliran modal dari perbankan.

Baca juga: Chatib Basri Prediksi Ekonomi RI Masuk Fase yang Berat di Kuartal II 2020

Untuk itu, menurut Chatib pemerintah harus mendorong perbankan agar tetap menyalurkan kreditnya.

"Maka yang wise bank harus terus ajukan kredit," ujar Chatib.

Sebenarnya, pemerintah telah berupaya untuk mendorong keberlanjutan penyaluran kredit perbankan dengan imbauan untuk melakukan restrukturisasi pinjaman.

Namun demikian, langkah tersebut harus dilakukan secara hati-hati. Menurut dia, campur tangan pemerintah agar perusahaan bisa terus mendapatkan kucuran kredit dari pemerintah sebenarnya telah tertuang dalam Perppu No. 1 tahun 2020 yang dikeluarkan dalam rangka menangani pandemi.

"Dalam hal ini pemerintah harus terlibat, di Perppu sebenarnya sudah dijelaskan, pemerintah bisa memberikan bantuan ke perbankan dalam bentuk penempatan, investasi pemerintah dan guarantee (jaminan) dalam bentuk belanja," jelas Chatib.

"Jadi bisa melalui mekanisme belanja atau mekanisme pembiayaan karena kalau itu diberhentikan akan repot,” ujar dia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

KB Bank Sukses Pertahankan Peringkat Nasional dari Fitch Ratings di Level AAA dengan Outlook Stabil

KB Bank Sukses Pertahankan Peringkat Nasional dari Fitch Ratings di Level AAA dengan Outlook Stabil

BrandzView
Harga Acuan Penjualan Gula Naik Jadi Rp 17.500 per Kilogram

Harga Acuan Penjualan Gula Naik Jadi Rp 17.500 per Kilogram

Whats New
Pertama di Asia, Hong Kong Setujui ETF Bitcoin

Pertama di Asia, Hong Kong Setujui ETF Bitcoin

Whats New
Sebanyak 109.105 Kendaraan Melintasi Tol Solo-Yogyakarta Saat Mudik Lebaran 2024

Sebanyak 109.105 Kendaraan Melintasi Tol Solo-Yogyakarta Saat Mudik Lebaran 2024

Whats New
HUT Ke-63, Bank DKI Sebut Bakal Terus Dukung Pembangunan Jakarta

HUT Ke-63, Bank DKI Sebut Bakal Terus Dukung Pembangunan Jakarta

Whats New
Daftar 17 Entitas Investasi Ilegal Baru yang Diblokir Satgas Pasti

Daftar 17 Entitas Investasi Ilegal Baru yang Diblokir Satgas Pasti

Whats New
BI Banten Distribusikan Uang Layak Edar Rp 3,88 Triliun Selama Ramadan 2024, Pecahan Rp 2.000 Paling Diminati

BI Banten Distribusikan Uang Layak Edar Rp 3,88 Triliun Selama Ramadan 2024, Pecahan Rp 2.000 Paling Diminati

Whats New
Satgas Pasti Blokir 537 Pinjol Ilegal dan 48 Penawaran Pinpri

Satgas Pasti Blokir 537 Pinjol Ilegal dan 48 Penawaran Pinpri

Whats New
Luhut: Apple Tertarik Investasi Kembangkan AI di IKN, Bali, dan Solo

Luhut: Apple Tertarik Investasi Kembangkan AI di IKN, Bali, dan Solo

Whats New
Dollar AS Melemah, Kurs Rupiah Masih Bertengger di Rp 16.100

Dollar AS Melemah, Kurs Rupiah Masih Bertengger di Rp 16.100

Whats New
Hilirisasi Nikel, Bagaimana Dampaknya bagi Pertumbuhan Ekonomi?

Hilirisasi Nikel, Bagaimana Dampaknya bagi Pertumbuhan Ekonomi?

Whats New
Bandara VVIP IKN Bakal Dioperasikan Terbatas Saat Upacara 17 Agustus

Bandara VVIP IKN Bakal Dioperasikan Terbatas Saat Upacara 17 Agustus

Whats New
Kopi Tuku Buka Kedai 'Pop-up' Pertamanya di Korsel

Kopi Tuku Buka Kedai "Pop-up" Pertamanya di Korsel

Whats New
PT GNI Gelar Penyuluhan Kesehatan Guna Perbaiki Kualitas Hidup Masyarakat Morowali Utara

PT GNI Gelar Penyuluhan Kesehatan Guna Perbaiki Kualitas Hidup Masyarakat Morowali Utara

Whats New
Dollar AS Menguat, Perusahaan Berorientasi Ekspor Merasa Diuntungkan

Dollar AS Menguat, Perusahaan Berorientasi Ekspor Merasa Diuntungkan

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com