Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Persiapan New Normal, Tokopedia Gencarkan UMKM Go Digital

Kompas.com - 10/06/2020, 20:40 WIB
Elsa Catriana,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - External Communication Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya mengatakan saat ini jargon mengenai new normal sudah banyak digalakkan oleh Tokopedia di tengah masyarakat dan interpretasinya pun juga sudah turut dilakukan.

Namun melihat adanya perubahan gaya hidup, pola aktivitas hingga kebutuhan masyarakat yang juga ikut berubah, mendorong Tokopedia ingin membantu para UMKM memiliki akses untuk go digital.

"Semenjak ada pandemi kami melihat banyak masyarakat yang pola konsumsinya berubah, yang biasanya mereka berbelanja secara tradisional kini mereka lebih memilih berbelanja secara online," ujarnya dalam media briefing UMKM Lokal di New Normal yang disiarkan secara virtual, Rabu (10/6/2020).

"Oleh sebab itu untuk mendorong masyarakat dalam situasi new normal, saat ini kami mau mendorong pelaku UMKM yang belum masuk ke online untuk segera terjun langsung memasarkan produknya di market digital," tambah dia.

Baca juga: Tokopedia: Transaksi Token Listrik Sedang Ada Gangguan Secara Nasional

Ekhel mengatakan, dengan memberikan bimbingan, edukasi serta panggung untuk para UMKM diharapkan bisa membantu mereka memiliki pendapatan dan membuat roda perekonomian Indonesia kembali berputar.

"Kami berpikir memberikan mereka panggung untuk berjualan adalah strategi yang tepat. Mengedukasi, memberikan pendampingan manfaatnya bukan hanya untuk mereka saja tapi roda perekonomian Indonesia diharapkan juga bisa berputar," jelasnya.

Oleh sebab itu, lanjut dia, Tokopedia saat ini sedang gencar-gencarnya mendukung dan memberikan dukungan kepada para UMKM agar segera berjualan di industri online.

Sementara itu salah satu pelaku UMKM yang bergerak di bidang industry fahsion yang memiliki brand Nadjani, Nadya Amarullah Nizar, mengatakan untuk persiapan new normal, pihaknya sedang membuat salah satu produk yang saat ini banyak dibutuhkan masyarakat.

Ia menyebutkan, inisiasi peluncuran produk ini dilakukan karena melihat saat ini banyak kantor menyarankan para karyawannya membawa perlengkapan ibadah masing-masing ke kantor.

"Kami sedang membuat sajadah yang bentuknya bisa dilipat-lipat menjadi kecil agar bisa dibawa kemana-mana. Apalagi saat ini kantor-kantor sudah mewajibkan para karyawannya untuk membawa sajadah milik sendiri," katanya.

Nadya berharap dengan mengeluarkan motif-motif sajadah yang menarik dan bisa dilipat hingga berbentuk kecil, bisa membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya akan produk ini dan transaksi penjualannya bisa kembali bertumbuh.

Baca juga: Hadapi New Normal, UMKM Wajib Susun Strategi Digital

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Survei Prudential: 68 Persen Warga RI Pertimbangkan Proteksi dari Risiko Kesehatan

Survei Prudential: 68 Persen Warga RI Pertimbangkan Proteksi dari Risiko Kesehatan

Earn Smart
7 Contoh Kebijakan Fiskal di Indonesia, dari Subsidi hingga Pajak

7 Contoh Kebijakan Fiskal di Indonesia, dari Subsidi hingga Pajak

Whats New
'Regulatory Sandbox' Jadi Ruang untuk Perkembangan Industri Kripto

"Regulatory Sandbox" Jadi Ruang untuk Perkembangan Industri Kripto

Whats New
IHSG Melemah 0,83 Persen dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut

IHSG Melemah 0,83 Persen dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut

Whats New
Nasabah Bank DKI Bisa Tarik Tunai Tanpa Kartu di Seluruh ATM BRI

Nasabah Bank DKI Bisa Tarik Tunai Tanpa Kartu di Seluruh ATM BRI

Whats New
Genjot Layanan Kesehatan, Grup Siloam Tingkatkan Digitalisasi

Genjot Layanan Kesehatan, Grup Siloam Tingkatkan Digitalisasi

Whats New
Pelita Air Siapkan 273.000 Kursi Selama Periode Angkutan Lebaran 2024

Pelita Air Siapkan 273.000 Kursi Selama Periode Angkutan Lebaran 2024

Whats New
Puji Gebrakan Mentan Amran, Perpadi: Penambahan Alokasi Pupuk Prestasi Luar Biasa

Puji Gebrakan Mentan Amran, Perpadi: Penambahan Alokasi Pupuk Prestasi Luar Biasa

Whats New
Pengertian Kebijakan Fiskal, Instrumen, Fungsi, Tujuan, dan Contohnya

Pengertian Kebijakan Fiskal, Instrumen, Fungsi, Tujuan, dan Contohnya

Whats New
Ekspor CPO Naik 14,63 Persen pada Januari 2024, Tertinggi ke Uni Eropa

Ekspor CPO Naik 14,63 Persen pada Januari 2024, Tertinggi ke Uni Eropa

Whats New
Tebar Sukacita di Bulan Ramadhan, Sido Muncul Beri Santunan untuk 1.000 Anak Yatim di Jakarta

Tebar Sukacita di Bulan Ramadhan, Sido Muncul Beri Santunan untuk 1.000 Anak Yatim di Jakarta

BrandzView
Chandra Asri Bukukan Pendapatan Bersih 2,15 Miliar Dollar AS pada 2023

Chandra Asri Bukukan Pendapatan Bersih 2,15 Miliar Dollar AS pada 2023

Whats New
Tinjau Panen Raya, Mentan Pastikan Pemerintah Kawal Stok Pangan Nasional

Tinjau Panen Raya, Mentan Pastikan Pemerintah Kawal Stok Pangan Nasional

Whats New
Kenaikan Tarif Dinilai Jadi Pemicu Setoran Cukai Rokok Lesu

Kenaikan Tarif Dinilai Jadi Pemicu Setoran Cukai Rokok Lesu

Whats New
Puasa Itu Berhemat atau Boros?

Puasa Itu Berhemat atau Boros?

Spend Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com