Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pfizer dan BioNTech Ajukan Izin Penggunaan Vaksin ke Otoritas AS

Kompas.com - 21/11/2020, 14:45 WIB
Mutia Fauzia,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

Sumber CNBC

NEW YORK, KOMPAS.com - Perusahaan farmasi Pfiezer dan BioNTech mengajukan penggunaan vaksin kepada otoritas setempat, yakni Administrasi Makanan dan Obat (Food and Drug Adminiztration/FDA) untuk vaksin temuan mereka.

Dilansir dari CNBC, Sabtu (21/11/2020) bila pengajuan izin penggunaan tersebut diterima, maka vaksin Covid-19 tersebut bakal didistribusikan secara terbatas dalam beberapa fase. Distribusi tersebut bakal diutamakan kepada tenaga kesehatan, lanjut usa, dan orang-orang yang memiliki kondisi kesehatan khusus.

Selanjutnya, distribusi vaksin bakal ditujukan kepada pekerja-pekerja di sektor utama, guru, serta orang-orang di shelter tunawisma serta penjara. Baru kemudian anak-anak serta orang dewasa bakal mendapat giliran untuk divaksinasi.

Baca juga: Tertekan Berita Positif Trerkait Vaksin, Harga Emas Jatuh

Proses perizinan di FDA diperkirakan akan memakan waktu dalam beberapa pekan. Adapun komite penasihat dijadwalkan bakal melakukan pertemuan tentatif pada awal Desember mendatang. Beberapa penduduk Amerika Serikat bisa mendapatkan dosis awal vaksinasi dalam satu bulan ke depan.

"Pengajuan izin di AS merupakan tonggak penting dalam perjalanan kami untuk mendistribusikan vaksin Covid-19 ke dunia dan kami sekarang memiliki gambaran yang lebih lengkap tentang profil kemanjuran dan keamanan vaksin kami, memberi kami keyakinan akan potensinya,” ujar CEO Pfizer CEO Albert Bourla dalam keterangannya.

Pengumuman pengajuan izin yang dilakukan pada Jumat (20/11/2020) dilakkukan setelah Pfizer menyatakan berdasarkan data analisis terakhir, vaksin yang diproduksi bersama dengan BioNTech memiliki tingkat efektivitas mencapai 95 persen. Vaksin tersebut juga dijamin aman serta dikatakan dapat menangkal beberapa gejala yang parah.

Data tersebut dihasilkan dari hasil 43.000 peserta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 170 orang yang diuji klinis terkonfirmasi positif Covid-19.

Perusahaan mengatakan 162 kasus Covid-19 yang mereka amati pada kelompok plasebo versus delapan kasus yang diamati pada kelompok yang menerima vaksin dua dosis.

Dari hasil pengamatan tersebut, menghasilkan perkiraan kemanjuran vaksin 95 persen.

Pfizer merupakan perusahaan pertama yang mengajukan izin kepada FDA. Vaksinnya mengandung materi genetik yang disebut messenger RNA, atau mRNA, yang diharapkan para ilmuwan dapat mempengaruhi sistem kekebalan untuk melawan virus.

Vaksin tersebut membutuhkan suhu penyimpanan minus 94 derajat Fahrenheit, berpotensi menimbulkan tantangan untuk distribusi yang luas. Sebagai perbandingan, vaksin Moderna harus disimpan pada suhu minus 4 derajat Fahrenheit.

Pfizer mengumumkan pada 22 Juli pemerintah AS setuju untuk membeli 100 juta dosis vaksinnya dengan harga mencapai 1,95 miliar dollar AS.

Perjanjian tersebut, yang merupakan bagian dari program vaksin di pemerintahan Trump, Operation Warp Speed, dan memungkinkan AS memperoleh 500 juta dosis vaksin tambahan.

Sebelumnya Bourla juga sempat mengatakan perusahaan tengah dalam proses untuk memproduksi hingga 50 juta dosis vaksin tahun ini dan hingga 1,3 miliar dosis pada tahun 2021.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Apa Itu Reksadana Pendapatan Tetap? Ini Arti, Keuntungan, dan Risikonya

Apa Itu Reksadana Pendapatan Tetap? Ini Arti, Keuntungan, dan Risikonya

Work Smart
BI Kerek Suku Bunga Acuan ke 6,25 Persen, Menko Airlangga: Sudah Pas..

BI Kerek Suku Bunga Acuan ke 6,25 Persen, Menko Airlangga: Sudah Pas..

Whats New
Suku Bunga Acuan BI Naik, Rupiah Masih Melemah

Suku Bunga Acuan BI Naik, Rupiah Masih Melemah

Whats New
Harga Emas ANTAM: Detail Harga Terbaru Pada Kamis 25 April 2024

Harga Emas ANTAM: Detail Harga Terbaru Pada Kamis 25 April 2024

Spend Smart
SMGR Gunakan 559.000 Ton Bahan Bakar Alternatif untuk Operasional, Apa Manfaatnya?

SMGR Gunakan 559.000 Ton Bahan Bakar Alternatif untuk Operasional, Apa Manfaatnya?

Whats New
Harga Emas Terbaru 25 April 2024 di Pegadaian

Harga Emas Terbaru 25 April 2024 di Pegadaian

Spend Smart
Harga Bahan Pokok Kamis 25 April 2024, Harga Cabai Rawit Merah Naik

Harga Bahan Pokok Kamis 25 April 2024, Harga Cabai Rawit Merah Naik

Whats New
Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di BNI hingga Bank Mandiri

Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di BNI hingga Bank Mandiri

Whats New
Harga Emas Dunia Melemah Seiring Meredanya Konflik Timur Tengah

Harga Emas Dunia Melemah Seiring Meredanya Konflik Timur Tengah

Whats New
IHSG dan Rupiah Melemah di Awal Sesi

IHSG dan Rupiah Melemah di Awal Sesi

Whats New
Terinspirasi Langkah Indonesia, Like-Minded Countries Suarakan Penundaan dan Perubahan Kebijakan EUDR

Terinspirasi Langkah Indonesia, Like-Minded Countries Suarakan Penundaan dan Perubahan Kebijakan EUDR

Whats New
Manfaat Rawat Inap Jadi Primadona Konsumen AXA Financial Indonesia

Manfaat Rawat Inap Jadi Primadona Konsumen AXA Financial Indonesia

Whats New
Kemenko Marves: Prabowo-Gibran Bakal Lanjutkan Proyek Kereta Cepat sampai Surabaya

Kemenko Marves: Prabowo-Gibran Bakal Lanjutkan Proyek Kereta Cepat sampai Surabaya

Whats New
Layani Angkutan Lebaran Perdana, Kereta Cepat Whoosh Angkut 222.309 Penumpang

Layani Angkutan Lebaran Perdana, Kereta Cepat Whoosh Angkut 222.309 Penumpang

Whats New
Laba Unilever Naik 3,1 Persen Menjadi Rp 1.4 Triliun pada Kuartal I-2024

Laba Unilever Naik 3,1 Persen Menjadi Rp 1.4 Triliun pada Kuartal I-2024

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com