Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemerintah Pusat dan Daerah Kebut Belanja Anggaran Rp 1.068 Triliun pada Akhir Tahun

Kompas.com - 01/12/2020, 18:31 WIB
Mutia Fauzia,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan sisa belanja pemerintah pusat dan daerah hingga akhir tahun mencapai Rp 1.068 triliun. Padahal, tahun 2020 berakhir dalam 29 hari lagi.

Bendahara Negara itu menjelaskan, sisa belanja tersebut terdiri atas belanja APBN yang sebesar Rp 798,7 triliun, ditambah dengan belanja pemerintah daerah yang berada di kisaran Rp 400 trilliun.

"Kalau kita lihat total belanja APBN Rp 798,7 triliun ditambah Rp 400 triliun APBD. Total keseluruhan kalau dikurangi TKDD (transfer ke daerah dan dana desa) masih ada sekitar Rp 1.068 triliun sendiri," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/12/2020).

Dia berharap dalam sisa akhir tahun ini, pemerintah bisa segera mengeksekusi anggaran sebesar Rp 1.000 triliun.

Baca juga: Fintech Akui Sering Alami Eror Saat Pencocokan Data dengan Dukcapil

Dengan demikian, harapannya, momentum pemulihan ekonomi yang terjadi pada kuartal III lalu bisa terjaga pada akhir kuartal tahun 2020 ini.

"Apabila APBN dan APBD dieksekusi sesuai dengan rencana APBN dan APBD-nya, kami berharap angka tersebut lebih dari Rp 1.000 triliun di kuartal IV bisa menjaga momentum pemulihan ekonomi yang mulai nampak pada kuartal III," ucap Sri Mulyani.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan, pada kuartal IV ini khusus untuk belanja Kementerian/Lembaga (K/L) total belanja yang masih tersisa sebesar Rp 421,2 triliun.

Sementara alokasi anggaran K/L tahun ini mencapai Rp 1.053 triliun. Adapun untuk belanja non K/L untuk kuartal IV masih tersisa Rp 243,7 triliun dari total anggaran yang sebesar Rp 823 triliun.

Baca juga: Ini Alasan Pemerintah Bubarkan 10 Lembaga

Sementara untuk TKDD masih ada sisa anggaran sebesar Rp 133,8 triliun hingga kuartal IV.

"Adapun untuk belanja K/L dan non K/L anggarannya jauh lebih ebsar dari 2019 yang menggambarkan memang tahun ini APBN countercyclical, ekspansi sangat besar dari belanja," kata Sri Mulyani.

ingga akhir tahun, Sri Mulyani memproyeksi dari total anggaran belanja APBN sebesar Rp 2.639,8 triliun akan terserap 96,4 persen.

"Dan kita lihat realisasi sampai dengan November dan Desember adalah sebesar Rp 596 triliun sendiri yang akan tereksekusi pada dua bulan yakni November dan Desember," ujar dia.

Baca juga: Sri Mulyani: Inflasi November Capai Titik Terendah dalam 6 Tahun Terakhir

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Emiten Menara TBIG Catat Pendapatan Rp 6,6 Triliun Sepanjang 2023

Emiten Menara TBIG Catat Pendapatan Rp 6,6 Triliun Sepanjang 2023

Whats New
LKPP: Nilai Transaksi Pemerintah di e-Katalog Capai Rp 196,7 Triliun Sepanjang 2023

LKPP: Nilai Transaksi Pemerintah di e-Katalog Capai Rp 196,7 Triliun Sepanjang 2023

Whats New
?[POPULER MONEY] Kasus Korupsi Timah Seret Harvey Moeis | Pakaian Bekas Impor Marak Lagi

?[POPULER MONEY] Kasus Korupsi Timah Seret Harvey Moeis | Pakaian Bekas Impor Marak Lagi

Whats New
Kemenhub Fasilitasi Pemulangan Jenazah ABK Indonesia yang Tenggelam di Perairan Jepang

Kemenhub Fasilitasi Pemulangan Jenazah ABK Indonesia yang Tenggelam di Perairan Jepang

Whats New
Apa Pengaruh Kebijakan The Fed terhadap Indonesia?

Apa Pengaruh Kebijakan The Fed terhadap Indonesia?

Whats New
Gandeng Telkom Indonesia, LKPP Resmi Rilis E-Katalog Versi 6

Gandeng Telkom Indonesia, LKPP Resmi Rilis E-Katalog Versi 6

Whats New
Ekonomi China Diprediksi Menguat pada Maret 2024, tetapi...

Ekonomi China Diprediksi Menguat pada Maret 2024, tetapi...

Whats New
Berbagi Saat Ramadhan, Mandiri Group Berikan Santunan untuk 57.000 Anak Yatim dan Duafa

Berbagi Saat Ramadhan, Mandiri Group Berikan Santunan untuk 57.000 Anak Yatim dan Duafa

Whats New
Tarif Promo LRT Jabodebek Diperpanjang Sampai Mei, DJKA Ungkap Alasannya

Tarif Promo LRT Jabodebek Diperpanjang Sampai Mei, DJKA Ungkap Alasannya

Whats New
Bisnis Pakaian Bekas Impor Marak Lagi, Mendag Zulhas Mau Selidiki

Bisnis Pakaian Bekas Impor Marak Lagi, Mendag Zulhas Mau Selidiki

Whats New
Cara Reaktivasi Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan

Cara Reaktivasi Penerima Bantuan Iuran BPJS Kesehatan

Work Smart
Kehabisan Tiket Kereta Api? Coba Fitur Ini

Kehabisan Tiket Kereta Api? Coba Fitur Ini

Whats New
Badan Bank Tanah Siapkan Lahan 1.873 Hektar untuk Reforma Agraria

Badan Bank Tanah Siapkan Lahan 1.873 Hektar untuk Reforma Agraria

Whats New
Dukung Pembangunan Nasional, Pelindo Terminal Petikemas Setor Rp 1,51 Triliun kepada Negara

Dukung Pembangunan Nasional, Pelindo Terminal Petikemas Setor Rp 1,51 Triliun kepada Negara

Whats New
Komersialisasi Gas di Indonesia Lebih Menantang Ketimbang Minyak, Ini Penjelasan SKK Migas

Komersialisasi Gas di Indonesia Lebih Menantang Ketimbang Minyak, Ini Penjelasan SKK Migas

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com