Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Tembus Level Rp 15.700 Per Dollar AS

Kompas.com - 04/11/2022, 11:03 WIB
Rully R. Ramli,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pada sesi perdagangan Jumat (4/11/2022) dibuka melemah. Pada sesi perdagangan pagi hari ini, mata uang Garuda bahkan sempat menembus level Rp 15.749 per dollar AS.

Mengacu pada data Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dibuka pada level Rp 15.734 per dollar AS, terdepresiasi dibanding posisi penutupan sebelumnya sebesar Rp 15.695 per dollar AS. Ini menjadi kali pertama sejak April 2020 nilai tukar rupiah menembus level Rp 15.700 per dollar AS.

Baca juga: Rupiah Melemah, Sri Mulyani: Masih Lebih Baik dari Malaysia dan Thailand

Setelah dibuka melemah, nilai tukar rupiah terus tertekan hingga sempat menyentuh level Rp 15.749 per dollar AS. Namun, koreksi cenderung terpangkas pada 1 jam pertama perdagangan, di mana sampai dengan pukul 10.25 WIB, nilai tukar rupiah melemah 0,21 persen ke Rp 15.728 per dollar AS.

Depresiasi nilai tukar rupiah selaras dengan menguatnya indeks dollar AS. Data Investing menunjukkan, indeks mata uang Negeri Paman Sam berada pada kisaran 112,58.

Baca juga: Nilai Tukar Rupiah Melemah, Ini Kata BPS

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, dollar AS menguat terhadap sejumlah mata uang, setelah bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), mengisyaratkan suku bunga AS akan memuncak pada tingkat yang lebih tinggi dari prediksi pasar.

"The Fed pada hari Rabu menaikkan suku bunga sebesar 75 bais poin ke kisaran 3,75 persen 4 persen, kenaikan keempat berturut-turut, Powell (Ketua The Fed) meredam harapn poros ke kebijakan moneter yang lebih mudah," ujar dia dalam risetnya, Jumat.

Namun demikian, pada pagi ini terpantau sebagian besar mata uang Asia lain justru menguat terhadap dollar AS. Apresiasi terhadap dollar AS dialami oleh yen Jepang, dollar Singapura, dollar Taiwan, won Korea Selatan, peso Filipina, rupee India, dan yuan China.

Baca juga: Mungkinkah Kurs Rupiah Tembus Rp 16.000 Per Dollar AS? Ini Kata Analis

 


Sebelumnya, Analis Sinarmas Futures Ariston Tjendra sempat mengatakan, pelemahan rupiah lebih disebabkan oleh semakin tipisnya margin antara suku bunga The Fed dan Bank Indonesia (BI). Ini membuat dollar AS lebih menarik.

"Dengan kenaikan kembali tingkat suku bunga acuan The Fed sebesar 75 bps menjadi 3,75-4,00 persen, ini akan menipiskan kembali spread dengan suku bunga BI (4,75 persen) yang bisa mendorong pelaku pasar mencari dollar AS," ucapnya.

Baca juga: Rupiah Sempat Tembus Rp 15.500, Gubernur BI: Kami Terus Intervensi

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com