Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Bagaimana Prospek Saham BUMI?

Pasalnya, pada 9 November 2016 lalu para kreditur sepakat meneken Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

"Kami melihat ini dapat menjadi kunci utama kinerja BUMI ke depannya," tulis Sharlita Malik, analis Samuel Sekuritas dalam risetnya, Rabu (8/2/2017).

Sejalan dengan tren harga batubara ASP (average selling price) yang jauh lebih tinggi di 2017, akan menghasilkan arus kas yang kuat dan kemampuan untuk membayar utang tranche yang dimulai pada semester kedua tahun ini.

Restrukturisasi utang yang tengah dilakukan itu juga akan mengurangi utang BUMI sebesar 1,6 miliar dollar AS.

Sehingga, laba sebelum bunga, pajak, amortisasi dan depresiasi (EBITDA) BUMI tahun ini akan melonjak jadi 847 juta dollar AS dari sebelumnya 247 juta dollar AS untuk prediksi EBITDA BUMI 2016.

Demikian pula dengan laba bersihnya. Sharlita memprediksi, laba bersih BUMI tahun ini akan menyentuh 275 juta dollar AS. Jauh lebih tinggi ketimbang periode 2016 yang diprediksi 77 juta dollar AS.

Pada Selasa (7/2/2017), sekitar 99,96 persen pemegang saham juga menyetujui melakukan rights issue V sebesar 37,8 miliar lembar saham dengan pelaksanaan di harga Rp 926 per saham. Pelaksanaan aksi korporasi ini paling lambat 30 Juli 2017.

Namun, perlu dicatat, aksi korporasi ini memberikan efek dilusi sebesar 50,8 persen terhadap pemegang saham lama yang tak mengambil haknya dalam hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) tersebut.

Sharlita mempertahankan rekomendasi buy BUMI dengan target harga Rp 608 per saham dengan 31 persen potential upside. Target harga tersebut merefleksikan P/E 10.8x.

Ia juga mengingatkan, ada dua risiko yang juga perlu menjadi pertimbangan. 

(Baca: Saham BUMI Masuk LQ45, Ini Kata Analis...)

"Penurunan harga batubara dan peningkatan tata kelola perusahaan yang tidak sesuai ekspektasi pasar," pungkasnya. (Dityasa H Forddanta)


https://money.kompas.com/read/2017/02/09/101500626/bagaimana-prospek-saham-bumi

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke