Salin Artikel

OJK: Kebijakan Moneter AS Melonggar, Modal Asing Kembali Masuk ke RI

JAKARTA, KOMPAS.com - Rapat Dewan Komisioner (RDK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas dan likuiditas sektor jasa keuangan dalam kondisi terjaga.

Kinerja intermediasi dan profil risiko lembaga jasa keuangan stabil pada Februari 2019.

Deputi Komisioner Stabilitas Sistem Keuangan OJK Yohannes Santoso mengatakan perlambatan perekonomian global yang diikutikebijakan moneter negara-negara utama seperti AS, Uni Eropa, dan China yang lebih longgar (dovish) mendorong berlanjutnya inflow atau aliran dana masuk ke pasar negara berkembang atau emerging market termasuk Indonesia.

Data OJK menunjukkan, hingga 22 Maret 2019 lalu, total dana asing yang masuk di Indonesia mencapai Rp 11,2 triliun.

"Ini tren yang membaik karena pada 2017 hingga 2018 lalu kita sangat tertekan. Tentu ini hal yang menggembirakan," ujar Santoso di Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Sejalan dengan perkembangan di pasar keuangan global, pasar saham dan nilai tukar rupiah pada bulan Februari melemah tipis masing-masing sebesar 1,37 persen dan 0,64 persen secara bulanan (mtm), dengan investor non residen membukukan net sell di pasar saham sebesar Rp 3,4 triliun.

Namun demikian, secara year to date Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menguat 4,02 persen dengan investor non residen membukukan net buy sebesar Rp 10,5 triliun.

"Secara sektoral, kontributor terbesar penurunan IHSG di Feburari berasal dari sektor aneka industri dan pertanian. Sementara pasar SBN menguat dengan yield rata-rata di Februari turun 26,7 bps (basis poin). Investor di pasar SBN tercatat membukukan net buy sebesar Rp 32,8 triliun," ujar Santoso.

Pada Februari, kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan meneruskan tren perbaikan. Pertumbuhan kedit perbankan melanjutkan tren peningkatan dan penyaluran kredit perbankan tercatat tumbuh 12,13 persen (yoy).

Piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan tumbuh 4,61 persen.

"Pertumbuhan kredit didorong oleh tingginya pertumbuhan kredit untuk kegiatan investasi, memberikan harapan peningkatan aktivitas ekonomi ke depan," jelas dia.

Adapun DPK perbankan tercatat tumbuh 6,57 persen secara tahunan (yoy). Sedangkan untuk asuransi jiwa dan asuransi umum berhasil menghimpun premi masing-masing sebesar Rp 15,4 triliu dan Rp 8,5 triliun.

Di pasar modal, korporasi berhasil menghimpun dana Rp 13,4 triliun di sepanjang Februari 2019 dengan jumlah emiten baru sebanyak 2 perusahaan. Dana kelolaan investasi tercatat sebesar Rp 767 triliun, meningkat 5,68 persen dibandingkan dengan posisi yang sama tahun lalu.

https://money.kompas.com/read/2019/03/28/154500826/ojk--kebijakan-moneter-as-melonggar-modal-asing-kembali-masuk-ke-ri

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dongkrak Pendapatan Negara, Defisit APBN Tahun Depan Ditekan di Bawah 3 Persen

Dongkrak Pendapatan Negara, Defisit APBN Tahun Depan Ditekan di Bawah 3 Persen

Whats New
Kebutuhan Kendaraan Kembali Meningkat, Bank Jago Kucurkan Pembiayaan ke Carsome

Kebutuhan Kendaraan Kembali Meningkat, Bank Jago Kucurkan Pembiayaan ke Carsome

Whats New
Apa Itu MLFF? Alat Bayar Tol Nirsentuh yang Bakal Gantikan e-Toll

Apa Itu MLFF? Alat Bayar Tol Nirsentuh yang Bakal Gantikan e-Toll

Whats New
Runtuhnya Kripto Tera Luna, CEO Zipmex: Investor Perlu Belajar dari Kegagalan

Runtuhnya Kripto Tera Luna, CEO Zipmex: Investor Perlu Belajar dari Kegagalan

Earn Smart
Kurangi Transaksi Tunai, Bank Mandiri Gandeng Bank Banten

Kurangi Transaksi Tunai, Bank Mandiri Gandeng Bank Banten

Whats New
BPJT Diminta Tunda Penerapan Sistem MLFF di Tol, Polri: Dasar Hukumnya Belum Ada

BPJT Diminta Tunda Penerapan Sistem MLFF di Tol, Polri: Dasar Hukumnya Belum Ada

Whats New
Mengenal Blockchain, Teknologi yang Dapat Dukung Perekonomian Nasional

Mengenal Blockchain, Teknologi yang Dapat Dukung Perekonomian Nasional

Whats New
Kendaraan Tanpa Awak Akan Jadi Tulang Punggung Transportasi di IKN Nusantara

Kendaraan Tanpa Awak Akan Jadi Tulang Punggung Transportasi di IKN Nusantara

Whats New
Simak 5 Cara Menghemat Listrik agar Tagihan Tak Membengkak

Simak 5 Cara Menghemat Listrik agar Tagihan Tak Membengkak

Spend Smart
Kenaikan Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA Disetujui, PLN: Kami Laksanakan Kebijakan Pemerintah

Kenaikan Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA Disetujui, PLN: Kami Laksanakan Kebijakan Pemerintah

Whats New
Rincian Biaya Admin BCA, Setoran Awal, dan Saldo Minimal

Rincian Biaya Admin BCA, Setoran Awal, dan Saldo Minimal

Spend Smart
Cerita Rasanya Naik Ojol Motor Listrik, Driver Hemat Rp 500.000 Sebulan, Penumpang: Mulus Enggak Getar

Cerita Rasanya Naik Ojol Motor Listrik, Driver Hemat Rp 500.000 Sebulan, Penumpang: Mulus Enggak Getar

Whats New
Simak 5 Informasi Apa Saja yang Harus Ada di CV

Simak 5 Informasi Apa Saja yang Harus Ada di CV

Work Smart
Mudah, Begini Cara Mendapatkan Voucher Gratis Ongkir di Shopee

Mudah, Begini Cara Mendapatkan Voucher Gratis Ongkir di Shopee

Spend Smart
Analis: Rebound Saham GOTO Jadi Sebab IHSG Menghijau

Analis: Rebound Saham GOTO Jadi Sebab IHSG Menghijau

Whats New
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.