Salin Artikel

Tak Cuma Sistem Pembayaran, LinkAja Juga Disiapkan Jadi Fintech Lending

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski belum benar-benar dirilis secara resmi, namun LinkAja sepertinya sudah punya rencana besar. Salah satunya untuk masuk ke bisnis pinjaman online di samping bisnis pembayaran digital seperti yang saat ini digembar-gemborkan.

Hal ini diakui oleh Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (KOMPAS100: BMRI) Kartika Wirjoatmodjo yang bilang LinkAja kelak akan menyediakan layanan pinjaman berbasis online.

“Layanan pinjaman online ini rencana jangka panjang, mungkin bisa meluncur di semester 2/2020,” kata pria yang kerap disapa Tiko ini kepada Kontan.co.id, Minggu (5/5/2019).

Saat ini PT Fintek Karya Nusantara (Finarya), pengelola LinkAja memang baru mengantongi izin dari Bank Indonesia sebagai penerbit uang elektronik. Izin diberikan bank sentral pada 22 Februari 2019.

Sementara untuk menyelenggarakan Layanan pinjaman daring, Finarya mesti mengajukan izin ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Di sini hambatannya, dalam POJK 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Berbasis Teknologi Informasi, menyatakan bahwa penyelenggara layanan pinjaman daring dilarang melakukan kegiatan usaha di luar kegiatan pinjaman online.

Singkatnya, sebuah perusahaan penyelenggara layanan pinjaman online tak bisa memiliki izin kegiatan usaha lain.

“Kalau soal izin belinya, karena rencananya jangka panjang, dan masih berupa ide,” lanjut Tiko.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Kementerian BUMN Gatot Trihargo memastikan bahwa Finarya akan mengajukan izin sebagai penyelenggara layanan pinjaman online ke OJK. Namun, ia sendiri tak memastikan apakah izin akan diberikan.

Yang jelas Gatot bilang, dalam waktu dekat LinkAja didorong untuk menyiapkan dompet elektronik (e-wallet) setelah merampungkan migrasi pengguna uang elektronik bank pelat merah.

“Kami mau merampungkan ke e-wallet dulu, dan merchant kita perbanyak. Tapi memang akan mengarah ke fintech lending,” katanya kepada Kontan.co.id.

Gatot juga menambahkan bahwa, Finarya kelak juga akan masuk ke dalam holding keuangan yang dipimpin PT Danareksa (persero). Nah, niat menyediakan layanan pinjaman online ini juga searah dengan niat pembentukan holding untuk menghimpun big data.

“Nanti LinkAja masuk juga ke holding keuangan, kalau sinergi begitu kan bisa mengumpulkan behavior user, sehingga anggota holding termasuk bank juga data menyediakan produk pinjaman yang sesuai kebutuhan masyarakat,” lanjutnya. (Anggar Septiadi)

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Tak cuma sistem pembayaran, LinkAja juga disiapkan untuk jadi fintech lending

https://money.kompas.com/read/2019/05/06/191602026/tak-cuma-sistem-pembayaran-linkaja-juga-disiapkan-jadi-fintech-lending

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.