Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Pembangunan Infrastruktur Harus Bisa Dorong Kemandirian Pangan

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah dipandang sepatutnya dapat membangkitkan kemandirian pangan nasional. Namun, diperlukan roadmap atau peta jalan pangan sejalan dengan jalur infrastruktur sehingga dapat terwujud kedaulatan pangan nasional.

"Fondasinya sudah dibangun, sekarang kita perlu roadmap pangan nasional," ungkap anggota komisi VI DPR RI Aria Bima dalam pernyataannya pada acara Diskusi Publik Pemuda Tani, Rabu (15/5/2019).

Aria meminta Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dapat membuat roadmap pangan tersebut. Sebab, kata dia, selama ini rentannya infrastruktur logistik mengakibatkan kelangkaan komoditas.

Namun, saat ini setelah selesainya pembangunan infrastruktur maka masalah semacam itu bisa diselesaikan.

"Di Jakarta ada sayur mayur yang didatangkan dari Sumatera Barat. Ada Trans Sumatera sayuran Sumatera Barat bisa masuk ke Jakarta. Dulu harus perjalanan seminggu, sekarang dua hari," tutur dia.

Aria menuturkan, konsepsi kedaulatan pangan, seluruh kebijakan pangan harus kuat. Ia pun menjelaskan bahwa adanya impor yang terjadi saat ini bukan karena program pemerintah gagal, namun sifatnya situasional.

Ia meminta selain pemerintah, organisasi pertanian juga berperan aktif.

"HKTI harus ekspansif mendahului program-program pemerintah," katanya.

https://money.kompas.com/read/2019/05/15/123513826/pembangunan-infrastruktur-harus-bisa-dorong-kemandirian-pangan

Terkini Lainnya

BTN Cetak Laba Bersih Rp 860 Miliar pada Kuartal I 2024

BTN Cetak Laba Bersih Rp 860 Miliar pada Kuartal I 2024

Whats New
Bulog Siap Jadi Pembeli Gabah dari Sawah Hasil Teknologi Padi China

Bulog Siap Jadi Pembeli Gabah dari Sawah Hasil Teknologi Padi China

Whats New
Bulog Baru Serap 633.000 Ton Gabah dari Petani, Dirut: Periode Panennya Pendek

Bulog Baru Serap 633.000 Ton Gabah dari Petani, Dirut: Periode Panennya Pendek

Whats New
Dari Perayaan HUT hingga Bagi-bagi THR, Intip Kemeriahan Agenda PUBG Mobile Sepanjang Ramadhan

Dari Perayaan HUT hingga Bagi-bagi THR, Intip Kemeriahan Agenda PUBG Mobile Sepanjang Ramadhan

Rilis
INACA: Iuran Pariwisata Tambah Beban Penumpang dan Maskapai

INACA: Iuran Pariwisata Tambah Beban Penumpang dan Maskapai

Whats New
Bank DKI Sumbang Dividen Rp 326,44 Miliar ke Pemprov DKI Jakarta

Bank DKI Sumbang Dividen Rp 326,44 Miliar ke Pemprov DKI Jakarta

Whats New
OASA Bangun Pabrik Biomasa di Blora

OASA Bangun Pabrik Biomasa di Blora

Rilis
Pengumpulan Data Tersendat, BTN Belum Ambil Keputusan Akuisisi Bank Muamalat

Pengumpulan Data Tersendat, BTN Belum Ambil Keputusan Akuisisi Bank Muamalat

Whats New
Cara Hapus Daftar Transfer di Aplikasi myBCA

Cara Hapus Daftar Transfer di Aplikasi myBCA

Work Smart
INA Digital Bakal Diluncurkan, Urus KTP hingga Bayar BPJS Jadi Lebih Mudah

INA Digital Bakal Diluncurkan, Urus KTP hingga Bayar BPJS Jadi Lebih Mudah

Whats New
Suku Bunga Acuan BI Naik, Anak Buah Sri Mulyani: Memang Kondisi Global Harus Diantisipasi

Suku Bunga Acuan BI Naik, Anak Buah Sri Mulyani: Memang Kondisi Global Harus Diantisipasi

Whats New
Ekonom: Kenaikan BI Rate Bakal 'Jangkar' Inflasi di Tengah Pelemahan Rupiah

Ekonom: Kenaikan BI Rate Bakal "Jangkar" Inflasi di Tengah Pelemahan Rupiah

Whats New
Menpan-RB: ASN yang Pindah ke IKN Bakal Diseleksi Ketat

Menpan-RB: ASN yang Pindah ke IKN Bakal Diseleksi Ketat

Whats New
Lebaran 2024, KAI Sebut 'Suite Class Compartment' dan 'Luxury'  Laris Manis

Lebaran 2024, KAI Sebut "Suite Class Compartment" dan "Luxury" Laris Manis

Whats New
Rupiah Melemah Sentuh Rp 16.200, Mendag: Cadangan Divisa RI Kuat, Tidak Perlu Khawatir

Rupiah Melemah Sentuh Rp 16.200, Mendag: Cadangan Divisa RI Kuat, Tidak Perlu Khawatir

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke