Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Ini 4 Pesan Investor untuk Para Pendiri Startup yang Butuh Pendanaan

Asia Tenggara menunjukkan tren makro-ekonomi yang menguntungkan, seperti banyaknya generasi milenial, pesatnya pertumbuhan teknologi digital, dan potensi keuntungan bisnis yang menggiurkan di pasar-pasarnya.

"Jika saya seorang pengusaha di Asia Tenggara, hari ini saya akan sangat bahagia," kata pemilik perusahaan modal ventura GGV Capital Jenny Lee dikutip CNBC, Kamis (18/7/2019).

Konsultan manajemen Bain & Co telah memperkirakan wilayah Asia Tenggara akan menjadi rumah bagi 10 miliar dollar AS startup pada tahun 2024. Menghasilkan dua kali lipat unicorn yang saat ini baru dipegang oleh Gojek, Grab, dan Traveloka.

Sementara itu, investasi modal ventura ke Asia Tenggara meningkat lebih dari 3 kali lipat dalam beberapa tahun terakhir. Sui Ling Cheah, mitra operasi di Wavemaker Partners mengatakan kawasan Asia Tenggara kini menunjukkan "trinitas suci" bagi investor, Modal, bakat, dan pelanggan.

Berikut saran para investor bagi para pelaku startup di Asia Tenggara:

1. Bicaralah dengan investor lebih awal

Apa pun tahapan ide bisnis Anda, para ahli sepakat tidak pernah terlalu dini untuk mulai berbicara dengan investor.

Abheek Anand, Direktur Pelaksana salah satu perusahaan modal ventura mengatakan sangat jarang perusahaan modal ventura seperti miliknya mungkin mau berinvestasi dalam ide saja.

"Tetapi dalam kasus yang lebih umum, mereka mungkin bersedia untuk berbagi saran untuk membantu Anda dalam merintis startup, karena mereka ingin melihat bukti konsep fisik," kata Abheek Anand.

Pieter Kemps, Kepala di salah satu perusahaan modal ventura mengatakan investor seringkali ingin membangun hubungan yang berkelanjutan dengan prospek investasi mereka. Untuk itulah penting berdiskusi dan mendatangi investor lebih awal.

"Percakapan awal itu juga akan membantu Anda memutuskan jenis investor yang Anda cari," kata Andrea Hajdu-Howe, General Head of Capital Antler.

2. Berpikir Bisnis Jangka Panjang

Penting juga untuk merencanakan dan mempertimbangkan masa depan bisnis. Tak melulu soal berapa besarnya uang yang ingin Anda hasilkan dari bisnis, tapi lebih kepada ide-ide apa lagi yang akan Anda besut untuk bisnis Anda ke depan.

"Tidak selalu harus rencana besaran uang yang ingin Anda hasilkan, tapi lebih tepatnya, apa faktor di balik pendapatan itu, seperti proyeksi perkembangan bisnis ke depan. Sebab, proyeksi keuangan tak akan pernah akurat," kata Raditya Pramana, mitra perusahaan modal ventura Indonesia.

“Saya (pemodal ventura) tidak ingin melihat berapa uang yang dihasilkan, saya ingin melihat bagan organisasi berwawasan ke depan yang menunjukkan ke mana arah bisnis ini,” tambah Lee.

3. Dengarkan pelanggan Anda

Mendengarkan saran, kritik, maupun umpan balik merupakan salah satu cara terbaik untuk menilai tepatnya ide-ide Anda dalam bisnis. Sebab, umpan balik ini akan mampu menganalisis apa yang saat ini pasar butuhkan.

"Cukup pelajari umpan balik pelanggan Anda untuk mengetahui persis masalah yang saat ini coba Anda selesaikan," katanya.

4. Kenali pesaing Anda

Terakhir, Anda perlu mengenali pesaing Anda. Bahkan, pengenalan pesaing ini perlu Anda lakukan meski Anda merasa tidak ada perusahaan lain yang akan membuat produk persis seperti apa yang Anda pikirkan.

"Sebab, banyak aplikasi besar yang mencoba menciptakan produk apapun sehingga mereka menjadi pesaing Anda," kata Yash Sankrityayan, kepala di Jungle Ventures.

Yash mencontohkan Uber dan Grab, yang awalnya jasa berbagi tumpangan kemudian berkembang menjadi jasa pengiriman makanan dan layanan keuangan digital.

Lee menambahkan, memang salah satu metode terbaik yang dia dan para perusahaan modal ventura lain gunakan, ketika memutuskan akan mengucurkan dana adalah melihat perusahaan tersebut bisa mengevaluasi bisnis terhadap pesaingnya atau tidak. Atau lebih khusus lagi, mereka akan menilai stafnya dengan rekan-rekan kerjanya.

"Cara terbaik untuk menilai sebuah perusahaan bukanlah melihat orang paling top, tetapi bagaimana orang nomor 10 membandingkan dengan orang nomor 10 pesaingnya," kata Lee.

"Jika orang nomor 10 Anda lebih baik dari orang nomor satu mereka maka Anda dalam kondisi yang baik. Jika tidak, Anda masih harus menempuh jalan panjang, ”kata Lee.

Pendiri Infinity Technologies Barak Sharabi mengatakan, memahami pasar yang lebih luas juga dapat menjadi sumber inspirasi yang baik. Dari situ, para pendiri startup dapat mengambil apa yang cocok untuk bisnisnya.

“Lihat segala sesuatu soal bisnis di AS dan Eropa, ambil apa yang cocok untuk bisnis Anda," sarannya.

https://money.kompas.com/read/2019/07/18/075900626/ini-4-pesan-investor-untuk-para-pendiri-startup-yang-butuh-pendanaan

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Akui Hilirisasi SDA Banyak Tantangan, Jokowi: Kita Tidak Akan Goyah oleh Tekanan-tekanan

Akui Hilirisasi SDA Banyak Tantangan, Jokowi: Kita Tidak Akan Goyah oleh Tekanan-tekanan

Whats New
Momentum Pemulihan Terus Terjadi, Sri Mulyani 'Pede' Ekonomi RI Tumbuh 5,4 Persen Sepanjang 2022

Momentum Pemulihan Terus Terjadi, Sri Mulyani "Pede" Ekonomi RI Tumbuh 5,4 Persen Sepanjang 2022

Whats New
Sri Mulyani Ungkap 18 Juta Pelaku UMKM Belum Pernah Mendapatkan Pembiayaan

Sri Mulyani Ungkap 18 Juta Pelaku UMKM Belum Pernah Mendapatkan Pembiayaan

Whats New
Musim Rilis Kinerja Emiten 2022 Dimulai, Bagaimana Proyeksi Pergerakan IHSG?

Musim Rilis Kinerja Emiten 2022 Dimulai, Bagaimana Proyeksi Pergerakan IHSG?

Whats New
Asing Catatkan 'Net Buy' Besar Kemarin, Ini 10 Saham Paling Banyak Diborong

Asing Catatkan "Net Buy" Besar Kemarin, Ini 10 Saham Paling Banyak Diborong

Whats New
Cegah Indonesia Jadi Negara Rentan, Bappenas Susun RPJPN untuk 20 Tahun

Cegah Indonesia Jadi Negara Rentan, Bappenas Susun RPJPN untuk 20 Tahun

Whats New
LPS Naikkan Suku Bunga Penjaminan Valas Jadi 2 Persen

LPS Naikkan Suku Bunga Penjaminan Valas Jadi 2 Persen

Whats New
Harapan Sri Mulyani: RI Deklarasi Akhiri Pandemi Covid-19 Tahun Ini

Harapan Sri Mulyani: RI Deklarasi Akhiri Pandemi Covid-19 Tahun Ini

Whats New
Daftar 8 Perusahaan Teknologi Dunia yang Lakukan PHK Massal 2023, Mulai dari IBM sampai Microsoft

Daftar 8 Perusahaan Teknologi Dunia yang Lakukan PHK Massal 2023, Mulai dari IBM sampai Microsoft

Whats New
KPP Pratama Jakarta Tanah Abang Dua Canangkan ZI-WBK, Apa Itu?

KPP Pratama Jakarta Tanah Abang Dua Canangkan ZI-WBK, Apa Itu?

Whats New
Suku Bunga Acuan Terus Naik, SBN Kian Menarik?

Suku Bunga Acuan Terus Naik, SBN Kian Menarik?

Whats New
KKP Menakar Kontribusi Lamun dalam Pengelolaan Karbon Biru

KKP Menakar Kontribusi Lamun dalam Pengelolaan Karbon Biru

Whats New
[POPULER MONEY] Kementerian PUPR Sindir Meikarta, Beli Rumah Malah Dituntut | Kasus KSP Indosurya Bisa Bikin Orang Kapok Jadi Anggota Koperasi

[POPULER MONEY] Kementerian PUPR Sindir Meikarta, Beli Rumah Malah Dituntut | Kasus KSP Indosurya Bisa Bikin Orang Kapok Jadi Anggota Koperasi

Whats New
Kunjungi 3 Negara Afrika, Luhut Bahas Kerja Sama Transisi Energi hingga Perkeretaapian

Kunjungi 3 Negara Afrika, Luhut Bahas Kerja Sama Transisi Energi hingga Perkeretaapian

Whats New
Stafsus Erick Thohir Sebut Nilai Korupsi Dana Pensiun BUMN Mencapai Sekitar Rp 10 Triliun

Stafsus Erick Thohir Sebut Nilai Korupsi Dana Pensiun BUMN Mencapai Sekitar Rp 10 Triliun

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+