Salin Artikel

IMF Pangkas Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Global Tahun Ini dan 2020

Mereka memprediksi, pertumbuhan eknonomi tahun ini akan sebesar 3,2 persen lebih rendah dari prediksi April lalu yang sebesar 3,3 persen. Sedangan tahun depan diprediksi pertumbuhan ekonomi akan meningkat 3,5 persen, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya yang sebesar 3,6 persen.

Seperti dikutip dari BBC, Rabu (24/7/2019), IMF menilai pertumbuhan tersebut relatif moderat dan ada kebutuhan mendesak bagi dunia untuk mengurangi ketegangan perdagangan dan teknologi.

Baca: Turunkan Suku Bunga, BI Ingin Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi

Sementara itu mengutip laman resmi IMF, mereka juga merevisi pertumbuhan ekonomi negara-negara kawasan ASEAN menjadi 5 persen di 2019 dan 5,1 persen di 2020. Angka tersebut masing-masing lebih rendah 1 persen dari proyeksi pada April lalu.

Terdapat beberapa faktor yang menjadi risiko dari pertumbuhan ekonomi global, seperti perang tarif antara Amerika Serikat dan China yang masih berlanjut, tarif funtuk produk otomotif oleh Amerika Serikat, juga no-deal Brexit.

"Faktor risiko utama bagi ekonomi global adalah perkembangan-perkembangan isu yang cenderung merugikan- termasuk tarif AS-Cina lebih lanjut, tarif mobil AS, atau Brexit tanpa kesepakatan - hal tersebut mengurangi kepercayaan, melemahkan investasi, melepaskan rantai pasokan global, dan sangat memperlambat pertumbuhan global di bawah garis dasar," tulis IMF dalam keterangan tertulis di laman resminya.

Prediksi bakal meningkatnya pertumbuhan global pada tahun 2020 bergantung pada beberapa faktor. Yaitu sentimen pasar keuangan yang umumnya mendukung, beberapa hambatan yang terjadi di 2019 kian memudar (terutama di kawasan euro), stabilisasi di beberapa negara ekonomi yang mengalami tekanan (Argentina dan Turki), dan menghindari keruntuhan yang bahkan lebih tajam di negara lain ( Iran dan Venezuela).

"Sekitar 70 persen dari peningkatan prakiraan pertumbuhan global untuk tahun 2020 dibandingkan dengan tahun 2019 diperhitungkan oleh proyeksi stabilisasi atau pemulihan di negara-negara yang tertekan," jelas IMF.

"Pada gilirannya, faktor-faktor ini bergantung pada latar belakang kebijakan global yang kondusif yang memastikan kemerosotan dovish bank sentral dan penumpukan stimulus kebijakan di China tidak tumpul dengan meningkatnya ketegangan perdagangan atau Brexit yang tidak teratur," ujar mereka.

https://money.kompas.com/read/2019/07/24/081000826/imf-pangkas-prediksi-pertumbuhan-ekonomi-global-tahun-ini-dan-2020

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update Jadwal KA Bandara YIA, Cek Rute Kereta Bandara YIA Terbaru

Update Jadwal KA Bandara YIA, Cek Rute Kereta Bandara YIA Terbaru

Whats New
Mentan SYL Ajak Saudagar Bugis Bangun Sektor Pertanian

Mentan SYL Ajak Saudagar Bugis Bangun Sektor Pertanian

Rilis
Contoh Surat Perjanjian Utang Piutang yang Baik dan Benar

Contoh Surat Perjanjian Utang Piutang yang Baik dan Benar

Whats New
Harga Sawit Anjlok, Petani Bakal Geruduk Kantor Airlangga hingga Istana Negara

Harga Sawit Anjlok, Petani Bakal Geruduk Kantor Airlangga hingga Istana Negara

Whats New
Jangan Lupa, Hari Ini Ada Pemeliharaan Jalan Tol Cipularang dan Jagorawi

Jangan Lupa, Hari Ini Ada Pemeliharaan Jalan Tol Cipularang dan Jagorawi

Whats New
Pemangku Kepentingan Kelapa Sawit Minta Pemerintah Evaluasi Larangan Ekspor CPO

Pemangku Kepentingan Kelapa Sawit Minta Pemerintah Evaluasi Larangan Ekspor CPO

Whats New
India Larang Ekspor Gandum, Ekonom : Bisa Bikin Harga Daging dan Telur Naik

India Larang Ekspor Gandum, Ekonom : Bisa Bikin Harga Daging dan Telur Naik

Whats New
Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Simak Minimarket hingga Supermarket yang Gelar Promo

Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Simak Minimarket hingga Supermarket yang Gelar Promo

Spend Smart
RI Jadi Magnet Kripto Baru, 15 Negara Rembuk di Bali

RI Jadi Magnet Kripto Baru, 15 Negara Rembuk di Bali

Whats New
Sisa 45 Hari, Harta yang Diungkap dalam PPS Tembus 86,55 Triliun

Sisa 45 Hari, Harta yang Diungkap dalam PPS Tembus 86,55 Triliun

Whats New
Nilai Limit di Bawah Rp 300 Juta, Simak Daftar Lelang Rumah di Bandung

Nilai Limit di Bawah Rp 300 Juta, Simak Daftar Lelang Rumah di Bandung

Whats New
Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, serta Biaya-biaya Lainnya

Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, serta Biaya-biaya Lainnya

Whats New
Penuhi Pasokan Dalam Negeri, India Larang Ekspor Gandum

Penuhi Pasokan Dalam Negeri, India Larang Ekspor Gandum

Whats New
Kilang Balikpapan yang Kebakaran Masih Diperbaiki, Pertamina Pastikan Suplai BBM Tidak Terganggu

Kilang Balikpapan yang Kebakaran Masih Diperbaiki, Pertamina Pastikan Suplai BBM Tidak Terganggu

Whats New
Digugat Rp 322 Miliar gara-gara Tabungan Emas, PT Pegadaian Buka Suara

Digugat Rp 322 Miliar gara-gara Tabungan Emas, PT Pegadaian Buka Suara

Whats New
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.