Salin Artikel

Trump Tunda Tarif Baru Untuk Beberapa Produk Yang Diimpor dari China

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donlad Trump menginginkan penerapan tarif impor baru bisa diberlakukan pada awal September tahun ini.

Seperti dikutip dari BBC, Rabu (14/8/2019), beberapa produk impor tersebut di antaranya adalah handphone, laptop, konsol video game, monitor komputer, dan beberapa jenis alas kaki dan pakaian.

Berita mengejutkan dari Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat (USTR) ini membuat saham Apple melonjak hingga 5 persen pada perdagangan Selasa (13/4/2019).

Adapun produk lainnya yang bakal dikenai tarif sebesar 10 persen tetap diberlakukan sesuai rencana pada 1 September mendatang.

Dalam sebuah sesi wawancara, Presiden Trump mengatakan, penundaan penerapan tarif dimaksudkan untuk menghindarkan konsumen AS agar tidak terdampak pada perayaan Natal tahun ini.

Adapun pengumuman yang dilakukan oleh USTR tersebut terjadi setelah Perdana Menteri Liu He diketahui telah menghubingi pejabat setempat.

Baca: Tiga Negara Ini Dapat Berkah dari Perang Dagang, RI Perlu Berbenah

Investor teknologi menyambut berita baik tersembut, mendorong indeks saham chip naik 2,8 persen.

Harga saham ritel dan saham industri juga naik, dengan General Electric naik 4,4 persen. Tepat setelah tengah hari di Wall Street, tiga indeks saham utama naik hampir 2 persen.

Sebelumnya, Presiden Trump pada 1 Agustus 2019 menyatakan bakal memberlakukan tarif sebesar 10 persen untuk 300 miliar dollar AS produk impor asal China. Sebab, menurutnya, China tidak menepati janji mereka untuk membeli produk pertanian Negeri Paman Sam tersebut.

Secara personal dirinya pun mengkritik Presiden Xi Jinping yang dia anggap telah gagal untuk membendung penjualan fentanyl opioid sintetis di tengah krisis overdosis opioid di AS.

Namun dalam sebuah tweet pada hari Selasa, Trump mengisyaratkan bahwa ia mengharapkan sesuatu sebagai imbalan, dirinya berharap China yang tadinya memutuskan untuk tidak membeli produk pertanian AS dalam jumlah besar bisa berubah.

Pengumuman oleh Perwakilan Perdagangan tersebut muncul di tengah kekhawatiran yang berkembang tentang perlambatan ekonomi global.

Sebelumnya, Goldman Sachs sempat menyatakan bahwa perang dagang antara Amerika Serikat dan China dikhawatirkan bakal membawa perekonomian dunia ke arah resesi.

Walaupun demikian, beberapa analis menilai penundaan penerapan tarif bukan berarti perang dagang antara kedua negara ekonomi terbesar di dunia tersebut telah usai.

"Tampaknya penurunan dalam ketegangan yang sedang berlangsung mungkin merupakan penangguhan hukuman sementara. Hubungan antara dua ekonomi terbesar dunia akan tetap diperdebatkan, diselingi dengan langkah-langkah sesekali menuju kompromi," ujar Associate Managing Director Moody's Elena Duggar.

https://money.kompas.com/read/2019/08/14/073900226/trump-tunda-tarif-baru-untuk-beberapa-produk-yang-diimpor-dari-china

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertamina Targetkan Blok Rokan Bisa Produksi 180.000 Barel per Hari di 2022

Pertamina Targetkan Blok Rokan Bisa Produksi 180.000 Barel per Hari di 2022

Whats New
Generasi Milenial Makin Tertarik Investasi Saham dan Reksa Dana

Generasi Milenial Makin Tertarik Investasi Saham dan Reksa Dana

Earn Smart
Ini Daftar Tiket Pesawat yang Didiskon Hingga 80 Persen di GATF 2021

Ini Daftar Tiket Pesawat yang Didiskon Hingga 80 Persen di GATF 2021

Whats New
Cara Isi Saldo ShopeePay Lewat DANA, Alfamart, dan Indomaret

Cara Isi Saldo ShopeePay Lewat DANA, Alfamart, dan Indomaret

Spend Smart
PPKM Level 3 Serentak Batal, Okupansi Hotel Diprediksi Meningkat

PPKM Level 3 Serentak Batal, Okupansi Hotel Diprediksi Meningkat

Whats New
Garuda Indonesia Tawarkan Diskon Tiket Pesawat Hingga 80 Persen di GATF 2021

Garuda Indonesia Tawarkan Diskon Tiket Pesawat Hingga 80 Persen di GATF 2021

Spend Smart
Juda Agung dan Aida S. Budiman Resmi Jadi Calon Deputi Gubernur BI

Juda Agung dan Aida S. Budiman Resmi Jadi Calon Deputi Gubernur BI

Whats New
Besok, Presiden Jokowi akan Resmikan Bandara Tebelian di Kalbar

Besok, Presiden Jokowi akan Resmikan Bandara Tebelian di Kalbar

Rilis
Indonesia Kembali Calonkan Diri Jadi Anggota Dewan IMO 2022-2023

Indonesia Kembali Calonkan Diri Jadi Anggota Dewan IMO 2022-2023

Whats New
Menko Airlangga: Kebijakan Pemulihan Ekonomi Sudah Berada di Jalur yang Benar

Menko Airlangga: Kebijakan Pemulihan Ekonomi Sudah Berada di Jalur yang Benar

Rilis
Erick Thohir Ganti Dirut PT Sang Hyang Seri

Erick Thohir Ganti Dirut PT Sang Hyang Seri

Rilis
Soal Penempatan PMI, Menaker Nilai MoU dengan Malaysia Harus Segera Rampung

Soal Penempatan PMI, Menaker Nilai MoU dengan Malaysia Harus Segera Rampung

Whats New
Dibayangi Ketidakpastian, Pertumbuhan Ekonomi RI Diprediksi Tembus 5 Persen di 2022

Dibayangi Ketidakpastian, Pertumbuhan Ekonomi RI Diprediksi Tembus 5 Persen di 2022

Whats New
INACA: Terjadi Fenomena Menarik di Industri Penerbangan Nasional Saat Pandemi

INACA: Terjadi Fenomena Menarik di Industri Penerbangan Nasional Saat Pandemi

Whats New
Menkop UKM Pastikan Debitur KUR Korban Erupsi Semeru Dapat Perlakuan Khusus

Menkop UKM Pastikan Debitur KUR Korban Erupsi Semeru Dapat Perlakuan Khusus

Rilis
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.