Salin Artikel

Merasa Terasing, Fintech Syariah Minta OJK Buat Aturan yang Lebih Umum

AFSI menyarankan agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuat peraturan yang lebih umum atau general sehingga teknologi finansial (tekfin/fintech) syariah tetap bisa menggunakan aturan tersebut.

Menurut Ketua AFSI Ronald Yusuf Wijaya, peraturan OJK saat ini belum mampu menyentuh fintech-fintech syariah, melainkan hanya bisa digunakan fintech-fintech umum.

"Harapan kami kedepannya OJK bisa membuat peraturan-peraturan yang lebih general, sehingga fintech syariah juga bisa langsung menggunakan aturan itu jika terjadi masalah sebagai standar. Karena selama ini fintech syariah yang tergabung dalam AFSI itu merasakan saat mau comply "Oh, aturan OJK yang ini kayaknya enggak relevan dengan kita"," ungkap Ronald Yusuf Wijaya di Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Adapun peraturan OJK yang dimaksud Ronald adalah POJK Nomor 77 Tahun 2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi.

Dalam POJK tersebut, terdapat aturan mengenai denda dan besaran bunga yang jelas-jelas tidak bisa dipakai sebagai acuan pengoperasian fintech syariah.

"Kami lihat di POJK Nomor 77 Tahun 2016 soal aturan besaran denda dan besaran bunga. Ini dua aspek yang jelas-jelas tidak bisa kami pakai. Kami yang syariah tiap ikut kegiatan seminar saat POJK 77 di bahas, merasa terasing gitu, karena tidak sesuai," ungkap Ronald.

Beda dengan bank

Menanggapi hal tersebut, Advisor Grup Inovasi Keuangan OJK Widyo Gunadi membenarkan telah mendengar pengaduan dari fintech syariah terkait peraturan OJK yang belum relevan.

Menurutnya, hal-hal seperti itu memang biasa terjadi dalam peraturan, karena mengatur fintech sangat berbeda dengan mengatur perbankan. Bila OJK mengatur perbankan di awal, OJK memperbolehkan fintech untuk mengaturnya sendiri terlebih dahulu.

"Masalah seperti itu biasa terjadi di masalah peraturan. Fintech itu berbeda pengaturannya dengan perbankan. Kalau fintech, silakan atur sendiri dulu, kita beri saran-saran. Next-nya saja kalau ada pelanggaran-pelanggaran. Kalau perbankan enggak begitu," kata Widyo.

Widyo pun mencontohkan OJK, fintech, dan perbankan seperti mobil, rem, dan jalan tol. Sebab, Widyo mengakui cara membuat peraturan fintech untuk mencapai keseimbangan memang tidak mudah.

"Kalau di fintech, OJK seperti jalan tol atau yang menjaga koridor saja. Remnya tetap industri yang pegang, bagaimana industri ini tetap berjalan di jalan tol tapi tidak melenceng. Kalau sama bank, OJK remnya, perbankan mobilnya," ungkap Widyo.

https://money.kompas.com/read/2019/08/22/133408826/merasa-terasing-fintech-syariah-minta-ojk-buat-aturan-yang-lebih-umum

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IHSG Sesi I Ditutup Melemah, GOTO, ARTO, dan UNTR Jadi 'Top Losers' Indeks LQ45

IHSG Sesi I Ditutup Melemah, GOTO, ARTO, dan UNTR Jadi "Top Losers" Indeks LQ45

Whats New
Kementerian PUPR Distribusikan Prasarana dan Sarana Air Bersih dan Sanitasi untuk Pengungsi Gempa Cianjur

Kementerian PUPR Distribusikan Prasarana dan Sarana Air Bersih dan Sanitasi untuk Pengungsi Gempa Cianjur

Rilis
Pelemahan Rupiah Pengaruhi Kenaikan Harga Tahu dan Tempe

Pelemahan Rupiah Pengaruhi Kenaikan Harga Tahu dan Tempe

Whats New
Kerja Sama PIS dan NYK Jepang Perluas Pengangkutan LNG ke Pasar Internasional

Kerja Sama PIS dan NYK Jepang Perluas Pengangkutan LNG ke Pasar Internasional

Whats New
Cegah 'Fraud' pada 'Equity Crowdfunding', Ini yang Dilakukan LandX

Cegah "Fraud" pada "Equity Crowdfunding", Ini yang Dilakukan LandX

Whats New
Perbankan ASEAN Soroti Pentingnya Integrasi Sistem Pembayaran

Perbankan ASEAN Soroti Pentingnya Integrasi Sistem Pembayaran

Whats New
Cerita Sri Mulyani Kerap Dapat Tagihan Besar dari Bos Pertamina dan PLN

Cerita Sri Mulyani Kerap Dapat Tagihan Besar dari Bos Pertamina dan PLN

Whats New
Jadwal KRL Solo Jogja di Semua Stasiun sampai Palur Per Desember 2022

Jadwal KRL Solo Jogja di Semua Stasiun sampai Palur Per Desember 2022

Whats New
Rekrutmen Bersama BUMN Batch 2, Erick Thohir: 38 BUMN Siap Tampung 898 Calon Pegawai

Rekrutmen Bersama BUMN Batch 2, Erick Thohir: 38 BUMN Siap Tampung 898 Calon Pegawai

Whats New
Saham GOTO Kembali ARB pada Awal Perdagangan BEI

Saham GOTO Kembali ARB pada Awal Perdagangan BEI

Whats New
Cara Daftar Rekrutmen BUMN Batch 2

Cara Daftar Rekrutmen BUMN Batch 2

Work Smart
Nilai Tukar Rupiah Terus Membaik, Kini di Level Rp 15.427 per Dollar AS

Nilai Tukar Rupiah Terus Membaik, Kini di Level Rp 15.427 per Dollar AS

Whats New
BP Jamsostek untuk Pekerja Informal, Untung Banyak Hanya dengan Bayar Rp 36.800 Per Bulan

BP Jamsostek untuk Pekerja Informal, Untung Banyak Hanya dengan Bayar Rp 36.800 Per Bulan

Whats New
Kembali Tertekan, IHSG Melemah ke Level 6.900

Kembali Tertekan, IHSG Melemah ke Level 6.900

Whats New
Ombudsman: Badai PHK Massal Berdampak ke Kenaikan Jumlah Penganggur hingga Kemiskinan

Ombudsman: Badai PHK Massal Berdampak ke Kenaikan Jumlah Penganggur hingga Kemiskinan

Whats New
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.