Salin Artikel

Sri Mulyani soal Agus Marto, Cari Dirut untuk Sehatkan Bank Mandiri hingga Calon Menkeu

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan, persinggungan awalnya dengan Agus Marto ketika dirinya tengah mencari pimpinan Bank Mandiri yang baru saja disuntik dana talangan senilai Rp 170 triliun.

"And then hanya dalam beberapa tahun kondisinya memburuk lagi. So kita waktu itu juga sangat concern dan nama Agus-lah yang keluar. Waktu itu saya sebagai menteri Keuangan di era Pak SBY. Agus adalah orang yang tepat untuk clean up," ujar dia ketika menghadiri peluncuran buku Biografi Agus Martowardojo, Pembawa Perubahan di Jakarta, Senin (2/9/2019).

Dalam buku biografinya itu, Agus Marto pun kerap menyebut nama Sri Mulyani. Hal ini karena dari memperbaiki Bank Mandiri ternyata membawa Agus Marto harus berhadapan dengan Sri Mulyani di urusan lainnya.

Mulai dari menjadi pengganti Sri Mulyani menjadi Menteri Keuangan lantaran di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut wanita yang akrab disapa Ani itu ditarik oleh Bank Dunia untuk jadi Direktur Pelaksana, hingga harus menangani kasus Bank Century bersama-sama.

"Waktu itu saya harus ke DC (2010) dan mencari siapa yang mau menggantikan Menteri Keuangan (Menkeu), saya kira mungkin orang seperti Pak Agus tepat untuk menggantikan Menkeu. Bukan hal mudah memang ada di posisi Menkeu saat itu," kata Sri Mulyani.

Menurut cerita Sri Mulyani, pada 2008 krisis keuangan global tengah melanda dunia. Masih banyak orang yang percaya mengenai krisis yang terjadi setiap 10 tahun.

"Memang waktu itu saat saya di G20 ada peringatan cloud is coming. Kemudian Lehman Brother jatuh dan akhirnya terjadilah krisis juga di Indonesia," ujarnya.

Di Indonesia sendiri kala itu terdapat dua bank yang bermasalah, yaitu anak usaha Bank Indonesia yang ada di Belanda, Bank Indover juga Bank Century.

Sri Mulyani pun sempat bertanya-tanya mengenai Bank Century ketika dihubungi oleh Muliaman Hadad yang ketika itu menjabat  Deputi Gubernur BI. Hingga akhirnya dia mendapatkan fax resmi dari Indonesia mengenai kondisi Century.

"Tiba-tiba saya dikasih tahu kalau Century bermasalah, Century tuh opo saya tidak tahu, lalu dikirimi fax isinya satu-setengah halaman. Tulisannya Bank Century sistemik akan collapse. Saya langsung tanya siapa itu Bank Century dan pemiliknya," jelas dia.


Sri Mulyani pun memutuskan untuk meninggalkan pertemuan G20 yang kala itu tengah berlangsung dan dia menyampaikan masalah Century kepada SBY. Sepulangnya di Indonesia, dia menggali informasi lebih dalam mengenai kolapsnya Bank Century yang kala itu bertepatan dengan perekonomian dunia yang tengah kocar-kacir.

Sri Mulyani mengungkapkan, saat itu memang berat karena ada gejolak global, namun sejumlah negara mengadopsi blanket guarantee seperti Singapura hingga Australia untuk menghentikan krisis kepercayaan di dunia perbankan.

Dalam proses penanganannya, Sri Mulyani pun banyak menyerap infromasi dari bankir dalam negeri, salah satunya Agus Marto.

"Kala itu salah satu solusinya adalah good bank beli bad bank nanti depositonya di ambil. Yang saya tidak kira, saat itu saya kasih assignment, Pak Agus malah nguliahi saya, panjang gitu," ujar dia,

"Beliau melihat saya kasihan sebagai menteri keuangan. Dia kemudian kasih tahu ini bank banyak history-nya, in short beliau memberi warning ke saya. This is not about banking problem, tapi ada masalah governance," ujar Sri Mulyani.

https://money.kompas.com/read/2019/09/03/080800726/sri-mulyani-soal-agus-marto-cari-dirut-untuk-sehatkan-bank-mandiri-hingga

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ironi Minyak Sawit: Ditanam di Tanah Negara, Dijual Mahal di Dalam Negeri

Ironi Minyak Sawit: Ditanam di Tanah Negara, Dijual Mahal di Dalam Negeri

Whats New
Pengertian Asuransi dan Jenis-jenisnya

Pengertian Asuransi dan Jenis-jenisnya

Whats New
Mengenal Tol Bawah Air yang Bakal Dibangun di Ibu Kota Baru

Mengenal Tol Bawah Air yang Bakal Dibangun di Ibu Kota Baru

Whats New
Mulai Besok, Jasa Marga Lakukan Pengaturan Lalu Lintas Secara Situasional di Tol Cipularang

Mulai Besok, Jasa Marga Lakukan Pengaturan Lalu Lintas Secara Situasional di Tol Cipularang

Whats New
Kementerian PUPR Rampungkan 838 Paket Tender Dini Proyek Infrastruktur Senilai Rp 17,5 Triliun

Kementerian PUPR Rampungkan 838 Paket Tender Dini Proyek Infrastruktur Senilai Rp 17,5 Triliun

Rilis
Mulai Besok, Tol Cisumdawu Seksi I Akan Digratiskan Selama 2 Pekan

Mulai Besok, Tol Cisumdawu Seksi I Akan Digratiskan Selama 2 Pekan

Whats New
Hunian Baru Korban Erupsi Semeru Bakal Dibangun Jadi Desa Modern

Hunian Baru Korban Erupsi Semeru Bakal Dibangun Jadi Desa Modern

Whats New
Menaker: Saya Bukan Milik Pengusaha..

Menaker: Saya Bukan Milik Pengusaha..

Whats New
Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dimulai November Tahun Ini

Uji Coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dimulai November Tahun Ini

Whats New
InJourney Angkat Mantan Direktur AirAsia Indonesia Jadi Corporate Secretary

InJourney Angkat Mantan Direktur AirAsia Indonesia Jadi Corporate Secretary

Rilis
Sandiaga Uno: Realisasi Anggaran Kemenparekraf 2021 Capai 95,7 Persen

Sandiaga Uno: Realisasi Anggaran Kemenparekraf 2021 Capai 95,7 Persen

Whats New
Cara Cek NIK KTP secara Online Tanpa Harus Datang ke Kantor Dukcapil

Cara Cek NIK KTP secara Online Tanpa Harus Datang ke Kantor Dukcapil

Whats New
Pemerintah Bakal Bangun Pelabuhan Baru di Batam, Lebih Besar dari Tanjung Priok

Pemerintah Bakal Bangun Pelabuhan Baru di Batam, Lebih Besar dari Tanjung Priok

Whats New
Viral Tarif Parkir di Malioboro Rp 350.000, Sandiaga Uno: Ini Berdampak Negatif, Khususnya Pariwisata Yogyakarta

Viral Tarif Parkir di Malioboro Rp 350.000, Sandiaga Uno: Ini Berdampak Negatif, Khususnya Pariwisata Yogyakarta

Whats New
GNI Ekspor Perdana 13.650 Ton Feronikel ke China Senilai 23 Juta Dollar AS

GNI Ekspor Perdana 13.650 Ton Feronikel ke China Senilai 23 Juta Dollar AS

Rilis
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.