Salin Artikel

Malaysia Bakal Perketat Penjualan dan Penggunaan Rokok Elektrik

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Pemerintah Malaysia berencana memperkenalkan aturan ketat terkait penjualan dan penggunaan rokok elektrik dan vaporizer (vape).

Hal ini sejalan dengan langkah yang dilakukan berbagai negara di dunia untuk melarang perangkat yang kerap dikaitkan dengan kematian dan kecanduan di kalangan muda tersebut.

Dilansir dari The Star Online yang mengutip Reuters, Rabu (2/10/2019), India telah melarang penjualan rokok elektrik pada bulan lalu. India merupakan negara dengan populasi perokok dewasa terbesar kedua di dunia.

Adapun otoritas kesehatan di Amerika Serikat (AS) telah merekomendasikan pelarangan penggunaan rokok elektrik. Ini terjadi setelah ada 12 kasus kematian dan 805 kasus penyakit terkait produk alternatif tersebut.

Malaysia ingin membuat rokok elektrik dan vape bersama-sama dengan produk tembakau di bawah undang-undang tunggal.

Aturan ini akan melarang promosi dan iklan, penggunaan di tempat umum dan digunakan oleh anak di bawah umur. Hal ini diungkapkan Kementerian Kesehatan Malaysia.

"Semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa vape/rokok elektronik masih berbahaya bagi kesehatan manusia. Selain itu, vape/rokok elektronik masih belum terbukti menjadi cara yang efektif untuk berhenti merokok," kata pihak kementerian melalui surat elektrinik.

Kementerian mengatakan sejumlah kasus kematian dan penyakit baru-baru ini terkait  penggunaan rokok elektronik di AS menambah urgensi bagi Malaysia untuk meninjau aturan ini.

Diestimasikan saat ini sebanyak 5 juta warga Malaysia berusia 15 tahun ke atas merupakan perokok, dari total populasi 32 juta jiwa.

Draf final Undang-undang Pengendalian Tembakau dan Merokok yang baru telah selesai dan diserahkan ke Kejaksaan Agung Malaysia untuk tinjauan akhir.

"Kami sangat berharap bahwa undang-undang yang baru dapat diajukan ke parlemen tahun depan," kata kementerian.

Produk tembakau di Malaysia saat ini diatur berdasarkan Undang-Undang Pangan.

Akan tetapi, tidak ada peraturan khusus yang mengatur penjualan dan penggunaan vape dan rokok elektrik.

Namun, larangan cairan vape atau liquid yang mengandung nikotin telah berlaku sejak November 2015.

https://money.kompas.com/read/2019/10/02/145822626/malaysia-bakal-perketat-penjualan-dan-penggunaan-rokok-elektrik

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lindungi Data Penggunanya, Aplikasi Kesehatan Ini Raih ISO 27001

Lindungi Data Penggunanya, Aplikasi Kesehatan Ini Raih ISO 27001

Rilis
Sudah Adakah Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter di Pasar Tradisional? Pedagang: Belum Ada Nih!

Sudah Adakah Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter di Pasar Tradisional? Pedagang: Belum Ada Nih!

Whats New
Kata Direktur DJKN soal Anak Buahnya yang Palsukan Surat Aset Jaminan BLBI

Kata Direktur DJKN soal Anak Buahnya yang Palsukan Surat Aset Jaminan BLBI

Whats New
Kolaborasi Bank Aladin Syariah dan Google Percepat Inklusi Keuangan di Indonesia

Kolaborasi Bank Aladin Syariah dan Google Percepat Inklusi Keuangan di Indonesia

Whats New
IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.600, AMRT, INDY, dan EMTK Pimpin Kenaikan

IHSG Ditutup Menguat ke Level 6.600, AMRT, INDY, dan EMTK Pimpin Kenaikan

Whats New
PLN Punya Utang Rp 430 Triliun

PLN Punya Utang Rp 430 Triliun

Whats New
IKN Pindah, Aset Negara di Jakarta Senilai Rp 300 Triliun akan Disewakan

IKN Pindah, Aset Negara di Jakarta Senilai Rp 300 Triliun akan Disewakan

Whats New
Lagi Jadi Tren, Ini 6 Keuntungan Memakai Rekening Online

Lagi Jadi Tren, Ini 6 Keuntungan Memakai Rekening Online

Spend Smart
Jubir Luhut: Kewarganegaraan Berubah, Ekstradisi Buronan RI di Singapura Tetap Jalan

Jubir Luhut: Kewarganegaraan Berubah, Ekstradisi Buronan RI di Singapura Tetap Jalan

Whats New
Setelah Digital Banking, Siap-siap Metaverse Banking

Setelah Digital Banking, Siap-siap Metaverse Banking

Whats New
Satgas BLBI Akui Ada Aset Pengemplang yang Balik Lagi ke Pemilik Lama

Satgas BLBI Akui Ada Aset Pengemplang yang Balik Lagi ke Pemilik Lama

Whats New
Ada Perjanjian Ekstradisi RI-Singapura, Makin Mudah Kejar Pengemplang BLBI?

Ada Perjanjian Ekstradisi RI-Singapura, Makin Mudah Kejar Pengemplang BLBI?

Whats New
BNI Bakal Sulap Bank Mayora Jadi Bank Digital UMKM

BNI Bakal Sulap Bank Mayora Jadi Bank Digital UMKM

Whats New
Kesepakatan FIR RI-Singapura Dipertanyakan, Ini Kata Jubir Luhut

Kesepakatan FIR RI-Singapura Dipertanyakan, Ini Kata Jubir Luhut

Whats New
Soal Kesepakatan FIR dengan Singapura, Apa Saja Manfaatnya bagi Indonesia?

Soal Kesepakatan FIR dengan Singapura, Apa Saja Manfaatnya bagi Indonesia?

Whats New
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.