Salin Artikel

Cegah Manipulasi Akuntansi, Apa Saja yang Perlu Dilakukan?

JAKARTA, KOMPAS.com - Polemik laporan keuangan Garuda Indonesia dinilai menjadi pengingat terbaik pentingnya upaya pencegahan manipulasi akuntansi.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya manipulasi akuntansi ke kemudian hari. Lantas apa saja caranya?

"Pertama, kita terus mendorong dan meningkatkan kualitas pengawasan kita terhadap profesi keuangan ini," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Hadiyanto, Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Pengawasan yang dimaksud oleh Hadiyanto yakni meliputi kantor akuntan publik (KAP), profesi penilai, hingga profesi akuntan publiknya.

Kedua, peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM) profesi keuangan. Pengawasan saja tidak cukup, perlu perbaikan kualitas SDM agar akuntansi dilaporkan secara benar.

Ketiga, sanksi. Instrumen sanksi dinilai tetap diperlukan agar memberikan efek jera atau setidaknya mengingatkan para profesi keuangan agar tidak melalukan manipulasi akuntansi.

KAP kata dia, harus melaksanakan standar audit dan mematuhi segala kode etik profesi yang berlaku. Bila tidak, maka sanksi harus diberikan.

Namun, apakah perlu sanksi diperberat?

Hadiyanto menilai hal itu tidak diperlukan sebab sanksi yang ada sudah cukup memadai terdiri dari sanksi ringan, sedang dan berat.

"Bagi profesi, sanksi itu sangat berat sebenarnya dirasakan. Kenapa? karena menyangkut reputasi," kata dia.

https://money.kompas.com/read/2019/10/08/181428426/cegah-manipulasi-akuntansi-apa-saja-yang-perlu-dilakukan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.