Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Terjebak dalam Sandwich Generation, dari Mana Akar Masalahnya?

JAKARTA, KOMPAS.com - Mata rantai 'sandwich generation' nampaknya sulit putus di negara dengan nilai-nilai kekerabatan yang kuat seperti Indonesia.

Istilah generasi sandwich sendiri pertama kali diperkenalkan oleh Dorothy Miller dan Elaine Brody, di tahun 1981 melalui jurnal dengan judul 'The 'sandwich' generation: adult children of the aging'.

Istilah ini merujuk pada kondisi seseorang yang terjepit pada dua tanggung jawab keuangan sekaligus.

Yaitu, tanggung jawab finansial menghidupi keluarga sendiri seperti anak dan pasangan. Juga, tanggung jawab finansial menghidupi orang tua atau keluarga besar seperti adik yang masih sekolah. 

Sebenarnya apa yang menyebabkan seseorang terjebak dalam kondisi ini?

Presiden Direktur sekaligus pendiri Jouska.id Aakar Abyasa Fidzuno mengatakan, mata rantai generasi sandwich sendiri bermula karena minimnya pengetahuan keuangan yang diajarkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Salah satu contohnya, kebiasaan orang tua Indonesia memberi uang saku yang jumlahnya kian besar seiring dengan meningkatnya kebutuhan dan bertambahnya usia sang anak.

Hal tersebut akhirnya membawa imbas ke masalah lain. Seiring dengan berjalannya waktu, anak tersebut akhirnya dewasa dan terbiasa dengan pendapatan pasif yang didapatkan dari orang tua. Dirinya pun merasa pendapatan yang didapat di dunia kerja juga harus lebih besar dari yang diberi oleh orang tuanya.

"Rantai dari sandwich generation ini dari ujung ke ujung. Dari mulai kita ngasih uang saku, jadi nggak bisa ngatur duit, hingga akhirnya kita jadi money oriented," ujar Aakar ketika menjadi pembicara dalam Indonesia Knowlede Forum di Jakarta, Rabu (9/10/2019).

Karena beban keuangan yang berlebih, seseorang jadi tidak bisa mengatur keuangan, tidak bisa menabung hingga akhirnya berinvestasi menjadi hal sulit.

Kurangnya pengetahuan mengenai perencanaan keuangan yang baik hingga akhirnya harus menerima ketika terjebak dalam kondisi sandwiched atau terhimpit ini pun dialami Riza Adrian (25).

Riza mengatakan, banyak hal yang harus dia korbankan karena dia harus mengalokasikan sebagian penghasilannya untuk orang tua. Salah satunya tabungan sekolah untuk anaknya yang masih balita.

"Banyak hal yang harus direm, terutama buat hal yang sifatnya keinginan pribadi karena dialokasikan buat orang tua," ujar Riza ketika bercerita kepada Kompas.com.

Aakar mengatakan, fenomena harus menanggung keluarga ini membuat orang-orang Indonesia terjebak pada paham pendapatan atau gaji seseorang akan terus naik.

Tanpa memedulikan berbagai kemungkinan buruk di kemudian hari. Sehingga, dirinya pun tidak siap ketika akhirnya sadar menjadi bagian dari generasi sandwich.

"Isu mengajarkan pada anak kalau uang akan selalu ada dan hidup baik-baik saja itu sudah nggak relevan, banyak orang yang jadi nggak siap dengan sandwich generation," ujar dia.

https://money.kompas.com/read/2019/10/09/165854726/terjebak-dalam-sandwich-generation-dari-mana-akar-masalahnya

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menakar Untung-Rugi Nasabah di Tengah PKPU dan Proses Likuidasi Wanaartha Life

Menakar Untung-Rugi Nasabah di Tengah PKPU dan Proses Likuidasi Wanaartha Life

Whats New
Permintaan AS yang Tinggi, Harga Minyak Dunia Naik 1 Persen

Permintaan AS yang Tinggi, Harga Minyak Dunia Naik 1 Persen

Whats New
Bolehkah Polisi Berpoligami?

Bolehkah Polisi Berpoligami?

Work Smart
Cara Dapatkan Diskon Tiket Kereta Api 10 Persen Khusus Dosen dan Tenaga Pendidik UNPAD

Cara Dapatkan Diskon Tiket Kereta Api 10 Persen Khusus Dosen dan Tenaga Pendidik UNPAD

Spend Smart
Sempat Sentuh Level Tertinggi, Harga Saham BMRI Meningkat 41,3 Persen di 2022

Sempat Sentuh Level Tertinggi, Harga Saham BMRI Meningkat 41,3 Persen di 2022

Whats New
Masuk Bursa Calon Gubernur BI, Sri Mulyani: Kami Fokus Mengerjakan Apa yang Ada

Masuk Bursa Calon Gubernur BI, Sri Mulyani: Kami Fokus Mengerjakan Apa yang Ada

Whats New
Sri Mulyani Bantah Anggaran Penanganan Kemiskinan Rp 500 Triliun Habis untuk Studi Banding dan Rapat

Sri Mulyani Bantah Anggaran Penanganan Kemiskinan Rp 500 Triliun Habis untuk Studi Banding dan Rapat

Whats New
Dua Hari Berturut-turut Melemah, Mampukah IHSG Bangkit Hari Ini?

Dua Hari Berturut-turut Melemah, Mampukah IHSG Bangkit Hari Ini?

Earn Smart
Daftar 10 Saham Paling Banyak Dilepas Asing Kemarin

Daftar 10 Saham Paling Banyak Dilepas Asing Kemarin

Earn Smart
[POPULER MONEY] Aturan Baru PPh Final 0,5 Persen bagi UMKM | Bakal Tutup, JD.ID Beri Diskon Besar-besaran

[POPULER MONEY] Aturan Baru PPh Final 0,5 Persen bagi UMKM | Bakal Tutup, JD.ID Beri Diskon Besar-besaran

Whats New
Ditanya Minat Jadi Pengganti Menteri Pertanian, Bos Bulog: Ini Pekerjaan Saya Lagi Susah

Ditanya Minat Jadi Pengganti Menteri Pertanian, Bos Bulog: Ini Pekerjaan Saya Lagi Susah

Whats New
BERITA FOTO: Sri Mulyani Optimis Pertumbuhan Ekonomi RI di Atas 5 Persen

BERITA FOTO: Sri Mulyani Optimis Pertumbuhan Ekonomi RI di Atas 5 Persen

Whats New
Ada Isu Biaya Haji Naik, Pegadaian Tawarkan Produk Pembiayaan Arrum Haji

Ada Isu Biaya Haji Naik, Pegadaian Tawarkan Produk Pembiayaan Arrum Haji

Rilis
Cara Daftar BBM Subsidi Pertamina Tanpa Aplikasi dan Syaratnya

Cara Daftar BBM Subsidi Pertamina Tanpa Aplikasi dan Syaratnya

Work Smart
BERITA FOTO: Fasilitas Data Center Area31 Resmi Beroperasi

BERITA FOTO: Fasilitas Data Center Area31 Resmi Beroperasi

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+