Salin Artikel

Milenial Sumbang Peran Terbesar dalam Pemanfaatan Teknologi Perbankan

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Keuangan melalui Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) menyebutkan bahwa generasi milenial dan generasi alpha menyumbang peran terbesar dalam pemanfaatan teknologi perbankan.

Menurut data tahun 2018, generasi milenial sampai dengan generasi alpha mengambil peran tertinggi dalam mengadopsi teknologi ponsel cerdas.

Data menunjukkan usia 25 sampai 34 tahun menunjukkan tren kenaikan penggunaan teknologi perbankan.

Tahun 2015, milenial menyumbang penggunaan teknologi perbankan hingga 21,8 persen. Tahun 2016 mengalami kenaikan 36,7 persen dan tahun 2018 kenaikan menjadi 64,3 persen.

Djauhari Sitorus, Head Project Manajemen Office SNKI menyebut, pergeseran minat milenial untuk menggunakan produk perbankan yang memanfaatkan teknologi mengalami pergeseran.

Terbukti pertumbuhan yang signifikan terjadi di tahun 2018, di mana uang elektronik semakin digemari oleh milenial.

Tahun 2018, milenial yang menggunakan uang elektronik berbasis seluler meningkat pesat hingga 6,9 persen dibanding tahun 2016 yang hanya 1,4 persen.

Namun generasi Z yang berada pada usia 15 tahun sampai 24 tahun menunjukkan tren peningkatan lebih tinggi, yakni 8 persen tahun 2018 dan 1,5 persen pada tahun 2016.

“Milenial prekotaan dan pedesaan saya rasa berbeda ya (dalam pemanfaatan teknologi perbankan). Kalau milenial di kota, itu anak muda tidak hanya nabung, tapi juga berinvestasi dan mulai melakukan KPR. Di desa pemanfaatannya lebih kepada beli pulsa untuk pembayaran, transfer ke teman,” kata Djauhari di Hotel Kempinski Jakarta Pusat, Kamis (14/11/2019).

Djauhari juga menjelaskan bahwa produk yang digunakan milenial disesuaikan dengan kebutuhan. Namun kebanyakan mulai beralih ke uang elektronik.

Menurutnya peningkatan penggunaan uang elektronik sudah dimulai sejak awal peluncuran beberapa layanan fintech dan e-commerce di tahun 2017.

“Tiga tahun terakhir inilah (penggunaan uang elektronik mulai meningkat), itu berkat adanya e-commerce dan online shopping,” jelas Djauhari.

Caroline Mangoal, Direktur PT Sentra Riset Inovasi Edukasi Indonesia menyebutkan bahwa perusahaan fintech rata-rata menyasar anak muda dalam sosialisasinya.

Pertumbuhannya juga meningkat signifikan dalam kisaran 2015 sampai 2018, di mana pengguna uang elektronik semakin didominasi kalangan tersebut.

“Kalau non bank seperti OVO nilainya 4,7 persen dan semua electronic money itu kebanyakan digunakan anak muda. Tapi di atas 35 tahun juga pakai,” ujar Caroline.

Caroline menjelaskan, potensi kenaikan di tahun 2020 akan lebih banyak lagi masyarakat yang menggunakan electronic money. Bahkan generasi usia 35 tahun ke atas juga melirik penggunaan uang elektronik ini dalam memudahan transaksi.

“Tapi seharusnya lumayan banyak, dan ini juga seberapa giat para pemain (Fintech) dalam mengambil market akuisisi,” jelasnya.

https://money.kompas.com/read/2019/11/14/125520826/milenial-sumbang-peran-terbesar-dalam-pemanfaatan-teknologi-perbankan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pensiunan TNI dan Polri Bisa Lapor SPTB secara Online Pakai ASABRI Mobile

Pensiunan TNI dan Polri Bisa Lapor SPTB secara Online Pakai ASABRI Mobile

Whats New
Subsidi Perumahan Rp 19,1 Triliun, Sri Mulyani: Angkanya Tidak Kecil, APBN Bekerja Keras

Subsidi Perumahan Rp 19,1 Triliun, Sri Mulyani: Angkanya Tidak Kecil, APBN Bekerja Keras

Whats New
Kurs Rupiah Tembus Rp 15.000 Per Dollar AS, Ekonom: Baru Permulaan

Kurs Rupiah Tembus Rp 15.000 Per Dollar AS, Ekonom: Baru Permulaan

Whats New
Mau Tarik Tunai BCA di Indomaret Terdekat? Cek Syarat dan Biayanya

Mau Tarik Tunai BCA di Indomaret Terdekat? Cek Syarat dan Biayanya

Spend Smart
Menimbang Keberadaan Aplikasi MyPertamina

Menimbang Keberadaan Aplikasi MyPertamina

Whats New
7 Perusahaan Bakal Ikut Produksi Minyakita Rp 14.000 Per Liter

7 Perusahaan Bakal Ikut Produksi Minyakita Rp 14.000 Per Liter

Whats New
Tambah Kapasitas Produksi, Rohto Gelontorkan Dana 10 Juta Dollar AS untuk Perluasan Pabrik

Tambah Kapasitas Produksi, Rohto Gelontorkan Dana 10 Juta Dollar AS untuk Perluasan Pabrik

Rilis
Penyebab Nilai Tukar Rupiah Melemah hingga Tembus Rp 15.000 Per Dollar AS

Penyebab Nilai Tukar Rupiah Melemah hingga Tembus Rp 15.000 Per Dollar AS

Whats New
PGN dan PT Kilang Pertamina Internasional Kolaborasi Bangun Pipa Gas Senipah-Balikpapan

PGN dan PT Kilang Pertamina Internasional Kolaborasi Bangun Pipa Gas Senipah-Balikpapan

Whats New
Sri Mulyani: Ketahanan Pangan RI Aman, tapi Waspada Tekanan Inflasi Pangan

Sri Mulyani: Ketahanan Pangan RI Aman, tapi Waspada Tekanan Inflasi Pangan

Whats New
Vaksin Booster Jadi Syarat Masuk Mal, APPBI Dukung Asalkan Pandemi Cepat Berlalu

Vaksin Booster Jadi Syarat Masuk Mal, APPBI Dukung Asalkan Pandemi Cepat Berlalu

Whats New
IHSG Turun 1,1 Persen, Rupiah Kian Melemah Jadi Rp 15.026 Per Dollar AS

IHSG Turun 1,1 Persen, Rupiah Kian Melemah Jadi Rp 15.026 Per Dollar AS

Whats New
Kemendag Mulai Pasarkan 5.000 Liter Minyakita Rp 14.000 Per Liter Hari Ini

Kemendag Mulai Pasarkan 5.000 Liter Minyakita Rp 14.000 Per Liter Hari Ini

Whats New
Health Insurtech Rey Rilis Asuransi Berbasis Membership, Harga Mulai Rp 35.000 Per Bulan

Health Insurtech Rey Rilis Asuransi Berbasis Membership, Harga Mulai Rp 35.000 Per Bulan

Whats New
Mendag Zulhas: Minyakita Sudah Ada Izin Edarnya, Siapa Saja Bisa Beli

Mendag Zulhas: Minyakita Sudah Ada Izin Edarnya, Siapa Saja Bisa Beli

Whats New
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.