Salin Artikel

Edhy Prabowo Jawab Kekhawatiran Susi Soal Pemanfaatan Kapal Sitaan

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelauan dan Perikanan Edhy Prabowo berencana untuk memberikan kapal yang ditangkap karena menangkap ikan secara ilegal atau illegal fishing kepada nelayan Indonesia.

Hal ini menurut dia berpotensi akan meningkatkan kinerja di sektor perikanan.

Namun, ada kekhawatiran terkait dengan penyalahgunaan kapal tersebut yang mungkin saja akan terjadi.

Kekhawatiran itu sempat diungkapkan oleh mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Dalam sebuah wawancara di stasiun televisi, ia menyebut ada potensi kapal asing yang akan kembali lagi kepada asing jika tidak ditenggelamkan.

Namun Edhy Prabowo meyakini bahwa kekhawatiran Susi itu tidak akan terjadi pada masa jabatannya lima tahun ke depan.

Hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi Edhy untuk lebih meningkatkan pengawasan yang maksimal di pesisir pantai.

“Pada akhirnya keputusan diambil, kalau berpikiran khawatir ya jelas, makanya di tingkat pengawasan kita seperti apa? Saya yakin dengan kemampuan dan kekuatan internal., tetap juga ada rasa kekhawatiran," ungkap Edhy saat konferensi pers di Gedung Mina Bahari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gambir Jakarta Pusat Kamis (14/11/2019).

"Bisa saja anak buah saya di sini mudah dibayar, tiba-tiba ditengah laut transaksi. Sebagai komandan kita harus lebih cerdik dan paham dengan permainan ini,” kata Edhy.

Lebih lanjut Edhy mengatakan, pemberian kapal yang sudah berkedudukan hukum tetap atau inkracht di pengadilan kepada nelayan nantinya akan diberikan pengawasan yang real time.

Artinya, keberadaan kapal bisa dimonitor. Selanjutnya membangun komunikasi dengan Kepolisian, TNI dan Bakamla akan terus dibangun agar program ini bisa berjalan maksimal.

“Kita punya alat pengawas, jika anggaran cukup bisa lihat secara real time keberadaan kapal. Selain itu, komunikasi kami dengan kepolisian juga sangat terbuka. Kami siap lakukan kerja sama sampai ke tengah laut," terang Edhy.

"Dengan Kejaksaan juga saya minta dari aturan hukumnya keputusan terharap kapal yang disita bisa peruntukan (untuk kepentingan) lain atau nelayan. Secara aturan enggak ada masalah. Bakamla dan TNI Angkatan Laut juga saya pikir tidak ada masalah," imbuhnya.

Lebih lanjut Edhy menjelaskan, membangun koordinasi yang baik dengan seluruh instansi, lembaga dan dinas terkait akan memudahkan kerja KKP dalam mengontrol sektor kelautan di Indonesia.

“Kami tetap usaha dan kordinasi. Saya percaya selama niatannya untk kebaikan, banyak yang akan mengawasi dan yang utama kita libatkan adalah nelayan,” jelas Edhy.

https://money.kompas.com/read/2019/11/15/075800226/edhy-prabowo-jawab-kekhawatiran-susi-soal-pemanfaatan-kapal-sitaan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Cara Badan Pangan Nasional Jaga Stabilitas dan Ketersediaan Gula

Ini Cara Badan Pangan Nasional Jaga Stabilitas dan Ketersediaan Gula

Whats New
Cara Bayar Pajak Motor Secara Online, Mudah dan Bisa dari Rumah

Cara Bayar Pajak Motor Secara Online, Mudah dan Bisa dari Rumah

Spend Smart
Cara Daftar Internet Banking BNI dengan Mudah

Cara Daftar Internet Banking BNI dengan Mudah

Spend Smart
Terlalu Banyak Pupuk Kimia, 72 Persen Lahan Pertanian RI Kini Kritis

Terlalu Banyak Pupuk Kimia, 72 Persen Lahan Pertanian RI Kini Kritis

Whats New
Apakah Fasilitas Kendaraan Kantor Termasuk Natura yang Dipajaki?

Apakah Fasilitas Kendaraan Kantor Termasuk Natura yang Dipajaki?

Whats New
Biaya dan Syarat Nikah Terbaru di KUA Tahun 2022

Biaya dan Syarat Nikah Terbaru di KUA Tahun 2022

Spend Smart
Full Cashless, Ini Cara Beli Tiket Kapal Jepara–Karimunjawa 2022

Full Cashless, Ini Cara Beli Tiket Kapal Jepara–Karimunjawa 2022

Spend Smart
Hari Senin Diperkirakan Padat Imbas Rute Baru KRL, 3 Kereta 'Standby' di Bukit Duri

Hari Senin Diperkirakan Padat Imbas Rute Baru KRL, 3 Kereta "Standby" di Bukit Duri

Whats New
Terowongan 'Headrace' Selesai Dibor, Pembangunan PLTA Asahan 3 Capai 55 Persen

Terowongan "Headrace" Selesai Dibor, Pembangunan PLTA Asahan 3 Capai 55 Persen

Whats New
Kereta Api Pertama di Sulawesi Selatan, Jalur Maros-Barru Ditargetkan Beroperasi Oktober 2022

Kereta Api Pertama di Sulawesi Selatan, Jalur Maros-Barru Ditargetkan Beroperasi Oktober 2022

Whats New
Forum B20 Indonesia, Kadin Soroti Permasalahan Pendidikan di Era Digital

Forum B20 Indonesia, Kadin Soroti Permasalahan Pendidikan di Era Digital

Whats New
Kekuatan UKM Lokal dalam Menghidupi Wisata dan Masyarakat Lokal

Kekuatan UKM Lokal dalam Menghidupi Wisata dan Masyarakat Lokal

Smartpreneur
BCA Raih Penghargaan “The Best Overall Big Caps” dari IICD

BCA Raih Penghargaan “The Best Overall Big Caps” dari IICD

Whats New
RUPST PGN 2022 Setujui Deviden 67,8 Persen dari Laba Bersih 2021

RUPST PGN 2022 Setujui Deviden 67,8 Persen dari Laba Bersih 2021

Whats New
Antisipasi Kecelakaan, Tempat Wisata Diminta Sediakan Tempat Istirahat Sopir Bus yang Memadai

Antisipasi Kecelakaan, Tempat Wisata Diminta Sediakan Tempat Istirahat Sopir Bus yang Memadai

Whats New
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.