Salin Artikel

Marketplace Ralali.com Bantu Pedagang Asongan Naik Kelas

JAKARTA, KOMPAS.com - Marketplace business to business Ralali.com mendorong perkembangan pelaku bisnis UMKM.

Chief Operating Officer Ralali.com Alexander Lukman, menyebut pihaknya terus berupaya memberikan solusi yang dibutuhkan secara lengkap di dalam platform Ralali.com.

“Misi kami adalah memberikan kemudahan dalam pemenuhan akses kebutuhan usaha (sourcing), pengembangan usaha (scaling) dan penguatan usaha (sustaining). Kami senantiasa menghadirkan ekosistem digital dengan berbagai fitur terkini untuk menjadi solusi usaha pelaku UMKM,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (25/11/2019).

“Melalui Ralali.com, proses pemenuhan barang usaha (sourcing) lebih lengkap dan sesuai dengan kategori bisnis. Semua tersedia di dalam aplikasi, Usaha dapat terus jalan karena dipermudah dengan ketersediaan akses pembiayaan usaha yang merupakan bagian dari misi Ralali.com yaitu sustaining,” ujar Alex.

Untuk mengoptimalkan layanan, Ralali.com mengakomodir distribusi logistik ke seluruh pembeli atau Sahabat Ralali.com dengan Ralali Kargo, dengan durasi pengiriman maksimal 3 hari.

Selain itu, tantangan modal usaha dapat dijawab dengan pembiayaan melalui finansial teknologi Ralali.com yang dapat dirasakan manfaatkan dalam 5 hari kerja dengan bunga lebih rendah mencapai 1,3 persen.

Saat ini Ralali.com telah menghubungkan 14.000 seller dengan 300.000 jenis produk kepada 700.000 UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia.

Lebih dari itu, Ralali.com telah membantu lebih dari 2.500 UMKM dari sisi pembiayaan usaha. Ralali.com fokus membantu pelaku usaha ritel seperti warung kelontong, warung makan, kios HP, toko elektronik bahkan toko busana.

Salah satu pelaku UMKM yang menikmati bantuan tersebut adalah Maman, yang awalnya bertahan hidup sebagai pedagang asongan namun kini omzet usahanya mencapai Rp 70 miliar per tahun.

Di depan Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Maman menenteng ember berisi aneka minuman dingin.

“Dari subuh sampai sore saya dagang asongan. Dulu enggak punya toko, enggak punya barang yang dijual. Jadi malamnya keliling nawarin barang supplier ke warung-warung. Modal percaya, akhirnya ada (warung) yang mau beli sama saya. Terus saya tenteng sendiri dagangan ke warung-warung,” tutur Maman.

Meski begitu, ia terus memutar otak dengan memperkerjakan 12 orang rekannya untuk berdagang asongan.

“Saya modalin teman-teman untuk dagang asongan. Jadinya saya bisa fokus berjualan ke warung-warung. Setelah 3 tahun akhirnya punya langganan 20 warung. Baru saya berani sewa toko,” ujar Maman.

Toko Maman, begitu ia menamai usahanya, menjual 2.700 jenis produk dari berbagai supplier FMCG (Fast Moving Consumer Goods) dengan omzet per hari sekitar Rp 160 juta atau Rp 5 miliar per bulan dengan melayani retailer offline.

https://money.kompas.com/read/2019/11/25/180200726/marketplace-ralali.com-bantu-pedagang-asongan-naik-kelas

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Biznet Data Center dan Merkle Innovation Luncurkan Solusi Implementasi Private Cloud untuk Industri

Biznet Data Center dan Merkle Innovation Luncurkan Solusi Implementasi Private Cloud untuk Industri

Rilis
Perbedaan Gaji Kotor dan Gaji Bersih yang Perlu Kamu Tahu

Perbedaan Gaji Kotor dan Gaji Bersih yang Perlu Kamu Tahu

Earn Smart
Pemerintah Pulihkan Ratusan Izin Pertambangan yang Sempat Bermasalah

Pemerintah Pulihkan Ratusan Izin Pertambangan yang Sempat Bermasalah

Whats New
Harga Tiket Kereta Wisata Museum Ambarawa, Cara Beli, dan Sejarahnya

Harga Tiket Kereta Wisata Museum Ambarawa, Cara Beli, dan Sejarahnya

Whats New
Rupiah Melemah Tembus Rp 15.100 Per Dollar AS, Sri Mulyani Ungkap Penyebabnya

Rupiah Melemah Tembus Rp 15.100 Per Dollar AS, Sri Mulyani Ungkap Penyebabnya

Whats New
Menteri Keuangan Pakistan Mengundurkan Diri di Tengah Krisis Ekonomi

Menteri Keuangan Pakistan Mengundurkan Diri di Tengah Krisis Ekonomi

Whats New
Para Menteri Pertanian Dunia Akan Bertemu Di Bali, Ini Isu yang Dibahas

Para Menteri Pertanian Dunia Akan Bertemu Di Bali, Ini Isu yang Dibahas

Whats New
Masyarakat Sebut Pertalite 'Harga Baru' Lebih Boros, Ini Penjelasan Pertamina

Masyarakat Sebut Pertalite "Harga Baru" Lebih Boros, Ini Penjelasan Pertamina

Whats New
Bank DKI Pimpin Kredit Sindikasi untuk BFI Finance

Bank DKI Pimpin Kredit Sindikasi untuk BFI Finance

Whats New
Soal Isu Pertalite Lebih Boros, Stafsus Erick Thohir: Itu Hoaks

Soal Isu Pertalite Lebih Boros, Stafsus Erick Thohir: Itu Hoaks

Whats New
Pemerintah Janji Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Pemerintah Janji Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Whats New
Bukan Nagita Slavina, Ini Pemilik Esteh Indonesia yang Layangkan Somasi ke Konsumennya

Bukan Nagita Slavina, Ini Pemilik Esteh Indonesia yang Layangkan Somasi ke Konsumennya

Whats New
BSU Tahap 3 Hari Ini Cair, Simak Cara Cek Status Penyalurannya

BSU Tahap 3 Hari Ini Cair, Simak Cara Cek Status Penyalurannya

Whats New
 Bank BTPN Gandeng Microsoft untuk Atasi Kesenjangan di Bidang Teknologi Informasi

Bank BTPN Gandeng Microsoft untuk Atasi Kesenjangan di Bidang Teknologi Informasi

Whats New
PT KAI Optimistis Kereta Panoramic Meluncur Tahun Ini

PT KAI Optimistis Kereta Panoramic Meluncur Tahun Ini

Whats New
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.