Salin Artikel

Dirut Garuda Tak Hadir Rapat di DPR, karena Kasus Harley Davidson?

Rapat itu menghadirkan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti dan beberapa BUMN terkait, antara lain Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Basuki Trikora Putra, Direktur Komersial AP I Devi Suradji, Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah, dan Direktur Keuangan dan Risiko Garuda Indonesia Fuad Rizal.

Ketidakhadiran Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara yang diwakilkan oleh 2 anggota direksi lainnya disorot oleh salah seorang anggota legislatif di rapat itu.

Sebab, rapat yang membahas BPIH ini semula dilangsungkan untuk mencari titik temu harga yang adil untuk pelayanan jamaah haji. Tidak hadirnya beberapa direksi membuat pengambilan keputusan tidak bisa dilakukan.

Namun, rapat tetap berlangsung membahas komponen mana yang membuat mahalnya pelayanan haji.

"Pak, biasanya rapat tidak bisa diteruskan karena Direktur Utamanya enggak hadir. Biasanya juga hadir, kok," kata Wakil Ketua Komisi VIII Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P)  Ihsan Yunus di Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Ihsan pun bertanya lebih lanjut kepada dua direktur Garuda Indonesia yang hadir, yakni Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah, Direktur Keuangan dan Risiko Garuda Fuad Rizal.

Dia ingin memastikan, ketidakhadiran orang nomor satu di maskapai pelat merah bukan karena adanya masalah yang menjerat Garuda Indonesia belakangan, yakni soal penyelundupan onderdil Harley Davidson dan sepeda Brompton.

"Kenapa tidak hadir? Bukan karena urusan Harley kan," selorohnya disambut tawa para anggota legislatif.

Pertanyaan dari Ihsan Yunus pun segera dibantah oleh Pikri Ilham Kurniansyah selaku Direktur Niaga Garuda Indonesia. Dia bilang, Ari Askhara memang ada urusan lain tapi bukan soal penyelundupan itu.

"Enggak pak," ujarnya singkat.

Setelah itu, rapat akhirnya berlangsung serius dan membahas BPIH jamaah haji tahun 2020. Adapun mahalnya pelayanan haji disinyalir karena banyaknya komponen biaya, terdiri dari biaya operasi langsung, biaya operasi tidak langsung, dan margin.

Biaya langsung antara lain bahan bakar, biaya sewa, biaya asuransi, biaya jasa, biaya parkir, dan biaya pendaratan. Sementara biaya tidak langsung antara lain biaya staff darat, biaya check-in, dan asuransi jamaah untuk risiko di luar penerbangan.

https://money.kompas.com/read/2019/12/05/170316326/dirut-garuda-tak-hadir-rapat-di-dpr-karena-kasus-harley-davidson

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.