Salin Artikel

Simak 6 Cara Ini agar Diskusi Keuangan dengan Anak Tak Berujung Sengit

Apalagi, menurut perencana keuangan Thomas Henske, perdebatan sengit itu akan Anda alami ketika Anda jarang mengadakan obrolan manajemen keuangan secara rutin.

Biasanya, percakapan soal keuangan dimulai ketika anak Anda merengek minta dibelikan sesuatu. Namun, menurut Anda, barang itu sama sekali tidak penting.

Sebelum Anda hilang kesabaran, simak enam cara ini agar obrolan keuangan Anda tak menimbulkan perdebatan sengit.

1. Bertanya, jangan menegur

Thomas Henske menyarankan Anda untuk setidaknya bertanya dan berusaha untuk mengerti ketika anak remaja Anda menginginkan sesuatu. Biarkan mereka mengatakannya tanpa menyela terlebih dahulu.

Kemudian, bersiaplah untuk segala bujukan. Biasanya anak-anak akan membujuk Anda dengan cara apa pun.

Namun, bila Anda merasa barang itu tidak terlalu penting, Anda bisa menasihatinya. Alih-alih menggunakan uang Anda, lebih baik ajarkan dia menabung untuk membeli sesuatu.

"Anda bisa mengatakan, kita tidak seharusnya membelanjakan uang kita seperti itu, tetapi jika kamu ingin menggunakan uang Anda sendiri, silakan," kata Henske dikutip CNBC, Kamis (23/1/2020).
 

2. Biarkan mereka bayar sendiri

Sama seperti poin sebelumnya, biarkan mereka membayar sendiri barang yang ingin mereka beli ketimbang menggunakan uang orang tuanya.

Coba berikan sedikit masukan untuk menabung atau mencari pekerjaan freelance yang tidak mengganggu waktu belajarnya.

"Saya pikir cara itu memberikan pelajaran besar tentang perjuangan. Jika mereka menginginkan sesuatu, mereka harus mengerjakan sesuatu," kata Henske.

Namun, sering kali jumlah yang dibutuhkan tidak terwujud setelah beberapa waktu. Meski demikian, Anda dapat mengapresiasi pekerjaan yang telah mereka perbuat.

3. Lebih transparan

Anda sebagai anggota keluarga harus transparan soal anggaran keluarga kepada anak Anda. Meski tak secara mendetail, beritahukan mereka persentase setiap pengeluaran keluarga.

Misalnya ketika anak Anda tak bisa mengikuti liburan sekolah karena keterbatasan biaya, berikan alasannya. Katakan liburan sekolah bukan satu-satunya cara agar mereka bisa berlibur.

Sebagai gantinya, rencanakan liburan keluarga yang lebih murah. Atau cobalah berikan alasan mana yang lebih baik didapatkan daripada liburan.

"Istilahnya, mereka tahu satu dollar tidak bisa untuk liburan, tapi mereka tahu liburan tidak perlu uang 1.000 dollar," katanya.
 

4. Percaya

Perencana keuangan mendorong Anda untuk memercayakan anak dalam mengelola keuangannya sendiri. Untuk itu, cobalah memberi anak Anda sejumlah uang untuk dikelola.

Pada mulanya memang perlu pengawasan. Sesekali cobalah ajak belanja bersama dan beri tahu berapa persentase yang bisa mereka belanjakan. Dari situ, anak Anda akan mampu berpikir untuk membedakan kebutuhan dan keinginan.

5. Biarkan mereka mengacau

Sesekali biarkan mereka mengacaukan anggaran keuangan prbadinya. Namun, biarkan pula mereka menanggung akibatnya. Misalnya, terlalu banyak jajan hari ini, siap-siap mereka harus membawa bekal ke sekolah karena uangnya mulai menipis.

6. Jangan katakan apa pun

Ketika berbicara soal manajemen uang, anak Anda pasti akan meracau terus-menerus. Jika Anda menimpali, kadang mereka akan semakin meracau.

Untuk itu, cobalah menanggapinya dengan diam. Biasanya, anak Anda akan mengerti maksudnya dan biarkan mereka berpikir ulang soal sikap Anda.

https://money.kompas.com/read/2020/01/23/113000826/simak-6-cara-ini-agar-diskusi-keuangan-dengan-anak-tak-berujung-sengit

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.