Salin Artikel

Mendag AS: Wabah Corona Bisa Dongkrak Lapangan Kerja di Negeri Paman Sam

Dalam sebuah wawancara dengan televisi setempat yang dikutip oleh BBC, Jumat (31/1/2020) Ross mengatakan wabah virus yang telah ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai status gawat darurat kesehatan global bisa mendongkrak pertumbuhan pekerjaan di kawasan Amerika bagian utara.

Hingga saat ini, persebaran wabah virus corona yang begitu cepat telah menimbulkan kekhawatiran bakal berdampak terhadap perekonomian China dan global.

Pernyataan Ross tersebut mendapat kecaman dari para kritikus pemerintahan Presiden Donald Trump.

Di dalam sebuah wawancara dengan Fox Business mengenai risiko wabah terjadap perekonomian Amerika Serikat, Ross tak menilai dirinya tidak ingin mengungkapkan dampak dari wabah yang telah menyababkan ratusan jiwa meninggal dan ribuan lainnya terinfeksi.

"Saya tidak ingin membicarakan kemenangan atas penyakit yang sangat disayangkan dan sangat ganas ini," ujar dia.

"Namun faktanya adalah, hal tersebut memberikan pertimbangan-pertimbangan bagi dunia bisnis dan meninnjau ulang rantai pasokan mereka. Jadi saya pikir inni akan mengembalikan pertumbuhan pekerjaan di kawasan Amerika Utara," ujar dia.

Departemen Perdagangan Amerika Serikat pun kemudian memberikan keterangan atas pernyataan Ross tersebut.

Mereka mengatakan, hal pertama yang menjadi perhatian pemerintah adalah mengendalikan persebaran virus dan membantu para korban penyakit tersebut.

"Penting juga untuk mempertimbangkan konsekuensi melakukan bisnis dengan negara yang memiliki sejarah panjang dalam menutupi risiko bagi rakyatnya sendiri dan seluruh dunia," ujar juru bicara Departemen Perdagangan.

Sebagai informasi, setidaknya 213 orang telah meninggal akibat virus Corona yang pertama muncul di Wuhan, Provinsi Hubei China. Virus tersebut telah tersebar ke 18 negara lain di dunia.

Para ekonom mengatakan virus corona jenis baru tersebut bisa memiliki dampak yang lebih besar pada ekonomi dunia daripada epidemi sindrom pernafasan akut parah (SARS).

Pada tahun 2002-2003 lalu SARS telah menginfeksi lebih dari 8.000 orang dan menyebabkan lebih dari 700 kematian dan diperkirakan menyebabkan perekonomian rugi hingga 30 miliar dollar AS.

Saat ini, virus corona telah membuat banyak perusahaan global termasuk raksasa teknologi, produsen mobil dan perusahaan manufaktur lain untuk sementara waktu ditutup di China.

Pasalnya, China saat ini tengah merayakan Tahun Baru Imlek yang diperpanjang dan pembatasan perjalanan hampir di seluruh negeri.

https://money.kompas.com/read/2020/01/31/144001026/mendag-as-wabah-corona-bisa-dongkrak-lapangan-kerja-di-negeri-paman-sam

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.