Salin Artikel

4 Sifat "Buruk" Milenial yang Bisa Berguna untuk Bisnis

Namun, milenial juga tak kalah dengan pendahulunya karena dinilai inovatif dan kreatif. Dua hal tersebut sangat berguna untuk menjadi seorang entrepreneur.

Sering mencoba hal baru tanpa takut resiko yang dihadapi dilakukan seorang milenial untuk menemukan jati diri. Sehingga terkadang, tak jarang beberapa sifat tersebut dianggap buruk bagi sebagian orang.

Namun ternyata, sifat-sifat tersebut tidak selamanya buruk, loh. Dilansir dari Entrepreneur, berikut beberapa stereotip sifat buruk milenial yang ternyata bisa menguntungkan untuk menjadi seorang pebisnis.

1. Tidak Sabaran

Generasi milenial dikenal dengan sifat yang tidak sabaran. Ketika menginginkan sesuatu, milenial akan berusaha untuk mendapatkan keinginan tersebut sesegera mungkin. Hal ini tentunya merupakan hal yang baik untuk modal menjadi seorang entrepreneur.

Rasa tidak sabar tersebut bisa mendorong seseorang untuk maju untuk mencapai keinginannya. Seorang entrepreneur yang memiliki rasa tidak sabaran bisa menjadi semakin maju dalam menjalankan bisnisnya karena ia tidak suka menunda-nunda pekerjaannya.

Apa yang ada di pikirannya langsung dilakukan saat itu juga, walau mungkin terlihat berisiko karena terlihat gegabah. Namun jika rasa tidak sabaran tersebut bisa dikontrol dengan baik, maka akan sangat membantu generasi milenial menjadi seorang entreprenenur yang sukses di kemudian hari.

2. Menyukai Ketenaran dan Keberuntungan

Generasi milenial sangat menyukai yang namanya ketenaran dan juga keberuntungan. Hal ini dikarenakan siaran TV yang sering dilihat oleh para kaum milenial yang menggambarkan bahwa ketenaran dan keberuntungan akan membawa seseorang menjadi sukses.

Hal yang membuat ini menjadi positif adalah kaum milenial jadi memiliki rasa percaya diri pada diri mereka sendiri.

Milenial yakin dan percaya bahwa dirinya mampu meraih mimpi dan visinya untuk menjadi seorang yang sukses.

3. Terobsesi dengan Dunia Maya

Pengakses terbesar dari dunia maya jelas adalah generasi milenial, entah itu media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, Youtube, dan sebagainya. Beberapa orang mungkin mengira dan beranggapan bahwa terobsesi dengan dunia maya adalah hal yang negatif.

Namun ternyata jika diperhatikan lebih dalam, ada sisi positifnya, loh! Terutama bagi kaum milenial yang ingin menjadi seorang entrepreneur. Milenial bisa menemukan dan mendapatkan relasi dari dunia maya.

Jadi ketika milenial membuka bisnis, ia tidak kesusahan lagi dalam mencari relasi yang dibutuhkan. Selain itu, dengan adanya dunia maya membuat milenial mudah menemukan inspirasi dan ide yang bisa digunakan untuk bisnisnya.

4. Kurang pengalaman tapi semangat menggebu

Sebagai seseorang yang masih berada di muda, tentunya pengalaman milenial tidak serta merta bisa dibandingkan dengan mereka yang sudah berumur. Namun dengan minimnya pengalaman dan mengalami urusan orang dewasa, milenial bisa menjadi seorang entrepreneur yang baik.

Hal ini karena milenial tidak perlu memikirkan mengenai istri, suami atau anak serta tanggungan beban keluarga. Milenial masih memiliki semangat yang menggebu-nggebu sehingga hal ini akan berguna bagi bisnis yang kelak mereka jalankan karena ia bisa berfokus di bisnisnya sendiri.

https://money.kompas.com/read/2020/02/04/163604626/4-sifat-buruk-milenial-yang-bisa-berguna-untuk-bisnis

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.