Salin Artikel

Ada Karyawan yang Tak Butuh Promosi Jabatan, Lalu Apa Inginnya?

Namun demikian, banyak pekerja yang berbakat namun tidak memiliki minal untuk mengelola orang lain, atau bertanggung jawab atas kerja tim. Bagi mereka, promosi yang membuat harus memimpin di dalam sebuah tim bisa saja menghilangkan rasa senang sekaligus membuat mereka tak lagi melakukan hal-hal yang mereka inginkan.

Naik ke jabatan yang lebih tinggi juga dinilai bisa melukai perusahaan jika ternyata promosi jabatan tersebut tidak membuat kelompok yang dipimpin menjadi lebih baik. Sebab, manajer yang buruk biasanya menjadi alasan mengapa pegawai memilih untuk keluar dari sebuah perusahaan.

Namun demikian, individu yang berkontribusi baik terhadap perusahaan namun tidak ingin menjadi seorang manajer tetap menginginkan peningkatan upah dan profesionalitas dari apa yang mereka kerjakan.

Lalu, apa yang harus dilakukan perusahaan?

Dikutip dari CNN, Jumat (7/2/2020) Presiden dan CEO Society for Human Resource Management mengatakan perusahaan perlu mempertimbangkan berbagai ragam baru dalam mempromosikan karyawan.

"Ada dua tangga untuk promosi, yang pertama dalam bentuk kompensasi, dan yang kedua adalah promosi untuk menjadi pemimpinin. Seseorang yang bisa berkontribusi secara individu tak melulu menginginkan kontrol, namun mereka harus bisa melihat masa depan mereka yang lebih baik," ujar Taylor.

Lebih lanjut, perusahaan juga perlu fokus dalam melihat kemampuan apa yang bisa dilanjutkan dan dikembangkan oleh pegawainya agar mereka bisa tetap bertahan. Hal tersebut lebih penting dibandingkan dengan upah yang lebih besar.

Presiden Work Institute Danny Nelms mengatakan perusahaan yang tidak menawarkan kesempatan untuk pegawainya tumbuh bisa memunculkan risiko bagi mereka untuk berangsur pergi.

"Jika Anda tidak dipandang sebagai perusahaan yang berinvestasi agar pekerja Anda terus tumbuh, Anda tidak akan menarik bagi orang-orang yang Anda butuhkan," ujar dia.

Head of Investment of People and Performance Research di ADP Research Insititute Marcus Buckingham mengatakan, setiap pekerja yang tidak tertarik untuk posisi-poisisi manajerial harus selalu bertanya kedapa perusahaan mereka mengenai kesempatan promosi yang lain.

"Apakah Anda memiliki rute alternatif untuk menghasilkan lebih banyak uang dan mencapai lebih banyak prestise dalam pekerjaan ini?" ujar Buckingham.

"Itu salah satu pertanyaan paling penting untuk menilai efektivitas organisasi," lanjut dia.

Di beberapa sektor tertentu, rute-rute itu promosi alternatif tersebut sudah ada, setidaknya untuk mereka yang memang ahli di bidangnya. Tak jarang, orang-orang tersebut justru mendapatkan gaji yang lebih besar dari bosnya.

Misalnya, seorang ahli bedah terkenal di dunia mungkin menghasilkan lebih dari kepala departemen atau pimpinan rumah sakitnya. Hal yang sama berlaku untuk pelatih sepak bola bintang yang bisa menghasilkan lebih dari pimpinan sebuah universitas, atau tokoh media yang gajinya dapat melebihi gaji beberapa eksekutif.

https://money.kompas.com/read/2020/02/07/142120626/ada-karyawan-yang-tak-butuh-promosi-jabatan-lalu-apa-inginnya

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Mulai Waspada, Konflik Rusia-Ukraina Bisa Kerek Inflasi Tinggi

Pemerintah Mulai Waspada, Konflik Rusia-Ukraina Bisa Kerek Inflasi Tinggi

Whats New
Warga Boleh Lepas Masker di Ruang Terbuka, DPR: Jangan Lengah

Warga Boleh Lepas Masker di Ruang Terbuka, DPR: Jangan Lengah

Whats New
Kalbe Farma dan Ecossential Food Corp Bentuk Perusahaan Join Venture di Filipina

Kalbe Farma dan Ecossential Food Corp Bentuk Perusahaan Join Venture di Filipina

Rilis
Prokes Kembali Dilonggarkan, Kemenhub Terbitkan SE Perjalanan Dalam dan Luar Negeri Terbaru

Prokes Kembali Dilonggarkan, Kemenhub Terbitkan SE Perjalanan Dalam dan Luar Negeri Terbaru

Whats New
Harga Komoditas Naik, Kemenkeu 'Pede' Nilai Ekspor Tumbuh Tinggi Sepanjang 2022

Harga Komoditas Naik, Kemenkeu "Pede" Nilai Ekspor Tumbuh Tinggi Sepanjang 2022

Whats New
East Ventures Dorong Ekonomi Inklusif melalui Investasi Berkelanjutan

East Ventures Dorong Ekonomi Inklusif melalui Investasi Berkelanjutan

Rilis
Cara Daftar Mobile Banking Bank Papua di ATM dan HP

Cara Daftar Mobile Banking Bank Papua di ATM dan HP

Spend Smart
Kemenkop UKM Dorong Koperasi Miliki Pabrik Minyak Goreng

Kemenkop UKM Dorong Koperasi Miliki Pabrik Minyak Goreng

Rilis
Libur Panjang Waisak, AP I Layani 651.474 Penumpang

Libur Panjang Waisak, AP I Layani 651.474 Penumpang

Whats New
BPJS Kesehatan: Negara Bertanggung Jawab Kembangkan Sistem Jaminan Sosial

BPJS Kesehatan: Negara Bertanggung Jawab Kembangkan Sistem Jaminan Sosial

Whats New
Soal Penangkapan Lin Che Wei, Kemenko Perekonomian: Sudah Tidak Menjabat Anggota Tim Asistensi Sejak Maret 2022

Soal Penangkapan Lin Che Wei, Kemenko Perekonomian: Sudah Tidak Menjabat Anggota Tim Asistensi Sejak Maret 2022

Whats New
Foto Erick Thohir 'Mejeng' di ATM Bank BUMN, Ini Kata Komisi VI DPR

Foto Erick Thohir "Mejeng" di ATM Bank BUMN, Ini Kata Komisi VI DPR

Whats New
IHSG Menguat Pada Penutupan Sesi I Perdagangan, Rupiah Melemah

IHSG Menguat Pada Penutupan Sesi I Perdagangan, Rupiah Melemah

Whats New
Bundamedik Catat Pendapatan Rp 1,7 Triliun pada 2021

Bundamedik Catat Pendapatan Rp 1,7 Triliun pada 2021

Rilis
OJK Terbitkan Peraturan Baru tentang Perlindungan Konsumen

OJK Terbitkan Peraturan Baru tentang Perlindungan Konsumen

Whats New
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.