Salin Artikel

Karena Wabah Corona, China Lahirkan Lebih Banyak Miliarder, Kok Bisa?

Bahkan, kekayaan mereka juga meningkat meskipun muncul wabah virus corona.

Wilayah Greater China, termasuk Hong Kong dan Taiwan, menciptakan 182 miliarder baru hingga akhir Januari, sehingga totalnya menjadi 799, menurut Hurun Global Rich List 2020 yang dirilis pada Rabu. Sementara AS hanya menciptakan 59 miliarder baru.

Wabah virus corona baru di China telah memukul perekonomian terbesar kedua di dunia itu, tetapi juga justru mengangkat nilai saham perusahaan-perusahaan China yang bergerak di bidang pendidikan daring, game daring, dan vaksinasi, kata laporan tersebut seperti dikutip Reuters via Antara, Kamis (27/2/2020).

Akibat sebagian besar warga China terjebak di rumah karena karantina dan pembatasan perjalanan, permintaan untuk layanan online pun telah melonjak, membuat dompet miliarder seperti Robin Li dari Baidu, pemilik platform video daring populer iQiyi, semakin tebal.

Nilai kekayaan pengusaha kesehatan yang berspesialisasi dalam vaksinasi juga meningkat, termasuk An Kang dari Hualan Biological Engineering dan Jiang Rensheng dari Zhifei Biological Products.

"China saat ini memiliki lebih banyak miliarder daripada AS dan India," kata Rupert Hoogewerf, pendiri dan Ketua Hurun Report. Sementara itu, Amerika Serikat memiliki 629 miliarder dan India 137 miliarder.

Miliarder pendatang baru China di antaranya Cheng Xianfeng, pemilik perusahaan pembuat obat Yifan Xinfu Pharmaceutical; dan Shen Ya, pemilik pengecer diskon daring Vipshop.

Pada tahun lalu hingga akhir Januari 2020, saham-saham teknologi di China melonjak 77 persen dan perusahaan farmasi China naik 37 persen mengalahkan kenaikan 16 persen pada saham dunia.


Miliarder AS

Sementara itu, para taipan AS masih memimpin daftar orang terkaya dunia, dengan pendiri Amazon.com Jeff Bezos mempertahankan posisi teratas untuk tahun ketiga dengan kekayaan 140 miliar dollar AS.

Jack Ma dari raksasa e-commerce China, Alibaba Group, menjadi miliarder terkaya China dengan kekayaan 45 miliar dollar AS dan berada di urutan ke-21 orang terkaya dunia, tetapi ia diambil alih oleh Elon Musk dari Tesla karena melonjaknya saham pembuat mobil listrik itu di AS.

Teknologi diikuti oleh properti, manufaktur, modal, dan ritel sebagai sumber utama kekayaan selama setahun terakhir.

Terlepas dari perang dagang AS-China, Ren Zhengfei, pendiri raksasa telekomunikasi Huawei Technologies yang bermarkas di Shenzhen, masuk daftar hitam oleh Pemerintah AS, melihat kekayaan pribadinya meningkat 7 persen menjadi 3 miliar dollar AS, kira-kira setara dengan yang dimiliki Presiden AS Donald Trump.

Beijing adalah ibu kota miliarder dunia untuk tahun kelima, dengan 110 miliarder, dibandingkan 98 miliarder di New York. Shanghai menggeser Hong Kong menempati urutan ketiga.

https://money.kompas.com/read/2020/02/27/110600626/karena-wabah-corona-china-lahirkan-lebih-banyak-miliarder-kok-bisa

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.