Salin Artikel

Bahan Baku Langka, BUMN Ini Stop Produksi Masker

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi telah mengumumkan kasus positif virus corona atau Covid-19 di Indonesia. Tercatat, ada dua orang WNI yang terjangkit wabah yang menyebar dari China itu.

Merebaknya virus corona di China, ikut berimbas pada ketersediaan pasokan bahan baku masker untuk produsen masker di Indonesia. Salah satunya PT Nusantara Rajawali Indonesia (RNI).

Lewat anak usahanya, PT Rajawali Nusino, RNI selama dikenal sebagai BUMN yang memproduksi berbagai macam alat kesehatan, salah satunya masker.

"Kita memang saat ini belum bisa produksi masker, karena bahan baku dari China. Kita sedang pending order (bahan baku) untuk 25 juta pieces," jelas Sekretaris Perusahaan Nusindo Sofyan Effendi kepada Kompas.com, Senin (2/3/2020).

Kondisi pasokan bahan baku dari China yang langka, membuat fasilitas produksi masker di Yogyakarta untuk sementara waktu berhenti berproduksi.

Dalam memproduksi masker, RNI menggandeng PT Maesindo. Kapasitas produksi masker mencapai 10 juta pieces. Beberapa waktu lalu, RNI juga sempat mengekspor 3 juta lembar masker ke China untuk membantu penanggulangan corona.

Menurutnya, masker yang diproduksi RNI Group memiliki spesifikasi tinggi seperti untuk kebutuhan surgery (operasi). Masker jenis ini pula yang banyak dipakai oleh petugas kesehatan di China untuk menangani pasien virus corona.

"Jadi masker yang kita produksi memang masker khusus. Ada tiga lapisan masker yang diproduksi pabrik kita di Yogyakarta, nah lapis kedua itu yang bahan terbaiknya saat ini didatangkan dari China, dan itu 70 persen (bahan baku). Sudah sekitar sebulan kita belum bisa produksi lagi," jelasnya.

Sofyan menguraikan, di tengah lonjakan permintaan masker dalam negeri, RNI Group terus berupaya mencoba mencari pemasok lain bahan baku masker selain dari China.

"Kita masih cari pemasok lain selain dari China. Tapi belum dapat, karena memang spesifikasi bahan bakunya sangat khusus," terang Sofyan.

Distribusi alat-alat kesehatan termasuk masker sendiri berkontribusi 27 persen dari total laba Rajawali Nusindo.

Produsen tak naikkan harga masker

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (Aspaki), Ahyahudin Sodri, menegaskan kalau pabrikan masker di Indonesia tidak menaikkan harga saat kekhawatiran wabah virus corona.

"Kami sebagai produsen tidak menaikan harga penjualan," kata Ahyahudin.

Sebaliknya, pihaknya prihatin harga masker yang dijual di pasaran melonjak tajam. Selain itu, produsen masker juga sepakat menghentikan ekspor dan fokus memenuhi permintaan masker dalam negeri.

"Kami sebagai Produsen, sangat prihatin, jika ada pihak yang mengambil aksi untung dari tingginya permintaan masker," ujar Ahyahudin.

"Permintaan masker meningkat satu setengah sampai dua kali lipat. Anggota Aspaki fokus melayani permintaan dalam negeri daripada permintaan ekspor," katanya lagi.

Diungkapkannya, saat ini produsen alat kesehatan di Indonesia cukup kewalahan memenuhi lonjakan permintaan masker. Opsi impor juga sulit dilakukan, mengingat masker di negara lain juga mengalami kelangkaan.

"Berdasarkan data yang kami miliki, ada 7 anggota Aspaki yang memproduksi masker. Perusahaan-perusahaan tersebut telah meningkat kapasitas produksi mereka," ucap Ahyahudin.

https://money.kompas.com/read/2020/03/02/170000926/bahan-baku-langka-bumn-ini-stop-produksi-masker

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Bakal Bangun Pelabuhan Baru di Batam, Lebih Besar dari Tanjung Priok

Pemerintah Bakal Bangun Pelabuhan Baru di Batam, Lebih Besar dari Tanjung Priok

Whats New
Viral Tarif Parkir di Malioboro Rp 350.000, Sandiaga Uno: Ini Berdampak Negatif, Khususnya Pariwisata Yogyakarta

Viral Tarif Parkir di Malioboro Rp 350.000, Sandiaga Uno: Ini Berdampak Negatif, Khususnya Pariwisata Yogyakarta

Whats New
GNI Ekspor Perdana 13.650 Ton Feronikel ke China Senilai 23 Juta Dollar AS

GNI Ekspor Perdana 13.650 Ton Feronikel ke China Senilai 23 Juta Dollar AS

Rilis
'Travel Bubble' Indonesia-Singapura, Sandaiga Uno: Tahap Awal 50-100 Wisatawan

"Travel Bubble" Indonesia-Singapura, Sandaiga Uno: Tahap Awal 50-100 Wisatawan

Whats New
Kerap Dipandang Negatif, Apa Itu Outsourcing?

Kerap Dipandang Negatif, Apa Itu Outsourcing?

Work Smart
Ini Tingkat Imbalan Sukuk Negara yang Akan Dilelang Besok

Ini Tingkat Imbalan Sukuk Negara yang Akan Dilelang Besok

Earn Smart
Sri Mulyani: Kenaikan Utang RI Lebih Terukur Dibandingkan Negara Maju

Sri Mulyani: Kenaikan Utang RI Lebih Terukur Dibandingkan Negara Maju

Whats New
Produk Baja RI Bebas Bea Masuk Anti Dumping ke India

Produk Baja RI Bebas Bea Masuk Anti Dumping ke India

Whats New
Erick Thohir: Proyek DME Bakal Pangkas Impor LPG 1 Juta Ton per Tahun

Erick Thohir: Proyek DME Bakal Pangkas Impor LPG 1 Juta Ton per Tahun

Whats New
Erick Thohir: Gasifikasi Batu Bara Beri Nilai Tambah untuk Perekonomian Nasional

Erick Thohir: Gasifikasi Batu Bara Beri Nilai Tambah untuk Perekonomian Nasional

Whats New
Terus Merosot, Harga Bitcoin Sudah Turun Hampir 50 Persen dari Level Tertinggi

Terus Merosot, Harga Bitcoin Sudah Turun Hampir 50 Persen dari Level Tertinggi

Earn Smart
Kasus Omicron Meningkat, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Dilaksanakan

Kasus Omicron Meningkat, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Dilaksanakan

Whats New
Menteri Teten: Kacang Koro Pedang Jadi Alternatif Atasi Ketergantungan Impor Kedelai

Menteri Teten: Kacang Koro Pedang Jadi Alternatif Atasi Ketergantungan Impor Kedelai

Whats New
Rencana Buyback Saham BRI Diyakini Tidak Pengaruhi Kondisi Keuangan Perseroan

Rencana Buyback Saham BRI Diyakini Tidak Pengaruhi Kondisi Keuangan Perseroan

Whats New
KPPU Sarankan Pemerintah Cabut Regulasi yang Menghambat Industri Minyak Goreng

KPPU Sarankan Pemerintah Cabut Regulasi yang Menghambat Industri Minyak Goreng

Whats New
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.