Salin Artikel

Hadapi Risiko Corona, Bank Sentral AS Pangkas Suku Bunga

Dikutip dari CNN, langkah tersebut dilakukan untuk memberi 'kejutan' kepada ekonomi AS yang tengah loyo akibat kekhawatiran wabah virus corona.

Langkah yang diumumkan secara tiba-tiba ini merupakan yang pertama kalinya oleh Federal Reserve setelah krisis 2008. Pemangkasan ini pun juga yang terbesar sejak krisis keuangan melanda 10 tahun yang lalu.

Adapun saat ini suku bunga acuan Federeal Reserve berada di kisaran 1 persen dan 1,25 persen.

Dalam keterangan tertulisnya bank sentral menyatakan meski secara fundamental perekonomian Amerika Serikat masih kuat, virus corona meningkatkan risiko di dalam aktifitas perekonomian.

Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat Jerome Powell pun mengutarakan hal itu ketika memberikan keterangan pers.

"Kami melihat risiko terhadap prospek ekonomi dan memilih untuk bertindak," kata Powell.

Dia pun menambahkan saat ini pasar keuangan masih berfungsi secara normal dan ekonomi terus berkinerja baik.

Selain itu, Powell berharap kondisi perekonomian Amerika Serikat pulih sepenuhnya setelah wabah berakhir.

Langkah bank sentral merupakan hal yang mengejutkan bagi pasar. Meski, pada perdagangan Senin (2/3/2020) lalu pasar saham Amerika Serikat Wall Street sempat melonjak dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral.


Namun demikian, realisasi pemangkasan suku bunga bisa jadi menandakan prospek perekonomian AS lebih berbahaya dibanding perkiraan sebelumnya.

Pasalnya pada perdagangan Selasa (4/3/2020) pasar saham AS kembali jeblok dengan indeks Dow Jones Industral Average terkoreksi hingga 608 poin pada titik terendahnya.

"Saya pikir tidak ada yang tahu berapa lama," kata Powell, merujuk pada potensi kerusakan ekonomi yang disebabkan oleh virus corona.

"Namun saya tahu ekonomi AS kuat dan kita akan sampai ke sisi lain dari ini dan kembali ke pertumbuhan yang solid dan pasar tenaga kerja yang solid juga."

Meskipun penurunan suku bunga tidak akan menyembuhkan infeksi atau memperbaiki rantai pasokan yang rusak, namun Powell menjelaskan dengan pemangkasan diharapkan bisa membantu meningkatkan kepercayaan rumah tangga serta bisnis.

Selain itu, hingga saat ini risiko virus corona terhadap perekonomian AS masih belum diketahui. Namun Powell mengatakan perlambatan pertumbuhan akibat virus belum terasa meski beberapa industri seperti travel sudah melaporkan kerugian pada bisnis mereka.

Powell juga mengatakan bank sentral tidak membahas segala bentuk stimulus lain. Meski pasar mengharapkan Fed untuk terus memangkas suku bunga lebih lanjut untuk menghadapi virus corona.

https://money.kompas.com/read/2020/03/04/080100626/hadapi-risiko-corona-bank-sentral-as-pangkas-suku-bunga

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.