Salin Artikel

Kekeringan di Samosir Capai 2.007 Hektar, Kementan Turun Tangan

KOMPAS.com – Kekeringan melanda Kabupaten Samosir, Sumatera Utara (Sumut) yang berdampak pada lahan seluas 2.007 hektar (ha) di enam kecamatan.

Keenamnya adalah Kecamatan Simanindo seluas 217 ha, Palipi seluas 400 ha, Nainggolan seluas 500 ha, Onanrunggu seluas 240 ha, Pangururan seluas 500 ha, dan Ronggurnihuta seluas 150 ha.

Kementerian Pertanian (Kementan) pun siap memberi bantuan mitigasi yang dibutuhkan. Pemerintah Daerah (Pemda) juga diimbau segera mengoordinasikan kebutuhan sarana dan prasarana.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir sendiri telah menerjunkan tim terpadu untuk mengatasi kekeringan itu.

Tim terpadu itu terdiri dari Dinas Pertanian yang bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Pemerintah Kecamatan, dan Pemerintah Desa.

Tugas tim adalah mengerahkan seluruh pompa air pertanian untuk membantu mengatasi kekeringan lahan persawahan akibat sudah tibanya kemarau panjang.

Pompanisasi itu dilakukan di Desa Rianiate dengan luas lahan sekitar 40 ha dengan 2 unit pompa dan Desa Sigaol Sombolon dengan luas lahan 100 ha dengan 1 unit pompa besar berkapasitas 50 liter per detik.

Ada pula Desa Palipi dengan luas lahan 120 hektar dengan 1 unit pompa besar, Desa Pangaloan dengan luas lahan 15 hektar dengan 1 unit pompa, Desa Harian dengan luas lahan 4 ha dengan 1 unit pompa, dan Desa Pardugul dengan luas lahan sekitar 40 ha.

"Semoga mesin pompa yang disuplai pemerintah ini dapat meringankan pekerjaan petani dan membawa hasil panen yang baik, walau dengan kondisi cuaca yang cukup ekstrem saat ini,” kata Kepala Dinas (Kadis) Kominfo Rohani Bakara dalam keterangan tertulis, Jumat (20/3/2020).

Pihaknya juga siap memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Samosir, terutama pada pengembangan pertanian dan pengolahan sawah.

Pemkab Samosir juga menyerahkan 100 unit mesin pompa portable pada sejumlah kelompok tani.

Respons Kementan

Sementara itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan, pihaknya siap membantu petani dan penyediaan infrastruktur di daerah terdampak kekeringan.

Ada empat bantuan yang akan diserahkan Kementan. Pertama adalah pompanisasi dan pipanisasi untuk menarik ari dari sumbernya, baik sungai atau mata air.

Sarwo Edhy melanjutkan, beberapa daerah pernah dilakukan pompanisasi untuk menarik air dari sungai, seperti Indramayu, Cirebon, Brebes, dan Tegal.

"Ini bisa menyelamatkan lahan sawah yang terancam gagal panen. Bila Kabupaten Samosir juga membutuhkan, silakan ajukan permintaannya," kata dia.

Bantuan kedua, sambung Dirjen PSP Kementan, adalah pembangunan embung atau long storage yang bisa menampung air saat musim hujan dan mengalirkan ke sawah jika dibutuhkan.

“Selanjutnya adalah sumur bor yang dalamnya bisa mencapai 60 meter. Ini cukup membantu dalam mengatasi kekeringan,” ujar Sarwo Edhy.

Keempat adalah program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), sehingga jika lahan padi petani mengalami kekeringan hingga 70 persen, mereka akan dapat ganti rugi sebesar Rp 6 juta per ha per musim.

"Sehingga petani tidak perlu lagi was-was mengalami gagal panen karena kekeringan. Karena dari klaim bisa jadi modal menanam kembali," tambah Sarwo Edhy.

https://money.kompas.com/read/2020/03/20/201248126/kekeringan-di-samosir-capai-2007-hektar-kementan-turun-tangan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.