Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Bagaimana Nasib Rupiah di Awal Pekan? Ini Proyeksinya

Sementara dalam sepekan, mata uang garuda ini tercatat sudah mengalami koreksi hingga 8 persen dari penutupan perdagangan pekan lalu yang berada di Rp 14.770 per dolar AS.

Setali tiga uang, rupiah di kurs tengah Bank Indonesia (BI) juga loyo. Rupiah ditutup di level Rp 16.273 per dolar AS. Kurs Jisdor ini melemah 9,84 persen dalam sepekan terakhir.

Mengawali pekan ini, diperkirakan virus corona masih akan menjadi sentimen utama penggerak rupiah.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyebut, setiap data yang menunjukkan bahwa pertumbuhan kasus virus corona di Indonesia meningkat, disusul dengan peningkatan korban meninggal akan menggerus nilai tukar rupiah.

“Sentimen pasar di hari Senin (23/3/2020) masih akan tergantung dari kebijakan pemerintah yang diambil pada akhir pekan terkait wabah ini. Selain itu, kondisi dari penanganan virus corona di AS dan Eropa juga akan berpengaruh,” jelas Josua kepada Kontan.co.id, Minggu (22/3/2020).

Dengan kondisi tersebut, Josua memperkirakan rupiah memiliki potensi melanjutkan pelemahan pada esok hari. Dia menghitung nilai tukar rupiah pada senin akan berada pada kisaran Rp 15.900 - Rp 16.300.

Tak berbeda jauh, analis Asia Valbury Futures Lukman Leong mengaku sentimen utama masih berasal dari persebaran pandemi virus corona. Namun, langkah tripel intervensi yang dilakukan BI di pasar spot dan DNDF serta Surat Utang Negara (SUN) diharapkan bisa menjadi sentimen positif.

“Kemungkinan rupiah pada Senin akan bisa berhenti melemah dan akan sedikit rebound. Saya memperkirakan rupiah akan berada pada rentang Rp 15.600 - Rp 16.000 per dolar AS,” terang Lukman. (Hikma Dirgantara | Wahyu T.Rahmawati)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Pelemahan rupiah diprediksi berlanjut di awal pekan

https://money.kompas.com/read/2020/03/22/193600026/bagaimana-nasib-rupiah-di-awal-pekan-ini-proyeksinya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke