Salin Artikel

Pemerintah Jelaskan Asal Bantuan APD untuk Jateng Bukan dari China

Hal ini sekaligus mengklarifikasi kabar yang beredar bahwa bantuan APD tersebut berasal dari China.

Juru bicara Kemenko Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi mengatakan, bantuan yang sempat ditunjukan Gubernur Jawa Timur Ganjar Pranowo ke publik itu bukan bantuan yang dikoordinasikan oleh Kemenko Kemaritiman dan Investasi.

Ia mengatakan, APB tersebut merupakan APD yang diproduksi di Karawang Jawa Barat oleh perusahaan asal Korea. Rencananya produk APD tersebut akan diekspor ke Korea namun dibatalkan untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri.

"Dan setahu saya yang dimaksud Pak Ganjar itu APD yang bahan bakunya dari Korea diproduksi pabrik Korea di Karawang dan memang untuk ekspor, yang akhirnya dinegosiasikan dan berhasil dipertahankan untuk di Indonesia. Tapi terkait ini tolong pastikan ke BNPB ya," kata Jodi kepada Kompas.com, Senin (30/3/2020.

Jodi juga mengatakan, tulisan dari pembungkus APD untuk Jateng adalah bahasa Korea, bukan bahasa China.

Meskipun itu buatan Indonesia, Jodi tidak mempermasalahkan. Justru membuat Indonesia harus bangga karena buatan dalam negeri dimanfaatkan oleh negara lain. Indonesia menurut dia, memang merupakan pengekspor APD.

"Dan lagian wajar saja kalau produksi Indonesia, memang kita kan bagian dari global supply chain. Produk kita sudah diekspor ke negara lain itu bagus," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI Marsma TNI Jorry S. Koloay membenarkan bahwa APD untuk tenaga medis yang disalurkan ke Jawa Tengah bukan bantuan dari China.

TNI adalah pihak yang mendistribusikan APD ke Jateng.

"Yang kami serahkan ke Pemprov Jateng sejumlah 10.000 item pada tanggal 23 Maret menggunakan pesawat C130 TNI AU. APD ini adalah kualitas ekspor buatan Korea Selatan yang lisensi pabriknya ada di Jawa Barat," katanya kepada Kompas.com.

APD tersebut awalnya, lanjut Jorry, hendak diekspor ke Korea Selatan. Namun karena kebutuhan APD di Indonesia sangat diperlukan, ekspor tersebut dibatalkan.

Sementara, bantuan APD dari China sebanyak 40 ton masih belum disalurkan hingga kini.

"Seyogianya barang akan diekspor ke Korsel digunakan untuk kebutuhan dalam negeri atas permintaan Pemerintah RI," kata dia.


Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam tayangan Kompas TV menunjukkan APD untuk tenaga medis yang bertuliskan Made in Indonesia tertulis jelas. Dirinya sontak terkejut mengetahui baju APD yang akan disalurkan merupakan buatan anak bangsa.

"Jadi ini diambil dari China, yang menarik kamu lihat dari sini, Made in Indonesia. Ternyata Made in Indonesia. Ini sesuatu produk yang luar biasa. Mudah-mudahan ini, bisa menjadi pembelajaran," ucapnya.

"Meskipun saya tidak bisa membaca ini (huruf aksara Korea), tapi saya bisa baca Made in Indonesia. Ini yang sekarang langsung kita bagi," sambung Ganjar.

Bantuan baju APD tenaga medis yang jumlahnya hampir 10.000 item tersebut rencananya akan didistribusikan ke 61 rumah sakit di Jawa Tengah. Rumah Sakit Moewardi, Surakarta diketahui juga turut membuat baju APD tenaga medis.

https://money.kompas.com/read/2020/03/30/130500826/pemerintah-jelaskan-asal-bantuan-apd-untuk-jateng-bukan-dari-china

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kode Transfer BNI dan Bank Lainnya untuk Transaksi di ATM

Kode Transfer BNI dan Bank Lainnya untuk Transaksi di ATM

Whats New
Cara Top Up DANA lewat ATM BRI, EDC, BRImo, dan Internet Banking

Cara Top Up DANA lewat ATM BRI, EDC, BRImo, dan Internet Banking

Spend Smart
Perluas Segmen Nasabah Jadi Strategi BTPN Hadapi Potensi Resesi di 2023

Perluas Segmen Nasabah Jadi Strategi BTPN Hadapi Potensi Resesi di 2023

Whats New
RI-Sri Lanka Perkuat Kerja Sama Maritim dan Ekonomi Biru

RI-Sri Lanka Perkuat Kerja Sama Maritim dan Ekonomi Biru

Whats New
Pengusaha Minta Aturan Baru UMP Dibatalkan demi Cegah PHK

Pengusaha Minta Aturan Baru UMP Dibatalkan demi Cegah PHK

Whats New
Gandeng BenihBaik.com, Sido Muncul Sumbang Rp 300 Juta untuk Korban Gempa Cianjur

Gandeng BenihBaik.com, Sido Muncul Sumbang Rp 300 Juta untuk Korban Gempa Cianjur

BrandzView
Yakin RI Tak Resesi, Apindo: Pemerintah Tidur Saja Ekonomi Tumbuh 5 Persen

Yakin RI Tak Resesi, Apindo: Pemerintah Tidur Saja Ekonomi Tumbuh 5 Persen

Whats New
Direktur Operasi II Waskita Terjerat Korupsi, Stafsus Erick Thohir: Komitmen Bersih-bersih BUMN

Direktur Operasi II Waskita Terjerat Korupsi, Stafsus Erick Thohir: Komitmen Bersih-bersih BUMN

Whats New
Apa Itu Asuransi Jiwa Kredit SmartProtection Purna Bank Mantap dan Kegunaannya?

Apa Itu Asuransi Jiwa Kredit SmartProtection Purna Bank Mantap dan Kegunaannya?

Whats New
Lowongan Kerja Astra Honda Motor untuk Lulusan S1, Simak Persyaratannya

Lowongan Kerja Astra Honda Motor untuk Lulusan S1, Simak Persyaratannya

Work Smart
Masih Dikaji, BI Bocorkan Cara Masyarakat Mendapatkan Rupiah Digital

Masih Dikaji, BI Bocorkan Cara Masyarakat Mendapatkan Rupiah Digital

Whats New
Penumpang Kereta Cepat Tujuan Bandung 'Dioper' di Padalarang

Penumpang Kereta Cepat Tujuan Bandung "Dioper" di Padalarang

Whats New
Jual Aset, Rugi HERO Menyusut Signifikan

Jual Aset, Rugi HERO Menyusut Signifikan

Whats New
Soal PHK, Kemenperin Berharap Pabrik Aqua Danone di Solok Kembali Beroperasi Normal

Soal PHK, Kemenperin Berharap Pabrik Aqua Danone di Solok Kembali Beroperasi Normal

Whats New
Gandeng Perguruan Tinggi, IDSurvey Dorong Pengembangan Industri Migas

Gandeng Perguruan Tinggi, IDSurvey Dorong Pengembangan Industri Migas

Whats New
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.