Salin Artikel

Di Rumah Saja, Sejumlah Startup Ini Jual Ikan Segar via Online

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah perusahaan rintisan (startup) perikanan memberikan layanan penjualan ikan segar secara online.

Layanan ini membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari di tengah virus corona. Sehingga, masyarakat tidak perlu keluar rumah untuk berbelanja produk perikanan segar.

“Kami menyediakan ikan dan udang dengan kualitas terbaik agar nutrisi Anda senantiasa terpenuhi dengan maksimal,” ujar Chief of Staff & VP eFisheryFresh Chrisna Aditya dalam keterangan tertulis, Rabu (15/4/2020).

eFishery dan jaringan startup kelautan dan perikanan Indonesia (Digifish Network) menginisiasi sebuah gerakan #makanikanitusehat untuk bersama melawan Covid-19 dengan menyediakan akses yang memudahkan masyarakat mendapatkan produk perikanan berkualitas dengan belanja dari rumah.

Sehingga, para konsumen tetap aman ketika membeli ikan. Gerakan ini akan membuka layanan di 10 kota yaitu Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya hingga Balikpapan.

“Untuk pemesanan produk ikan bisa menghubungi kami di Instagram @eFisheryFresh atau 081311369292, dan tetap di rumah sesuai anjuran pemerintah, tetap #AmanBeliIkan” terang Chrisna.

Berbagai jenis produk perikanan yang dapat diperoleh adalah ikan lele, patin, mas, gurami, bandeng, tuna, kerapu, udang hingga cumi.

Mayoritas produk yang dijual adalah dalam keadaan beku (frozen) yang bertujuan untuk menjaga kualitas produk dapat bertahan lebih lama dan memudahkan dalam proses distribusinya.

“Ke depannya kami berharap dapat terus berkolaborasi dengan sesama startup kelautan dan perikanan untuk dapat terus berkontribusi dalam mendukung pembudidaya dan meningkatkan konsumsi ikan nasional dengan memberikan kemudahan akses bagi masyarakat untuk mendapatkan produk perikanan yang berkualitas,” jelas Chrisna.

Sementara itu, CEO Tiisbox, Achmad Jerry mengatakan gerakan ini juga merupakan salah satu bentuk kontribusi startup perikanan untuk dapat membantu pembudidaya dan nelayan dalam memasarkan produknya khususnya di masa sulit karena pandemi ini.


Hal ini juga diungkapkan startup JALA dari Yogyakarta yang fokus pada monitoring kualitas air dan big data untuk tambak udang.

"Kami melihat pandemi COVID-19 ini menyebabkan banyak pembudidaya mitra kami yang kesulitan menjual hasil panen. Diharapkan gerakan ini bisa membantu pembudidaya untuk melanjutkan usahanya", ungkap Aryo Wiryawan, pendiri JALA.

Sejak awal didirikannya Digifish Network pada Mei 2018, sinergi dan kolaborasi antar startup merupakan hal yang diutamakan oleh para anggotanya dalam menjalankan bisnis di sektor kelautan dan perikanan. Saat ini anggotanya telah mencapai 26 startup yang tersebar di 9 kota besar.

https://money.kompas.com/read/2020/04/15/163918426/di-rumah-saja-sejumlah-startup-ini-jual-ikan-segar-via-online

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.