Salin Artikel

YLKI: Masalah Masker hingga Perusahaan Leasing Paling Banyak Diadukan

Ketua Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, dari sekian banyak pengaduan yang masuk, alat-alat kesehatan (alkes) seperti masker, penyanitasi tangan (hand sanitizer), dan obat menjadi aduan terbanyak.

Pengaduan terjadi umumnya karena mahalnya alat kesehatan di tengah tingginya permintaan.

"Ini pengaduan yang masuk YLKI sepanjang pandemi, yang tertinggi adalah masalah hand sanitizer, masker, menduduki 33,33 persen. Adanya kelangkaan masker harganya sangat tinggi. Bahkan vitamin C jarang," kata Tulus dalam konferensi video, Selasa (21/4/2020).

Tulus menerangkan, pengaduan terbanyak kedua adalah bidang transportasi sebesar 25 persen dari kasus, menyangkut masalah refund tiket yang susah dilakukan oleh pelanggan.

Para pelanggan mengeluh karena refund yang didapat bukanlah dalam uang utuh, namun voucher yang bisa digunakan saat kembali bepergian.

"Ini tidak fair saya kira ya, harusnya refund kembalikan ke uang sebagaimana permintaan konsumen. Tapi kami lihat maskapai dalam kesulitan finansial yang serius, sehingga ini jadi dilematis. Tapi pemerintah perlu mengontrol hal ini, karena pelanggaran hak konsumen," ujar Tulus.

Kasus lainnya adalah belanja online yang tengah marak dilakukan oleh masyarakat guna meminimalisir keluar dari rumah. Belanja online kerap menimbulkan masalah di lapangan, seperti pengiriman masker yang dibeli tak sesuai dengan deskripsi produk.

Keluhan Jasa Keuangan

Kemudian di bidang jasa keuangan menempati rangking ke-4 dengan persentase 11,11 persen. Pengaduan yang muncul adalah restrukturisasi leasing dan kartu kredit yang ditolak. Tulus menilai, ada perbadaan pendapat antara pihak pemberi restrukturisasi kredit dengan masyarakat.

"Memiliki persepsi yang berbeda. Kata "terdampak" di lapangan sangat debatable sehingga kemudian masih kita jumpai menarik kendaraan. Kartu kredit alasannya hampir mirip, debt collector yang menagih secara regulasi diliburkan," terang Tulus.

Tulus mengungkap, dalam 11 tahun terakhir sektor jasa keuangan selalu menjadi pengaduan yang paling banyak. Hal ini berbeda jauh dengan Singapura dan Hong Kong, yang menempatkan pengaduan jasa keuangan di nomor 15.

"Ini satu ironi kalau dikaitkan dengan keberadaan OJK. Di YLKI selalu jadi yang pertama. Artinya kehadiran OJK belum efektif di dalam pengawasan masalah finansial," pungkasnya.

https://money.kompas.com/read/2020/04/21/191314026/ylki-masalah-masker-hingga-perusahaan-leasing-paling-banyak-diadukan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asosiasi Pengusaha Ritel: Kami Menyediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Asosiasi Pengusaha Ritel: Kami Menyediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Whats New
Kasus Omicron Terus Bertambah, Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Silakan Ikuti Imbauan...

Kasus Omicron Terus Bertambah, Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Silakan Ikuti Imbauan...

Whats New
Kredit Pintar Telah Salurkan Pinjaman Rp 23,8 Triliun Sejak 2017

Kredit Pintar Telah Salurkan Pinjaman Rp 23,8 Triliun Sejak 2017

Rilis
Menaker: Tenaga Kerja Perempuan di 4 Sektor Ini Bisa Kantongi Upah Tinggi

Menaker: Tenaga Kerja Perempuan di 4 Sektor Ini Bisa Kantongi Upah Tinggi

Whats New
Erick Thohir Bicara soal Subsidi Listrik, Soroti Adanya Mafia

Erick Thohir Bicara soal Subsidi Listrik, Soroti Adanya Mafia

Whats New
Terus Berinovasi, GoFood Pelopori Teknologi Robot Otomatis di Layanan Pesan Antar Makanan

Terus Berinovasi, GoFood Pelopori Teknologi Robot Otomatis di Layanan Pesan Antar Makanan

BrandzView
Nasabah CIMB Niaga Bisa Ubah Transaksi Kartu Kredit jadi Cicilan 0 Persen Lewat OCTO Mobile, Berikut Caranya

Nasabah CIMB Niaga Bisa Ubah Transaksi Kartu Kredit jadi Cicilan 0 Persen Lewat OCTO Mobile, Berikut Caranya

Spend Smart
Pemerintah Jamin Stok Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Aprindo: Warga Jangan 'Panic Buying'

Pemerintah Jamin Stok Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Aprindo: Warga Jangan "Panic Buying"

Whats New
Alfamart: Jangan 'Panic Buying' Minyak Goreng, Pemerintah Jamin Stoknya

Alfamart: Jangan "Panic Buying" Minyak Goreng, Pemerintah Jamin Stoknya

Whats New
Berjasa Tangani Pasien, Berapa Gaji Perawat?

Berjasa Tangani Pasien, Berapa Gaji Perawat?

Work Smart
Gandeng Indosat Ooredo Hutchinson, Bank QNB Indonesia Luncurkan Pinjaman Digital UCan

Gandeng Indosat Ooredo Hutchinson, Bank QNB Indonesia Luncurkan Pinjaman Digital UCan

Whats New
Luhut Bakal Buat BLU Batu Bara untuk Permudah PLN, Erick Thohir: Ya, Kami Akan Ikuti

Luhut Bakal Buat BLU Batu Bara untuk Permudah PLN, Erick Thohir: Ya, Kami Akan Ikuti

Whats New
Pekerja Asing Tak Punya NIK, Kemenkeu Pastikan Tetap Kena Pajak

Pekerja Asing Tak Punya NIK, Kemenkeu Pastikan Tetap Kena Pajak

Whats New
Warga Serbu Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Indomaret dan Alfamart Batasi Pembelian

Warga Serbu Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Indomaret dan Alfamart Batasi Pembelian

Whats New
Fasilitas Kantor atau Penghasilan Natura Bakal Kena Pajak, Aturan Turunan Keluar Februari-Maret

Fasilitas Kantor atau Penghasilan Natura Bakal Kena Pajak, Aturan Turunan Keluar Februari-Maret

Whats New
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.