Salin Artikel

Mampukah Saham-saham BUMN Jadi Penyelamat IHSG?

Nah mampukan saham-saham BUMN ini menjadi penyelamat IHSG pada krisis ekonomi 2020?

“Pada krisis ekonomi 2020 pemulihan saham-saham BUMN lebih lambat dibandingkan dengan emiten emiten non BUMN. Saat ini kapitalisasi saham saham BUMN turun hingga 37,8 persen akibat pandemi Covid-19,” kata Analisis Pasar Saham dari Koneksi Kapital Alfred Nainggolan dalam diskusi daring Minggu (26/04/2020).

Dia mengatakan, pada krisis ekonomi 1997-1998  IHSG anjlok sampai 72 persen dan dibutuhkan waktu 8 bulan bangkit dari posisi terendah sejak Oktober 1998. Saham-saham BUMN saat itu lebih cepat pulih sekaligus menjadi motor penggerak pemulihan IHSG .

Sementara pada krisis ekonomi 2008, IHSG terpuruk 60 persen membutuhkan waktu selama 16 bulan untuk bangkit dari level terendah.

Sedangkan krisis 2020 ini,  pada Maret IHSG sudah terkoreksi hingga 38 persen. Menurut dia, keterpurukan saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hanya bisa teratasi bila solusi global bisa dilakukan oleh negara-negara di dunia.

“Yang menjadi perhatian para investor di pasar saham saat ini adalah seberapa lama pandemi Covid-19 akan selesai dan durasinya seperti apa. Jika kepastian ini belum ada, kemungkinan pasar terkoreksi lebih dalam dibandingkan krisis ekonomi 1997-1998 akan terjadi,” jelas dia.

Kebijakan buy back (pembelian kembali) saham-saham yang dilakukan oleh pemerintah bertujuan untuk melakukan stabilisasi harga, tidak mendorong kenaikan saham saham emiten non BUMN jika kondisi pasar saham belum membaik.

Menurut dia, saham-saham bank BUMN akan segera mengalami pemulihan apabila ada kepastian dalam penanganan pandemi Covid-19 di dunia. Ia mengatakan, saham BRI, Mandiri, BNI, dan BTN akan direspons positif oleh investor pasar saham usai wabah Covid-19 mengalami tren penurunan dalam penyebaran.

“Saham Bank BUMN saat ini masih undervalue dibandingkan harga saham pada saat pasar saham tidak bergejolak,” tambah dia.

Dia menyebut, ada kecenderungan pasar untuk menuju tren positif jika tidak ada gelombang kedua wabah Covid-19.

Alfred memprediksi, saham-saham pada sektor Telekomunikasi, IT dan Konsumer tetap akan memiliki kinerja yang baik pada tahun 2020. Pendapatan emiten pada sektor tersebut juga akan positif meskipun wabah Covid-19 masih berlangsung.

Sementara itu. Chief Economist CIMB Niaga Adrian Panggabean mengatakan, ada tiga dimensi besar dalam krisis ekonomi di tahun 2020 yakni wabah Covid-19, kebijakan sosio-politik untuk menekan penyebaran Covid-19 (social distancing dan physical distancing), dan pengaruh negatif bagi perekonomian dunia.

Menurut Adrian, ketiga kombinasi tersebut saling berhubungan satu sama lain. Misalkan saja, pengaruh ekonomi ditentukan oleh bagaimana kebijakan social distancing ataupun physical distancing yang dilakukan dan dalam jangka waktu tertentu.

Sementara kebijakan social distancing ditentukan berdasarkan kemampuan negara-negara di dunia dalam mengatasi pandemi Covid-19.

“Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan vaksin untuk menangani pandemi Covid-19 baru bisa dilakukan 12-18 bulan ke depan. Ini artinya solusi global terhadap krisis ekonomi sekarang baru akan terjadi pada pertengahan 2021 atau pertengahan tahun depan," ungkap dia.

Adrian mengatakan, beberapa masalah yang nantinya akan dihadapi dalam menangani krisis ekonomi 2020 ini adalah terjadinya bentuk polarisasi di dunia. Polarisasi tersebut terjadi lantaran persaingan antara Rusia dengan OPEC, rivalitas antara China dan Amerika Serikat, Eropa versus Eropa, negara kaya dan negara miskin.

“Polarisasi inilah yang membuat solusi secara global menghadapi sejumlah kendala yang harus terlebih dahulu diatasi,” jelasnya.

https://money.kompas.com/read/2020/04/27/085220726/mampukah-saham-saham-bumn-jadi-penyelamat-ihsg

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.