Salin Artikel

Bus AKAP Kembali Beroperasi, Organda: Minatnya Enggak Banyak...

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Ateng Aryono mengatakan, sejauh ini tingkat okupansi bus AKAP yang diperbolehkan beroperasi masih rendah.

Meskipun tidak memiliki data detail, Ateng memastikan tingkat okupansi bus AKAP yang sudah dibatasi hingga 50 persen tidak pernah terpenuhi.

"Minatnya enggak banyak, (tingkat okupansi) tidak terpenuhi," katanya kepada Kompas.com, Rabu (13/5/2020).

Dengan rendahnya tingkat okupansi tersebut, Ateng mengakui biaya operasional menjadi lebih tinggi dibanding pendapatan dari penjualan tiket penumpang.

Padahal, setiap PO Bus hanya diberikan izin untuk mengoperasikan 1 bus AKAP setiap rutenya.

"Kalau itu dihitung secara akutansi biaya enggak ketemu, karena demand tidak bisa meng-cover biaya operasional suplainya," kata Ateng.

Menurut dia, rendahnya tingkat okupansi penumpang dikarenakan ketatnya persyaratan yang diberikan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 bagi calon penumpang yang ingin berpergian keluar atau masuk wilayah zona merah.

"Selain itu masyarakat sudah mulai aware, virus corona ini enggak boleh main-main," ujarnya.

Kendati demikian, Ateng memastikan, 36 PO Bus yang telah ditunjuk oleh Kementerian Perhubungan akan tetap beroperasi melayani calon penumpang yang dikecualikan dalam aturan larangan mudik.

"Kalau ini sudah berjalan,teman-teman (PO Bus) mendapatkan penugasan, tentu teman-teman sudah siap dengan berbagai risiko," ucapnya.

Sebagai informasi, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub telah menunjuk 36 PO Bus untuk beroperasi keluar atau masuk wilayah zona merah selama periode larangan mudik berlangsung. Setiap PO Bus mendapatkan 1 jadwal keberangkatan untuk setiap 1 rute perjalanan.

Adapun tujuan wilayah yang dilayani oleh bus AKAP adalah, Cirebon, Tasikmalaya, Purwokerto, Semarang, Solo, Yogyakarta, Ngawi, Surabaya, Malang, Palembang, Padang, dan Bengkulu.

https://money.kompas.com/read/2020/05/13/174000926/bus-akap-kembali-beroperasi-organda--minatnya-enggak-banyak-

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BCA Siapkan Rp 400 Miliar untuk Suntik Modal ke Startup

BCA Siapkan Rp 400 Miliar untuk Suntik Modal ke Startup

Whats New
Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Alfamart

Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Alfamart

Whats New
Kejar Target Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil: Memang Tidak Mudah...

Kejar Target Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil: Memang Tidak Mudah...

Whats New
Bank Indonesia dan The People’s Bank Of China Sepakat Perbarui Perjanjian Swap Bilateral

Bank Indonesia dan The People’s Bank Of China Sepakat Perbarui Perjanjian Swap Bilateral

Whats New
Pembangunan Ibu Kota Nusantara Terbagi atas 3 Wilayah

Pembangunan Ibu Kota Nusantara Terbagi atas 3 Wilayah

Whats New
Penjelasan Bos Grup Lippo Seputar Aksi XL Axiata Akuisisi Link Net

Penjelasan Bos Grup Lippo Seputar Aksi XL Axiata Akuisisi Link Net

Rilis
Di Hadapan Tony Blair, Jokowi Tegaskan Tak Mau Ekspor Bahan Mentah

Di Hadapan Tony Blair, Jokowi Tegaskan Tak Mau Ekspor Bahan Mentah

Whats New
Bangun Sistem Transportasi IKN Butuh Rp 582,6 Miliar di 2022, Menhub Undang Swasta Berpartisipasi

Bangun Sistem Transportasi IKN Butuh Rp 582,6 Miliar di 2022, Menhub Undang Swasta Berpartisipasi

Whats New
Tumbuh 66,8 Persen, Laba Bersih Bank Mandiri Capai Rp 28 Triliun pada 2021

Tumbuh 66,8 Persen, Laba Bersih Bank Mandiri Capai Rp 28 Triliun pada 2021

Whats New
Pengembangan Kawasan Industri Terus Digenjot

Pengembangan Kawasan Industri Terus Digenjot

Whats New
Mentan RI dan Mentan Australia Bahas 3 Hal Penting, dari Ekspor Beras hingga Impor Daging

Mentan RI dan Mentan Australia Bahas 3 Hal Penting, dari Ekspor Beras hingga Impor Daging

Whats New
Laba BCA Melampaui Perkiraan, Tumbuh 15,8 Persen di 2021

Laba BCA Melampaui Perkiraan, Tumbuh 15,8 Persen di 2021

Whats New
Milenial dan Gen Z Dinilai Perlu Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

Milenial dan Gen Z Dinilai Perlu Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

Whats New
Mulai 1 Februari 2022, Harga Minyak Goreng Curah Turun Jadi Rp 11.500 Per Liter

Mulai 1 Februari 2022, Harga Minyak Goreng Curah Turun Jadi Rp 11.500 Per Liter

Whats New
Pemerintah Tetapkan Minyak Goreng Merek Paling Mahal Rp 14.000 Seliter

Pemerintah Tetapkan Minyak Goreng Merek Paling Mahal Rp 14.000 Seliter

Whats New
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.