Salin Artikel

Luhut Terima Rp 26,2 Miliar dari DBS, untuk Tenaga Medis dan Buruh Harian

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi bekerja sama dengan Bank DBS Indonesia menyalurkan bantuan berupa alat tes deteksi virus corona untuk para tenaga medis Indonesia.

Indonesia menerima jumlah donasi terbesar senilai 2,5 juta dollar Singapura atau setara dengan Rp 26,2 miliar dari Bank DBS Indonesia.

Dana ini akan digunakan untuk membantu masyarakat terdampak mulai dari tenaga medis hingga masyarakat yang mengandalkan penghasilan harian.

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan apresiasinya kepada Bank DBS Indonesia yang telah membantu kebutuhan bagi para tenaga medis.

"Dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang sudah banyak sekali bekerja sama sejak mungkin tahun 2014 hingga saat ini," katanya melalui konfrensi virtual, Kamis (14/5/2020).

"Saya senang tadi bahwa Kepala BNPB sudah mengatakan bahwa ini akan segera dibagikan ke tempat yang membutuhkan sehingga membuat lebih efektif lagi kita bekerja untuk penanganan Covid-19 ini,” lanjut Luhut.

Lebih lanjut, Luhut mengatakan bahwa langkah-langkah yang sudah dilakukan Bank DBS ini merupakan upaya yang baik.

“Kami sangat mengapresiasi partisipasi Bank DBS Indonesia dalam membantu lebih banyak masyarakat untuk mendapatkan akses tes Covid-19 dengan memberikan peralatan medis tersebut. Pemerintah berkomitmen untuk melakukan lebih banyak lagi tes Covid-19, dan sangat terbuka bagi pihak mana saja untuk berpartisipasi memberikan bantuannya, agar penyebaran virus tersebut bisa semakin ditekan," tuturnya.


Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala BNPB, Doni Monardo, turut hadir dalam kegiatan serah terima donasi alat kesehatan sebagai bagian dari penanggulangan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Paket-paket bantuan yang dia terima ini akan segera langsung diserahkan ke daerah-daerah yang membutuhkan, dengan tujuan utama ke Jawa Timur.

“Partisipasi dari Bank DBS Indonesia ini akan memperkuat strategi kami dalam menghadapi pandemi Covid-19. Melalui banyaknya perangkat tes Covid-19 maka masyarakat semakin mudah mendapatkan akses sehingga deteksi pun dapat dilakukan secara cepat," ujar Doni.

Bank DBS Indonesia menyalurkan bantuan berupa peralatan medis, antara lain 100.000 Rapid Test Kits, 15.000 Virus Transport Medium (VTM) Kits, 5.000 Swab Test Kits dan dua mesin Polymerase Chain Reaction (PCR) dan perangkat tesnya sebanyak 3.000 unit yang akan disalurkan secara bertahap melalui Kemenko Kemaritiman dan Investasi.

“Seperti yang kita ketahui bahwa saat ini jumlah pasien Covid-19 terus bertambah setiap harinya. Namun hal yang terpenting adalah akses akan fasilitas tes dan hasil yang bisa didapatkan secara cepat," ungkap Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia, Paulus Sutisna.

"Semakin banyaknya akses untuk tes akan membantu upaya penanggulangan laju penyebaran Covid-19. Oleh karena itu, kami rasakan sangat penting untuk mendonasikan beberapa jenis fasilitas tes Covid-19 kepada Pemerintah,” ujar Paulus.

Pada April 2020, Bank DBS menyalurkan 10,5 juta dollar Singapura atau setara dengan Rp 104,8 miliar untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19 di enam negara utama di mana Bank DBS beroperasi, yaitu Singapura, Hong Kong, China, India, Indonesia, dan Taiwan.

https://money.kompas.com/read/2020/05/15/042800426/luhut-terima-rp-26-2-miliar-dari-dbs-untuk-tenaga-medis-dan-buruh-harian

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.