Salin Artikel

Ekonom Core: Cetak Uang Saat Likuiditas Kering Tidak Masalah

Pernyataan itu disampaikan Piter saat ditanya terkait sikap DPR yang mendesak Bank Indonesia (BI) mencetak uang Rp 600 Triliun di tengah pandemi corona (Covid-19).

“Faktor yang menyebabkan inflasi adalah dari faktor demand dan oleh karena itulah jika kita mengguyur likuiditas (cetak uang) di tengah kondisi likuiditas yang kering, maka tidak masalah. Kita tidak akan menjadi banjir (uang),” kata Piter kepada Kompas.com, Jakarta, Sabtu (16/5/2020).

Pieter mengatakan, bila BI mencetak uang, maka Indonesia masih berpotensi selamat dari krisis. Indonesia dinilai berada di jurang resesi sehingga para pemangku kepentingam dianggap perlu berpikir cepat dan tepat.

“Pemerintah dan otoritas melihat urgency pembiayaan fiskal. Kita sudah diambang resesi karena kita mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi. Ke depan perlambatan ekonomi akan cukup dalam. Kalau kita tidak mngambil respons kebijakan yang tepat tentunya kita bisa jatuh ke krisis,” kata dia.

Pieter mengatakan jika Indonesia mengalami resesi, maka pemulihan ekonomi akan bergantung kepada respons pemerintah. Misalnya tindakan pemerintah untuk mebantu dunia usaha lewat stimulus fiskal atau Quantitative Easing (QE).

“Di negara lain enggak ada berdebat dan kebanyakan polemik. Di sana langsung stimulusnya ribuan triliun dan tidak ada yang mmpermasalahkan dan membikin rebut. Dan itu semuanya cetak uang,” ungkap dia.

Pencetakan uang merupakan bagian dari pembiayaan fiskal. Pieter menyebut saat ini sulit memenuhi biaya fiskal dengan kondisi yang melanda global saat ini. Ia juga menuturkan, sulit untuk menerbitkan surat utang karena tidak ada pembeli baik domestik maupun global.

“Kan mau enggak mau BI yang beli. Itu kan artinya cetak uang. Jadi cetak uang adalah bagian dari pembiayaan fiskal di mana fiskal ditujukan untuk memberikan stimulus perekonomian,” ucapnya.

Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat pada kuartal I-2020. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal 1-2020 hanya 2,97 persen, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2019 yang sebesar 4,97 persen.

https://money.kompas.com/read/2020/05/17/080100426/ekonom-core--cetak-uang-saat-likuiditas-kering-tidak-masalah

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menko Airlangga: Vaksinasi Dosis Primer Bakal Selesai pada Kuartal II-2022

Menko Airlangga: Vaksinasi Dosis Primer Bakal Selesai pada Kuartal II-2022

Whats New
Program JKP Diluncurkan 22 Februari, Menaker: Bukan Pengganti Kewajiban Pengusaha Bayar Pesangon PHK

Program JKP Diluncurkan 22 Februari, Menaker: Bukan Pengganti Kewajiban Pengusaha Bayar Pesangon PHK

Whats New
Syarat dan Cara Bayar Pajak Motor di Bank Jatim

Syarat dan Cara Bayar Pajak Motor di Bank Jatim

Spend Smart
Mengenal Bank, Asal Mula hingga Jenisnya

Mengenal Bank, Asal Mula hingga Jenisnya

Whats New
Apa Pengertian Tenaga Kerja dan Klasifikasinya?

Apa Pengertian Tenaga Kerja dan Klasifikasinya?

Whats New
Varian Omicron Melonjak, Menko Airlangga: Tingkat Kesembuhan 96,40 Persen, tapi Harus Tetap Waspada

Varian Omicron Melonjak, Menko Airlangga: Tingkat Kesembuhan 96,40 Persen, tapi Harus Tetap Waspada

Whats New
Manusia sebagai Makhluk Ekonomi dan Faktor yang Memengaruhinya

Manusia sebagai Makhluk Ekonomi dan Faktor yang Memengaruhinya

Earn Smart
Pembangunan Pelabuhan Tanjung Pinggir Batam Digadang Lebih Besar dari Tanjung Priok

Pembangunan Pelabuhan Tanjung Pinggir Batam Digadang Lebih Besar dari Tanjung Priok

Whats New
Sepanjang 2021, Bappebti Sudah Memblokir 92 Domain Binary Option

Sepanjang 2021, Bappebti Sudah Memblokir 92 Domain Binary Option

Whats New
Travel Bubble Indonesia-Singapura Dimulai, Menhub: Protokol Kesehatan Harus Ketat

Travel Bubble Indonesia-Singapura Dimulai, Menhub: Protokol Kesehatan Harus Ketat

Whats New
Mengenal Binary Option, Cara Kerja dan Legalitasnya

Mengenal Binary Option, Cara Kerja dan Legalitasnya

Whats New
Menpan RB Larang Semua Instansi Pemerintah Rekrut Honorer

Menpan RB Larang Semua Instansi Pemerintah Rekrut Honorer

Whats New
Anak Usaha Kimia Farma Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi dan Persyaratannya

Anak Usaha Kimia Farma Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi dan Persyaratannya

Work Smart
Jokowi Kesal, RI Tekor Rp 7 Triliun Setahun gara-gara Impor Elpiji

Jokowi Kesal, RI Tekor Rp 7 Triliun Setahun gara-gara Impor Elpiji

Whats New
Waspada Skema Ponzi, OJK Larang Lembaga Jasa Keuangan Fasilitasi Perdagangan Kripto

Waspada Skema Ponzi, OJK Larang Lembaga Jasa Keuangan Fasilitasi Perdagangan Kripto

Whats New
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.