Salin Artikel

Hindarkan Petani dari Tengkulak, UPJA Ini Beli Langsung GKP ke Petani

KOMPAS.com – Selain menyediakan alat mesin pertanian (alsintan), Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) juga dapat memanfaatkan saldo keuntungannya untuk membeli Gabah Kering Panen (GKP) dari petani.

Ketua UPJA Marga Jaya di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Rojim mengatakan, langkah UPJA membeli GKP petani memiliki banyak manfaat buat petani.

“Biasanya hasil GKP petani dijual kepada tengkulak atau masyarakat yang punya usaha penggilingan sendiri. Tapi sekarang, petani bisa menjual GKP kepada UPJA,” ujarnya seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (27/5/2020).

Menurutnya, manfaat dari pembelian GKP langsung ini sangat positif karena harga disesuaikan dengan pasaran sehingga sama-sama menguntungkan.

Lebih dari itu, lanjut Rojim, pembelian GKP oleh UPJA juga dapat membantu petani, terutama dalam menghilangkan ketergantungan terhadap tengkulak.

Dia juga mengungkapkan, selain harga yang sesuai, petani juga terbantu dengan kehadiran UPJA Marga Jaya lantaran banyak dari mereka belum membayar penyewaan alsintan saat pengolahan lahan.

Hal itu terjadi, karena petani baru bisa membayar sewa alsintan saat menjual GKP ke UPJA.

"UPJA yang berkembang melalui penerapan modernisasi pertanian, akan menumbuhkan minat petani-petani di sekitar untuk memulai kembali bekerja di sawah,” ungkapnya.

Bahkan, sambungnya, bisa menambah jumlah petani-petani milenial di sekitar lingkungan dengan membuka lapangan pekerjaan bagi mereka.

Dalam keterangan tertulisnya Kementan menjelaskan, saat ini UPJA Marga Jaya tengah membawahi 33 Kelompok Tani (Poktan) dengan areal seluas 2.000 hektar (ha).

UPJA ini sudah melayani proses pengolahan lahan dan pemanenan dengan penghasilan bersih bisa mencapai Rp 125 juta per musim tanam.

Untuk membantu aktivitas pertanian, UPJA Marga Jaya menyediakan traktor roda empat 3 unit, traktor roda dua 36 unit, vertical dryer 1 unit, power thresher 8 unit, pompa air 10 unit, dan rice transplanter 12 unit.

Selain itu, ada pula combine 8 unit (1 unit combine harvester besar yang dibeli dari hasil/keuntungan UPJA) dan beberapa alat yang dibantu Brigade Dinas Pertanian, Pangan, Perikanan kabupaten Bangka Selatan.

Kegiatan pengelolaan alsintan di UPJA Marga Jaya antara lain jasa sewa traktor roda dua Rp 1 juta per ha, traktor roda empat Rp 1 juta per ha dan combine harvester Rp 1,6 juta per ha.

“Luas lahan yang diolah setiap tahun bertambah dengan adanya aktivitas UPJA, memberikan semangat lebih bagi petani-petani pemula yang selama ini lahannya belum diolah menjadi semangat untuk mengolah lahannya kembali,” tambah Rojim.

Tidak hanya di Desa Rias, Toboali, pelayanan yang dilakukan UPJA Marga Jaya juga bisa dinikmati di desa lainnya hingga kecamatan tetangga, yaitu Kecamatan Pulau Besar.

Pemberdayaan alsintan

Perlu diketahui, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) telah menyalurkan alsintan pra panen sebanyak 447.047 unit sejak tahun 2014 hingga 2019.

Beberapa alsintan yang disalurkan tersebut terdiri dari traktor roda 2, traktor roda 4, cultivator, pompa air, rice transplanter dan hand sprayer.

"Bantuan tersebut disalurkan kepada Poktan, Gapoktan, UPJA maupun Dinas dalam bentuk brigade di wilayah sentra produksi guna mencapai tujuan swasembada pangan yang berkelanjutan," ujarnya.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) sebelumnya mengatakan, bantuan tersebut disalurkan kepada Poktan, Gabungan Poktan (Gapoktan), UPJA, maupun DInas.

Penyaluran tersebut dilakukan dalam bentuk brigade di wilayah sentra produksi guna mencapai tujuan swasembada pangan yang berkelanjutan.

“Pemberdayaan alsintan melalui UPJA dapat meningkatkan kegiatan ekonomi petani,” ungkapnya, Kamis (14/5/2020).

Pelayanan jasa alsintan dapat berupa jasa sewa alsintan, jasa olah tanah, jasa tanam, jasa panen, dan jasa simpan pinjam.

"Selain memberikan pendapatan, alsintan juga lebih terawat dan siapa pun bisa menggunakannya. Penggunaan teknologi pada alsintan diharapkan mampu meningkatkan produksi padi pada tahun-tahun mendatang,” harapnya.

Dengan teknologi, saya berharap tidak mendengar adanya penurunan produksi. Gunakanlah alat canggih yang ada supaya kita bisa mencapai swasembada pangan dan ekspor. Kita harus serius dalam mengurus pertanian ini,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal PSP Kementan Sarwo Edhy mengatakan, selain ke UPJA, petani juga bisa melakukan sewa pinjam alsintan yang dikelola Brigadir Alsintan dan Kelompok Usaha Bersama (KUB) di daerah masing-masing.

“Dengan menggunakan Alsintan, petani akan lebih hemat dan lebih cepat dalam proses menanam juga panen,” ungkapnya.

https://money.kompas.com/read/2020/05/27/114844526/hindarkan-petani-dari-tengkulak-upja-ini-beli-langsung-gkp-ke-petani

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Cara Isi Saldo PayPal Termudah dan Tercepat

4 Cara Isi Saldo PayPal Termudah dan Tercepat

Spend Smart
Bank Mandiri Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1 Semua Jurusan, Cek Syaratnya

Bank Mandiri Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1 Semua Jurusan, Cek Syaratnya

Work Smart
Menteri PUPR: Pemeliharaan Ciliwung Penting agar Jadi Barometer Sungai Bersih dan Indah di Perkotaan

Menteri PUPR: Pemeliharaan Ciliwung Penting agar Jadi Barometer Sungai Bersih dan Indah di Perkotaan

Whats New
Bendungan Pengendali Banjir Jakarta Siap Dioperasikan Bulan Ini

Bendungan Pengendali Banjir Jakarta Siap Dioperasikan Bulan Ini

Whats New
Biaya Kereta Cepat Bengkak Gara-gara China Salah Hitung di Proposal

Biaya Kereta Cepat Bengkak Gara-gara China Salah Hitung di Proposal

Whats New
Sri Mulyani: Sukuk Hijau Wujud Asas Manfaat Keuangan Islam

Sri Mulyani: Sukuk Hijau Wujud Asas Manfaat Keuangan Islam

Whats New
Benarkah di China Stasiun Kereta Cepatnya Jauh di Pinggiran Kota?

Benarkah di China Stasiun Kereta Cepatnya Jauh di Pinggiran Kota?

Whats New
Debat Sengit Said Didu Vs Arya Sinulingga soal Kereta Cepat

Debat Sengit Said Didu Vs Arya Sinulingga soal Kereta Cepat

Whats New
Libur Nataru, PUPR Pastikan Lintas Jawa Pantai Utara ke Selatan Bisa Dilalui

Libur Nataru, PUPR Pastikan Lintas Jawa Pantai Utara ke Selatan Bisa Dilalui

Whats New
Rekrutmen BUMN Gelombang II Masih DiBuka, Simak Syarat, Cara, hingga Tahap Pendaftarannya

Rekrutmen BUMN Gelombang II Masih DiBuka, Simak Syarat, Cara, hingga Tahap Pendaftarannya

Work Smart
Bertemu Pebisnis Qatar, Sandiaga Bahas Harga Tiket Pesawat hingga Investasi

Bertemu Pebisnis Qatar, Sandiaga Bahas Harga Tiket Pesawat hingga Investasi

Whats New
Lowongan Kerja Hyundai Motor Manufacturing, Simak Posisi dan Persyaratannya

Lowongan Kerja Hyundai Motor Manufacturing, Simak Posisi dan Persyaratannya

Work Smart
Penumpang Kereta Cepat 'Dioper' ke KA Diesel, Waktu Tempuh ke Bandung Jadi Lebih Lama

Penumpang Kereta Cepat "Dioper" ke KA Diesel, Waktu Tempuh ke Bandung Jadi Lebih Lama

Whats New
Ada Pemeliharaan Ruas Tol JORR Seksi E hingga 11 Desember, Simak Lokasi dan Jadwalnya

Ada Pemeliharaan Ruas Tol JORR Seksi E hingga 11 Desember, Simak Lokasi dan Jadwalnya

Whats New
Gelombang PHK Startup: Biaya Operasional, Dana Investor, hingga Pemenuhan Hak Karyawan

Gelombang PHK Startup: Biaya Operasional, Dana Investor, hingga Pemenuhan Hak Karyawan

Work Smart
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.