Salin Artikel

Wamen BUMN Prediksi Ekonomi RI Mulai Bangkit di Kuartal III 2020

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo memprediksi kondisi perekonomian Indonesia mulai bangkit dari keterpurukan pada kuartal III 2020.

Hal tersebut sejalan dengan adanya pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa kota di Indonesia.

“Di Bali rencananya mau dibuka tanggal 9 Juli. Tapi tentunya kita harus selalu aware angka penularan Covid-nya dijaga terus, kalau tiba-tiba melonjak harus diperketat lagi. Ini yang harus hati-hati. Kalau itu terjadi, kemungkinan di kuartal III ekonomi mulai bergerak sangat memungkinkan,” ujar pria yang akrab disapa Tiko tersebut dalam acara K-Talk yang diselenggarakan Kompas.com dan LinkAja, Selasa (30/6/2020).

Selain dari aspek pelonggaran pergerakan manusia, lanjut Tiko, ekonomi Indonesia juga bisa bangkit karena adanya program pemulihan ekonomi dari pemerintah. Misalnya, penyaluran kredit bersubsidi bagi para pelaku UMKM.

Sebab, selama masa pandemi Covid-19 banyak para pelaku UMKM menggunakan modal kerjanya untuk kebutuhan sehari-hari. Sehingga, mereka kekurangan modal kerja untuk membuka usahanya kembali.

Dengan adanya dukungan dari pemerintah, kata Tiko, para pelaku UMKM bisa kembali membuka usahanya. Dengan begitu, perekonomian Indonesia akan mulai bergeliat.

“Kita juga sedang selesaikan mekanisme penjaminan, baik untuk KUR maupun UMKM. Kalau ada dana segar ini, plus dijamin, itu diharapkan di kuartal III pertumbuhan kredit mulai meningkat. Walaupun memang tidak akan kembali ke pola normal 10-15 persen, mungkin di level 3-9 persen sudah bagus,” kata Tiko.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah menempatkan dana sebesar Rp 30 triliun kepada bank umum milih pemerintah yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 70/PMK.05/2020 mengenai Penempatan Uang Negara di Bank Umum dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional.


Dengan penempatan dana pemerintah tersebut, bendahara negara ini berharap dana dapat disalurkan kepada debitur yang merupakan pangsa pasar masing-masing bank sehingga dapat menggerakkan perekonomian di sektor riil.

"Jadi ada larangan, yaitu uang tersebut tidak boleh untuk transaksi valas atau pembelian valas. Jadi dana ini khusus untuk mendorong perekonomian sektor riil," jelas Sri Mulyani.

https://money.kompas.com/read/2020/06/30/132100226/wamen-bumn-prediksi-ekonomi-ri-mulai-bangkit-di-kuartal-iii-2020

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Inilah para Pemenang Kompasiana Awards 2021

Inilah para Pemenang Kompasiana Awards 2021

Rilis
Perdagangan Internasional: Definisi Ekspor Impor dan Faktor Pendorong

Perdagangan Internasional: Definisi Ekspor Impor dan Faktor Pendorong

Whats New
50 Tahun Menikah, Luhut Beberkan Tips Pernikahan Awet

50 Tahun Menikah, Luhut Beberkan Tips Pernikahan Awet

Whats New
Ketika Mata Uang China Laris Manis dan Resmi Berlaku di Era Majapahit

Ketika Mata Uang China Laris Manis dan Resmi Berlaku di Era Majapahit

Whats New
BNI Smart City Hadir di Surakarta, Apa Saja yang Ditawarkan?

BNI Smart City Hadir di Surakarta, Apa Saja yang Ditawarkan?

Rilis
Menhub Minta Layanan di Pelabuhan Tanjung Priok Dipercepat, Ini Caranya

Menhub Minta Layanan di Pelabuhan Tanjung Priok Dipercepat, Ini Caranya

Whats New
Di Kompasianival 2021 Gita Wirjawan Berikan Catatan agar Ekonomi dan UMKM Membaik

Di Kompasianival 2021 Gita Wirjawan Berikan Catatan agar Ekonomi dan UMKM Membaik

Rilis
Kapal KM Bandar Lestari Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa, Ini Penjelasan Kemenhub

Kapal KM Bandar Lestari Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa, Ini Penjelasan Kemenhub

Whats New
Anak Usaha Krakatau Steel Ingin Perluas Usaha ke Kawasan Industri Medan

Anak Usaha Krakatau Steel Ingin Perluas Usaha ke Kawasan Industri Medan

Rilis
Bertemu dengan Dubes Hungaria, Sandiaga Uno Bahas Peluang Kerja Sama Sektor Perfilman

Bertemu dengan Dubes Hungaria, Sandiaga Uno Bahas Peluang Kerja Sama Sektor Perfilman

Rilis
Maman Suherman dan 'Mice' Ceritakan Kebahagiaan saat Kolaborasi 'Bahagia Bersama' di Kompasianival 2021

Maman Suherman dan "Mice" Ceritakan Kebahagiaan saat Kolaborasi "Bahagia Bersama" di Kompasianival 2021

Rilis
Perkuat Aksi Iklim, RI dan Korea Selatan Perluas Kerja Sama

Perkuat Aksi Iklim, RI dan Korea Selatan Perluas Kerja Sama

Rilis
Mengapa Negara Singapura Lebih Berfokus pada Perdagangan dan Industri?

Mengapa Negara Singapura Lebih Berfokus pada Perdagangan dan Industri?

Whats New
Dampak Negatif Perdagangan Internasional dan Langkah Mengatasinya

Dampak Negatif Perdagangan Internasional dan Langkah Mengatasinya

Whats New
Bagaimana Aturan dan Cara Menghitung Gaji Part Time?

Bagaimana Aturan dan Cara Menghitung Gaji Part Time?

Work Smart
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.