Salin Artikel

Begini Upaya Grab Dukung UMKM di Balikpapan

KOMPAS.com – Selain minyak dan gas (migas), sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi tulang punggung perekonomian Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. 

Data Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Balikpapan 2019 mencatat, sebanyak 85 persen dari total 22.853 UMKM merupakan usaha mikro.

Oleh karena itu, usai rilis perdana di Jakarta pada Selasa (30/6/2020), program #TerusUsaha besutan Grab secara khusus diluncurkan di kota yang mendapat julukan Banua Patra itu, Selasa (7/7/2020).

Head of East Indonesia Grab Indonesia Halim Wijaya mengungkapkan, program #TerusUsaha merupakan salah satu langkah konkret dalam membantu UMKM agar dapat beradaptasi dan berkembang. Terutama di tengah situasi new normal.

Selain itu, imbuh Halim, program #TerusUsaha ini juga merupakan bagian dari program #BanggaBuatanIndonesia yang bertujuan memajukan pertumbuhan UMKM & Ekonomi Kreatif di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Provinsi Kalimantan Timur, Fuad Assadin mengatakan, meski skala mikro dan kecil, UMKM berpeluang menjadi lapangan baru untuk masyarakata di Kalimantan Timur.

“Program Grab untuk mendigitalkan UMKM ini diharapkan bisa membuat UMKM di Provinsi Kalimantan Timur tidak ketinggalan dan punya daya saing yang lebih kuat. Semoga inovasi dari Grab ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di situasi era tatanan baru,” ucapnya mewakili Gubernur Kalimantan Timur.

Langkah Grab Indonesia meluncurkan program #TerusUsaha di Balikpapan sepertinya memang perlu dilakukan.

Pasalnya, data Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics menemukan, gig worker empat layanan Grab Indonesia, yakni GrabBike, GrabCar, GrabFood, dan GrabKios berkontribusi sebanyak Rp 235 miliar untuk perekonomian Balikpapan pada 2019.

“Gig work melalui platform Grab telah meningkatkan kualitas hidup pekerja sektor informal di Balikpapan sebesar 14 persen. Ini artinya, Grab memiliki peran penting dalam mengembalikan perekonomian setelah wabah Covid-19 ini berakhir,” ungkap pakar ekonomi dari Tenggara Strategics, Stella Kusumawardhani, M. IDEc.

Menggeliatkan kembali UMKM Balikpapan di tengah pandemi

Seperti diketahui, UMKM menjadi salah satu sektor terdampak akibat pandemi Covid-19. Hampir seluruh pelaku usaha ini merasakan penurunan omzet yang tak bisa dibilang sedikit.

Menanggapi kondisi tersebut, maka para pelaku UMKM memang sudah seharusnya memanfaatkan teknologi dan melakukan digitalisasi untuk menghindari ketertinggalan.

Program #TerusUsaha merupakan salah satu langkah konkret yang sejalan dengan misi GrabForGood karena mampu meningkatkan kapasitas dan jangkauan UMKM, serta menyiapkan masyarakat menyambut masa depan ekonomi digital.

Khusus di Balikpapan, penerapan program #TerusUsaha ini diapresiasi oleh Walikota Balikpapan H. M. Rizal Effendi, S. E.

Effendi menilai, program Grab tersebut sejalan dengan inisiatif pemerintah kota di era tatanan baru dalam membangun perekonomian di Balikpapan.

“Gotong royong adalah semangat yang diperlukan untuk bisa tetap berjuang ditengah pandemi,"ujar Effendi.

Ia menjelaskan, Grab mengambil bagian dengan memanfaatkan teknologi dan jangkauannya untuk bisa mendukung semua orang secara inklusif.

"Di sisi lain, kami akan terus berupaya agar wirausahawan mikro atau bisnis sekecil apa pun mampu beradaptasi dalam era tatanan baru dan mempertahankan mata pencaharian mereka,”jelas Effendi.

Secara detail, program #TerusUsaha terdiri dari berbagai inisiatif akselerasi khusus yang berguna untuk melatih dan meningkatkan keterampilan UMKM.

Melalui program itu para pelaku UMKM juga berkesempatan untuk meningkatkan visibilitas usahanya lewat pemanfaatan layanan iklan yang disediakan di media sosial dan saluran digital Grab, serta influencer media sosial yang bekerja sama dengan Grab.

Guna mengoptimalkan visi dan misi program #TerusUsaha, Grab juga meluncurkan microsite www.grabforgood.id yang dirancang khusus untuk UMKM.

Lewat situs web itu para pemilik usaha bisa memperoleh kesempatan untuk mengikuti pelatihan khusus yang dimentori oleh para praktisi bisnis.

Contohnya, Irvan Helmi pemilik Anomali Coffe, Hendy Setiono pemilik usaha kebab Baba Rafi, dan berbagai pengajar dari lembaga pemerintahan hingga akademisi.

Dengan berbagai respons positif yang diterima dari berbagai pihak, Grab optimis bahwa inilah saatnya bagi UMKM Balikpapan untuk maju sekaligus menyiapkan masyarakat dalam menyambut masa depan ekonomi digital.

https://money.kompas.com/read/2020/07/07/213922226/begini-upaya-grab-dukung-umkm-di-balikpapan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.