BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Sinar Mas Land
Salin Artikel

Ternyata Ini yang Bikin Orang Kaya Makin Kaya

KOMPAS.com – Miliarder sekaligus filantropis asal Skotlandia, Andrew Carnegie, sempat berkata bahwa 90 persen orang kaya mendapatkan kekayaan lewat investasi real estat.

Bahkan, taipan industri baja di Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 itu menilai, uang yang dihasilkan dari investasi properti lebih banyak ketimbang investasi industri.

Perkataan Carnegie memang diucapkan pada dua abad lalu, tapi masih banyak orang kaya yang mengamini pernyataan tersebut. Beberapa di antaranya dimuat dalam laman CNBC, Selasa (1/10/2019).

Sebut saja Barbara Corcoran, pendiri The Corcoran Group, yang memulai investasi properti dengan membeli sebuah apartemen kecil.

Ia tak menyangka bahwa apartemen tersebut bisa terjual dengan harga berlipat ganda dalam beberapa tahun kemudian.

“Membeli (berinvestasi) real estat telah membuat saya kaya. Pasalnya, properti hunian adalah kebutuhan wajib sehingga orang bisa jadi tetap membelinya. Bahkan, tanpa menghiraukan aspek desain,” jelas Corcoran.

Hal serupa turut diungkapkan Presiden Wilayah Barat perusahaan properti Douglas Elliman, Peter Hernandez. Ia mengatakan, kebanyakan jutawan yang ia kenal justru menghasilkan lebih banyak uang dari memiliki real estat ketimbang investasi lainnya.

“Nilai real estat secara konsisten meningkat dari waktu ke waktu dan mengungguli investasi lainnya,” jelas Hernandez.

Karena itulah, Hernandez menambahkan, properti menjadi instrumen investasi yang tak mudah tergerus fluktuasi.

Pendiri Day Trading Academy, Marcello Arrambide, juga mengungkapkan hal sama. Menurutnya, investasi properti, khususnya dalam bentuk tanah, akan selalu menjadi investasi yang bagus karena dapat melindungi diri dan kekayaan.

Ia menjelaskan, berbagai peluang pendapatan akan tercipta ketika seseorang memiliki tanah. Pemilik bisa membangun perkebunan, hunian, atau ruang ritel semacam toko di atas tanah tersebut.

Apalagi jika tanah yang dimiliki punya nilai lebih, misalnya terletak di lokasi strategis, otomatis pendapatan yang dihasilkan bakal lebih besar.

Soal kondisi pasar properti yang kerap mengalami naik turun, Arrambide menyarankan agar calon investor tak perlu khawatir akan hal ini. Pasalnya, harga properti tidak akan pernah turun seperti yang terjadi pada pasar saham.

Peluang investasi properti di Indonesia

Investasi properti secara sederhana dapat diartikan sebagai kegiatan membeli produk real estat, seperti rumah, tanah, rumah toko (ruko), atau tanah, untuk mendapatkan return of investment (ROI) alias laba.

Laba tersebut bisa didapat dengan menjual kembali properti yang telah dibeli maupun menyewakannya.

Peluang keuntungan investasi properti memang ada benarnya. Pertama, dilihat dari faktor kebutuhan tempat tinggal yang akan selalu ada seiring pertumbuhan populasi manusia. Sekalipun harganya naik, peminat properti tak akan surut karena faktor kebutuhan tersebut.

Kedua, investasi properti, khususnya produk residensial, bisa menjadi sumber passive income jika unit yang dibeli disewakan atau dikontrakkan. Bahkan, pendapatan sewa yang biasanya berjumlah tidak sedikit tersebut bisa membantu Anda dalam meringankan beban cicilan apabila properti dibeli menggunakan program kredit rumah.

Jika kredit telah selesai atau Anda membeli rumah secara tunai, sebagian besar pendapatan sewa bisa dialokasikan untuk hal lain. Misalnya, tabungan hari tua atau sebagai “pegangan” saat Anda tidak memiliki active income lagi.

Ketiga, investasi properti memiliki risiko rendah. Hal ini dikarenakan pergerakan nilai properti terbilang stabil, tidak seperti investasi saham. Instrumen ini juga tidak mudah tergerus inflasi, justru harga properti cenderung naik dari tahun ke tahun.

Keempat, investasi properti bisa berfungsi sebagai agunan saat investor ingin mengajukan program pinjaman baru untuk membeli produk properti lain. Itu artinya, Anda tidak perlu menjual aset untuk memperoleh dana segar, cukup menjaminkan surat kepemilikan properti yang dimiliki.

Dengan keuntungan menjanjikan tersebut, maka sepertinya tak ada alasan untuk Anda – terutama yang telah memiliki dana cukup – untuk menunda membeli properti.

Terlebih bila melihat kondisi pasar properti Indonesia saat ini yang cenderung buyer’s market, keputusan berinvestasi properti sepertinya mesti dipertimbangkan sekali lagi.

Adapun buyer’s market merupakan kondisi pasar yang ditandai dengan lebih banyaknya penawaran dari penjual dibandingkan permintaan dari pembeli.

Pada pasar properti, hal itu terlihat dari hadirnya beragam program keringanan harga yang ditawarkan oleh pengembang kepada konsumen.

Bahkan, dalam kondisi buyer’s market, sejumlah bank juga turut memberikan kemudahan kredit dan suku bunga terjangkau bagi calon kreditur yang membeli rumah dari pengembang properti ternama.

Direktur Eksekutif Indonesia Properti Watch (IPW) Ali Tranghanda pun menyebut bahwa kondisi buyer’s market seperti sekarang merupakan momentum yang tepat untuk membeli rumah karena banyak kemudahan dari perbankan dan pengembang.

“Program menarik tersebut, antara lain suku bunga terjangkau dari perbankan dan down payment (DP) dibayar pengembang,” tambah Ali.

Salah satu program keringanan yang meramaikan pasar properti saat ini adalah Move in Quickly periode kedua dari Sinar Mas Land.

Lewat program tersebut, konsumen yang hendak membeli produk properti ready stock Sinar Mas Land akan mendapatkan potongan harga sebesar 15 persen untuk pembayaran tunai dan 10 persen untuk pembayaran dengan sistem Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Untuk pembelian unit under construction dengan metode KPR, konsumen bisa mencicil uang muka sebesar 10 persen sebanyak sembilan kali ditambah diskon 10 persen dari nilai akad kredit.

Selain rumah, apartemen, dan ruko, Sinar Mas Land juga memberikan keringanan untuk pembelian produk kaveling siap bangun, baik secara tunai maupun KPR.

Adapun keringanan tersebut terdiri dari potongan harga hingga 25 persen, bebas biaya pengalihan satu kali, dan gratis Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) apabila Anda melakukan Akta Jual Beli (AJB) dalam waktu maksimal satu tahun setelah serah terima kaveling.

Perlu diketahui, program Move in Quickly kedua ini telah berlangsung sejak 1 Juli 2020 dan akan berakhir pada 30 September 2020.

Jadi, bila Anda memiliki dana menganggur dalam jumlah tidak kecil, tak ada salahnya mencoba menanamkannya ke dalam bentuk investasi properti, seperti rumah, apartemen, ruko, atau tanah, supaya aset kekayaan pribadi bisa bertambah.

Jangan lupa manfaatkan peluang yang ada seperti yang ditawarkan dalam program Move in Quickly sehingga Anda bisa mendapatkan produk properti dengan harga terjangkau.

Informasi lebih lanjut mengenai produk properti yang ditawarkan dalam program Move in Quickly periode kedua, silakan kunjungi tautan ini untuk produk kaveling atau tautan ini untuk unit properti lainnya. Sebagai alternatif, Anda juga bisa langsung hubungi nomor telepon 021-53159000.

https://money.kompas.com/read/2020/07/20/123300126/ternyata-ini-yang-bikin-orang-kaya-makin-kaya

Bagikan artikel ini melalui
Oke