Salin Artikel

Daftar 5 Proyek Mobil Nasional yang Berakhir Kegagalan

JAKARTA, KOMPAS.com - Mobil nasional, disingkat mobnas, adalah sebuah wacana industri mobil yang dibuat di Indonesia, termasuk desain hingga komponen-komponen penyusunnya yang dibuat di dalam negeri. Sederet produk mobnas dirilis, namun semuanya berujung pada kegagalan.

Pasar mobil di Indonesia sejauh ini masih dikuasai pemain asing, terutama perusahaan otomotif dari Jepang. Sejak Orde Baru berjalan hingga saat ini, mimpi memiliki mobil nasional yang dikembangkan anak bangsa, belum pernah meluncur ke pasaran.

Sementara itu mobil Esemka, yang awalnya digadang-gadang jadi mobnas Indonesia, tak masuk dalam kategori mobnas. Perakitnya, PT Solo Manufaktur Kreasi, menolak Esemka disebut sebagai mobnas lantaran mesinnya masih harus diimpor.

Berikut deretan proyek mobil nasional yang berakhir kegagalan.

1. Timor

Timor bisa jadi merupakan proyek mobnas paling besar dari sisi pendanaan, karena disokong penuh oleh rezim Orde Baru. Proyek mobil ini diinisiasi oleh PT Timor Putra Nasional yang sahamnya dimiliki oleh Tommy Soeharto.

Proyek ini dimulai dengan dikeluarkannya Inpres Nomor 2 Tahun 1996 yang menginstruksikan kepada Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Menteri Keuangan, dan Menteri Negara Penggerak Dana Investasi/Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal agar secepatnya mewujudkan industri mobil nasional.

Pabrikan milik Tommy ini mendapatkan keistimewaan dengan pembebasan bea masuk dan berbagai pajak. Proyek ini kemudian tak dilanjutkan karena krisis moneter tahun 1997 dan jatuhnya Presiden Soeharto.

2. GEA

GEA adalah merek mobil Indonesia yang dibuat oleh BUMN PT Inka (Persero). GEA merupakan singkatan dari Gulirkan Energi Alternatif. Sumber tenaga GEA adalah Mesin Rusnas berkapasitas 640 cc. Mesin ini, dibuat oleh BPPT.

Dilepas dengan harga antara Rp 45-50 juta saat itu, mobnas yang satu ini masuk kategori city car dengan mengusung kelebihan hemat energi. Namun hingga kini, mobil tersebut tak pernah lagi terdengar kabarnya.

3. Kancil

Kancil merupakan mobil yang dirintis sejak tahun 1999 oleh perusahaan swasta PT Karunia Abadi Niaga Citra Indonesia Lestari. Sesuai akronim pembuatnya, mobil ini dinamakan Kancil.

Dengan ukuran dimensinya yang kecil, Kancil sempat diharapkan jadi pengganti dari bajaj dan bemo tua di Jakarta. Proyek ini kemudian mandek lantaran tak lolos uji kelayakan di Kementerian Perhubungan.

4. Maleo

Maleo merupakan mobil nasional yang digagas mantan Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Presiden ketiga Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie . Mobil ini rencananya akan dikembangkan bersama produsen otomotif asal Inggris, yaitu Rover.

Cikal bakalnya dimulai pada tahun 1993, saat Rover mengirimkan contoh sedannya ke Indonesia untuk kemudian dipereteli dan dibangun kembali dengan komponen dalam negeri yang disokong sejumlah BUMN.

Proyek ini sendiri berakhir karena pendanaan proyek mobnas dialihkan ke proyek mobnas lain Timor yang dimiliki Tommy Soeharto. Nasib proyek ini semakin tenggelam setelah Orde Baru tumbang di tahun 1998.

5. Tawon

Tawon adalah merek mobil nasional besutan PT Super Gasindo Jaya. Dirintis sejak tahun 2012, mobil ini memperkenalkan diri sebagai mobil mini dengan kapasitas mesin hanya 650 cc dan diharapkan bersaing di pasar mobil LCGC.

Komponen mobil ini bahkan digadang-gadang merupakan mobil hasil kreasi pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) di bidang otomotif di Rangkasbitung Kabupaten Lebak. Sempat populer dan diharapkan bisa jadi mobil nasional, nasib Tawon juga tak lagi terdengar hingga saat ini.

https://money.kompas.com/read/2020/07/21/131620326/daftar-5-proyek-mobil-nasional-yang-berakhir-kegagalan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.