Salin Artikel

Mendag: APEC Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Kontraksi 3,7 Persen

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, APEC memprediksi pertumbuhan ekonomi kawasan APEC akan mengalami kontraksi 3,7 persen di tahun 2020. Hal ini diperburuk dengan melemahnya arus rantai suplai serta menurunnya permintaan akibat implementasi langkah-langkah darurat kesehatan oleh hampir semua negara.

"Untuk mengatasi dampak yang lebih buruk bagi perekonomian khususnya di kawasan APEC, dibutuhkan perhatian khusus dan aksi yang cepat serta strategis dari semua anggota ekonomi APEC,” ujar Agus dalam APEC Virtual Ministers Responsible for Trade Meeting (APEC VMRT), seperti dikutp dari keterangan resminya, Senin (27/7/2020).

Ia menuturkan, kerja sama regional APEC harus diperkuat guna memastikan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas di masa kini maupun pasca pandemi. Hal ini dilakukan melalui kerja sama di bidang fasilitasi perdagangan, penanganan hambatan rantai suplai, penguatan koordinasi, dan pertukaran informasi kebijakan penanganan dampak pandemi di kawasan APEC.

“Sebagai upaya memperkuat respons secara kolektif dan menyusun langkah strategis bagi pemulihan ekonomi kawasan Asia Pasifik, para Menteri Perdagangan APEC telah menghasilkan suatu rekomendasi langkah konkret dan program kerja nyata bagi forum APEC dalam mengatasi dampak pandemi Covid-19,” kata dia.

Di forum APEC, Indonesia berperan aktif dalam pertukaran informasi kebijakan penanganan Covid-19. Kontribusi untuk memperkuat program kerja utama APEC juga terus dilakukan, terutama dalam upaya mengatasi berbagai hambatan non-tarif, mendorong fasilitasi perdagangan untuk mempermudah sektor bisnis, penguatan rantai suplai, integrasi, dan diversifikasi rantai nilai, serta kerja sama untuk memperkuat konektivitas kawasan.

Dalam pertemuan itu, Indonesia juga menekankan agar APEC mendorong terwujudnya sinergi penanganan dampak ekonomi Covid-19 yang disepakati di berbagai fora seperti ASEAN, ASEAN Plus 1, dan G20 agar langkah-langkah yang ditempuh dapat saling memperkuat, tidak tumpang tindih, dan betul-betul efektif.


“Indonesia akan terus mendorong berbagai inisiatif untuk meningkatkan daya saing dan kapasitas anggota ekonomi APEC, khususnya yang menyangkut partisipasi lebih lanjut dalam hal rantai nilai dan rantai suplai, isu-isu inklusifitas, dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pemanfaatan perkembangan ekonomi digital," ungkap Agus.

Dalam pertemuan APEC VMRT ini, para Menteri Perdagangan APEC telah menyepakati suatu pernyataan bersama (APEC VMRT statement) sebagai wujud penegasan komitmen bersama atas pentingnya mitigasi dampak pandemi Covid-19 secara efektif, berkelanjutan, dan inklusif.

APEC VMRT statement merefleksikan komitmen bersama ekonomi APEC dalam memperkuat ketahanan rantai suplai dan memfasilitasi kelancaran arus barang esensial secara transparan, non-diskriminatif, stabil, dan dapat diprediksi untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19, khususnya terhadap sektor perdagangan.

Program kerja ekonomi APEC untuk penanganan pandemi tersebut merupakan langkah strategis yang penting untuk segera dilakukan, namun dengan tetap menjaga kepentingan nasional dan memperhatikan kebijakan domestik ekonomi APEC.

Aksi kolektif yang dilakukan secara regional maupun global, sinergi, dan kolaborasi menjadi landasan yang kuat untuk mempercepat pemulihan ekonomi, baik di masa maupun pasca pandemi Covid-19. Ekonomi APEC perlu terus meningkatkan konsolidasi dan semangat kebersamaan dalam menghadapi tantangan di masa transisi ini.

"Pemerintah Indonesia terus mengupayakan pemulihan ekonomi melalui berbagai perangkat kebijakan perdagangan yang terintegrasi dengan tetap memprioritaskan perlindungan kepada masyarakat,” pungkasnya.

https://money.kompas.com/read/2020/07/27/143423826/mendag-apec-prediksi-pertumbuhan-ekonomi-kawasan-kontraksi-37-persen

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.