Salin Artikel

Menaker: Rasio TKA dengan Tenaga Kerja Lokal 1 Banding 5

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah memastikan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di proyek kereta cepat Jakarta-Bandung masih lebih banyak dibandingkan tenaga kerja asing (TKA) yang dipekerjakan.

"Saya juga melihat rasio tenaga kerja asing dengan tenaga kerja Indonesia satu banding lima. Ada 2.000 sementara tenaga kerja kita ada 10.000. Totalnya ada 12.000," katanya di Jakarta, Senin (27/7/2020).

Kendati TKA China tersebut bekerja di lapangan, lanjut Ida, tetapi peralatan serta petunjuk dari teknologi yang digunakan menggunakan bahasa dari negara mereka. Wajar, menurut Menaker, bila TKA ini didatangkan.

Terlebih menurutnya, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini pertama kalinya dibangun di Indonesia.

"Ini kan semua peralatan dari China, manual booknya juga dari China, yang bisa membaca tentu mereka yang selama ini mengerjakan di China dan beberapa negara lain. Proyek ini tidak hanya di Indonesia, tetap di negara lain," katanya.

"Ini kan proyek baru yang pertama kali dikerjakan di Indonesia. Kereta cepat belum pernah dilakukan," sambungnya.

Ia berharap, proyek kereta cepat tersebut bisa rampung pada akhir tahun 2021 sesuai target pemerintah. Karena sebelumnya pernah tertunda pengerjaannya akibat pandemi virus corona (Covid-19).

"Mudah-mudahan proyek ini berjalan sesuai dengan harapan kita semua. Dikontrol betul oleh Pemerintah China maupun Pemerintah Indonesia. Dan tahun 2022 bisa dioperasikan," ujarnya.

Industri Klaster Baru Penularan Covid-19

Terkait industri menjadi klaster baru penularan virus corona, Menaker sebelumnya telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor M/7/AS.02.02/V/2020 tentang Rencana Keberlangsungan Usaha Dalam Menghadapi Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Dan Protokol Pencegahan Penularan Covid-19 Di Perusahaan.

"Menteri Ketenagakerjaan telah mengeluarkan SE tentang pelaksanaan protokol kesehatan di industri. Saya juga sudah melihat praktek atau pelaksanaan dari protokol kesehatan di beberapa industri," katanya.


Sekilas ia akui hanya segelintir perusahaan yang tak mematuhi protokol kesehatan. Namun, ia tak spesifik menyebut nama perusahaan tersebut.

"Kalau ada satu, dua memang kami dapatkan," katanya.

Meskipun demikian, ia berharap seluruh industri maupun perusahaan bisa menerapkan protokol kesehatan sesuai regulasi yang digulirkan oleh pemerintah.

"Tapi, saya berharap semua industri yang melakukan produksi kembali saya kira harus dipastikan protokol kesehatan dijalankan. Kita tidak ingin ada klaster baru," ujarnya.

https://money.kompas.com/read/2020/07/27/175500526/menaker--rasio-tka-dengan-tenaga-kerja-lokal-1-banding-5

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Membuat CV Lamaran Kerja yang Baik dan Menarik Agar Dipanggil HRD

Cara Membuat CV Lamaran Kerja yang Baik dan Menarik Agar Dipanggil HRD

Work Smart
5 Cara Cek Tarif Tol di Indonesia dengan Mudah dan Praktis

5 Cara Cek Tarif Tol di Indonesia dengan Mudah dan Praktis

Whats New
RHB Banking Group Berkomitmen Perkuat Bisnis di Indonesia Melalui Anak Usahanya

RHB Banking Group Berkomitmen Perkuat Bisnis di Indonesia Melalui Anak Usahanya

Whats New
Lowongan Kerja PT Dankos Farma untuk Lulusan S1, Fresh Graduate Boleh Daftar

Lowongan Kerja PT Dankos Farma untuk Lulusan S1, Fresh Graduate Boleh Daftar

Work Smart
Syarat, Alur, Link, dan Cara Daftar Pendataan Non-ASN 2022

Syarat, Alur, Link, dan Cara Daftar Pendataan Non-ASN 2022

Whats New
Petrokimia Gresik Klaim Sukses Buat Pendapatan Petani Edamame di Jember Meningkat Jutaan Rupiah

Petrokimia Gresik Klaim Sukses Buat Pendapatan Petani Edamame di Jember Meningkat Jutaan Rupiah

Rilis
Sri Mulyani Kasih Hadiah Uang Tunai 10 Provinsi yang Tekan Inflasi

Sri Mulyani Kasih Hadiah Uang Tunai 10 Provinsi yang Tekan Inflasi

Whats New
Gaji Tersendat, Guru PPPK dan Honorer di Bandar Lampung Mengadu ke Hotman Paris

Gaji Tersendat, Guru PPPK dan Honorer di Bandar Lampung Mengadu ke Hotman Paris

Whats New
Selamat dari Pailit, Garuda Mau Pakai Duit dari APBN untuk Rawat Pesawat

Selamat dari Pailit, Garuda Mau Pakai Duit dari APBN untuk Rawat Pesawat

Whats New
Resmikan Proyek QMB, Luhut: Kita Melihat Lahirnya Museum Industri Nikel yang Pertama Dalam Sejarah RI

Resmikan Proyek QMB, Luhut: Kita Melihat Lahirnya Museum Industri Nikel yang Pertama Dalam Sejarah RI

Whats New
Info Lengkap Pendataan Non ASN: Syarat, Dokumen, dan Tenggat Waktunya

Info Lengkap Pendataan Non ASN: Syarat, Dokumen, dan Tenggat Waktunya

Work Smart
Cerita Bos Garuda Turunkan Utang Miliaran Dollar AS, dari Pangkas Sewa Pesawat hingga Rute Terbang

Cerita Bos Garuda Turunkan Utang Miliaran Dollar AS, dari Pangkas Sewa Pesawat hingga Rute Terbang

Whats New
Pengamat: Perusahaan BUMN Harus Bisa Jadi Motor Tumbuhnya Ekonomi Syariah di Indonesia

Pengamat: Perusahaan BUMN Harus Bisa Jadi Motor Tumbuhnya Ekonomi Syariah di Indonesia

Whats New
Dalam Waktu Dekat, Nasabah Bank DKI Bisa Setor dan Tarik Tunai Tanpa Kartu di ATM BCA

Dalam Waktu Dekat, Nasabah Bank DKI Bisa Setor dan Tarik Tunai Tanpa Kartu di ATM BCA

Whats New
Sri Mulyani: Rp 203,4 Triliun Dana Pemda Mengendap di Bank Per Agustus 2022, Tertinggi dari Jatim

Sri Mulyani: Rp 203,4 Triliun Dana Pemda Mengendap di Bank Per Agustus 2022, Tertinggi dari Jatim

Whats New
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.