Salin Artikel

Simak Tips agar Bisnis Tetap Tumbuh di Tengah Pandemi

Padahal, menurut Brand Consultant & Ethnographer dari Etnomark Consulting Amalia E. Maulana mengatakan, konsumen bisa memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan bisnis.

"Kadang kala perusahaan berpikir konsumen itu lebih gaptek dari perusahaannya, padahal dari segi mindset, mereka (konsumen) itu memiliki mindset yang bisa membantu growth-nya perusahaan," ujarnya dalam diskusi virtual yang diselenggarakan oleh Innovesia, Sabtu (1/8/2020).

Amalia menyebutkan, pendekatan secara etnografi bisa membantu pertumbuhan perusahaan. Menurut dia, etnografi bukan hanya sekadar riset.

"Pendekatan secara etnografi itu bisa menjadi pendekatan yang kita pakai untuk melihat dari kacamata konsumen, bukan produsen. Sama halnya yang saya bilang tadi, konsumen itu memiliki mindset yang bisa membantu pertumbuhan bisnis perusahaan, apabila perusahaan Anda ingin bisnisnya berjalan dan mengalami growth cobalah lihat dari kacamata konsumen," jelasnya.

Selain itu sebut dia, dengan adanya etnografi, dengan cara yang tepat maka bisa menggaet lebih banyak consumer engagement.

Amalia pun membeberkan ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk meningkatkan consumer engagement. Tips atau langkah pertama yang bisa dilakukan adalah melakukan empati.

Ia menjelaskan adapun empati yang dimaksudkan adalah bagaimana sebuah perusahaan bisa menempatkan posisinya sebagai konsumen ketika ingin mengeluarkan produk. Dengan menerapkan dirinya terlebih dahulu sebagai konsumen, maka perusahaan tersebut tahu kekurangan atau kelebihan apa yang ada di produk yang ingin dikeluarkan tersebut.

"Misalnya kita mau mengeluarkan 1 produk, kita posisikan diri kita sebagai konsumen. Apakah produk ini cocok dengan yang kita butuhkan? Apakah produk ini memiliki daya tarik dan fungsi untuk digunakan? Kalau jawabannya iya maka keluarkan produk tersebut sesuai dengan yang diminta oleh konsumen," katanya.


Selain bisa mengeluarkan produk yang tepat sasaran dan diterima oleh banyak orang, ongkos untuk biaya produksi akan produk tersebut pun lebih murah sehingga tidak terjadi pemborosan anggaran.

"Coba dibandingkan ketika kita mengeluarkan produk begitu saja tanpa tahu apa yang dibutuhkan oleh pasar atau masyarakat pasti produk itu sia-sia karena tidak ada yang melirik dan mau enggak mau kita harus produksi ulang, otomatis biaya produksinya lebih mahal lagi kan," sambungnya.

Tips yang kedua yang bisa dilakukan oleh perusahaan adalah menurunkan tim Research and Development (R&D) secara langsung untuk terjun ke pasar, dengan begitu tim R&D akan lebih memiliki konsep atau informasi tambahan seputar kebutuhan yang dibutuhkan oleh masyarakat.

"Jadi enggak harus tim marketing saja yang turun ke lapangan tapi tim R&D juga perlu, biar mereka tahu keadaan di pasar seperti apa," jelas dia.

https://money.kompas.com/read/2020/08/01/194100726/simak-tips-agar-bisnis-tetap-tumbuh-di-tengah-pandemi

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IHSG Menguat Pada Penutupan Sesi I Perdagangan, Rupiah Melemah

IHSG Menguat Pada Penutupan Sesi I Perdagangan, Rupiah Melemah

Whats New
Bundamedik Catat Pendapatan Rp 1,7 Triliun pada 2021

Bundamedik Catat Pendapatan Rp 1,7 Triliun pada 2021

Rilis
OJK Terbitkan Peraturan Baru tentang Perlindungan Konsumen

OJK Terbitkan Peraturan Baru tentang Perlindungan Konsumen

Whats New
Quantitative Easing, Taper Tantrum dan Ekonomi Indonesia

Quantitative Easing, Taper Tantrum dan Ekonomi Indonesia

Whats New
Pembangunan Capai 98 Persen, Pasar Sibolga Nauli Ditargetkan Beroperasi Juni 2022

Pembangunan Capai 98 Persen, Pasar Sibolga Nauli Ditargetkan Beroperasi Juni 2022

Whats New
Serikat Pekerja Laporkan Dunkin' Donuts ke Menaker karena Tak Bayar THR dan Upah Pekerja yang Dirumahkan

Serikat Pekerja Laporkan Dunkin' Donuts ke Menaker karena Tak Bayar THR dan Upah Pekerja yang Dirumahkan

Whats New
BEI Sebut Tidak Ada Penundaan IPO di Tengah Kondisi Pasar yang Bergejolak

BEI Sebut Tidak Ada Penundaan IPO di Tengah Kondisi Pasar yang Bergejolak

Whats New
Daftar Lengkap Harga Minyak Goreng di Indomaret & Alfamart, 3 Minggu Usai Jokowi Larang Ekspor CPO

Daftar Lengkap Harga Minyak Goreng di Indomaret & Alfamart, 3 Minggu Usai Jokowi Larang Ekspor CPO

Spend Smart
Nasabah Belum Puas dengan BPA Bumiputera yang Terpilih

Nasabah Belum Puas dengan BPA Bumiputera yang Terpilih

Whats New
Cara Menghapus Akun Tokopedia di HP, Apakah Bisa Ditutup Permanen?

Cara Menghapus Akun Tokopedia di HP, Apakah Bisa Ditutup Permanen?

Spend Smart
Pinjaman Fintech Lending ke UMKM Capai Rp 13,2 Triliun

Pinjaman Fintech Lending ke UMKM Capai Rp 13,2 Triliun

Whats New
5 Tips Lolos TKD dan Core Values Rekrutmen Bersama BUMN 2022

5 Tips Lolos TKD dan Core Values Rekrutmen Bersama BUMN 2022

Whats New
Harga Emas Antam Turun Rp 3.000 Per Gram Hari Ini, Simak Rinciannya

Harga Emas Antam Turun Rp 3.000 Per Gram Hari Ini, Simak Rinciannya

Earn Smart
Syarat, Prosedur, dan Biaya Mutasi Mobil

Syarat, Prosedur, dan Biaya Mutasi Mobil

Spend Smart
Beroperasi 2024, Jalan Tol Serang-Panimbang Permudah Akses Wisata ke Tanjung Lesung

Beroperasi 2024, Jalan Tol Serang-Panimbang Permudah Akses Wisata ke Tanjung Lesung

Whats New
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.