Salin Artikel

Optimisme Para Pembantu Jokowi soal Perekonomian RI di Tengah Pandemi...

Artinya, Indonesia bakal terperosok pada jurang resesi lantaran pada kuartal II lalu pertumbuhan ekonomi telah mengalami kontraksi cukup dalam, yakni -5,32 persen.

Namun demikian, jajaran kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo masih optimistis dalam memandang kinerja perekonomian RI ke depan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri BUMN Erick Thohir misalnya, mereka memandang perekonomian RI masih lebih baik jika dibandingkan dengan beberapa negara lain di dunia, seperti Singapura dan India.

Adapun berikut rangkuman mengenai pendapat para menteri kabinet Presiden Joko Widodo terkait kinerja perekonomian RI:

1. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan pemerintah siap menghadapi resesi karena memiliki persiapan infrastruktur dan program yang kuat.

Dilansir dari Antara, Sabtu (15/8/2020), Luhut menjelaskan pertumbuhan ekonomi diharapkan bisa tumbuh nol persen atau positif 0,5 persen dan kemungkinan terburuk mencapai negatif 0,5 persen.

"Ya kalau resesi terjadi, ya bisa saja terjadi. Tapi kita siap hadapi itu semua karena infrastruktur yang kita buat, program yang kita buat, eksekusi yang kita buat, kita feel comfortable (masih nyaman)," katanya.

Luhut menjelaskan, istilah comfortable bukan merupakan opini pribadinya. Namun, hal itu muncul lantaran banyak institusi internasional, mulai dari IMF, Bank Dunia hingga berbagai lembaga pemeringkat kredit internasional.

Ia menuturkan secara rutin memberikan paparan mengenai kondisi ekonomi dan penanganan Covid-19 ke lembaga-lembaga tersebut. Hal itu dilakukan juga sebagai upaya mendapatkan masukan atas kebijakan-kebijakan yang dilakukan Indonesia dalam upaya memulihkan ekonomi di tengah pandemi.

"Mereka selalu katakan program kita itu program yang sangat komprehensif, maybe some extend the best among emerging market (di beberapa bagian yang terbaik diantara negara berkembang lainnya). Jadi, sebenarnya eksekusi kita ini yang paling penting. Program sudah begitu bagus disusun," kata dia.

2. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Airlangga membandingkan kinerja perekonomian Indonesia dengan beberapa negara lain. Menurut Airlangga, meski terkontraksi atau tumbuh negatif 5,32 persen pada kuartal II tahun ini, kinerja perekonomian Indonesia tidak seburuk negara lain.

"Dibandingkan dengan peer country, Malaysia baru saja mengumumkan, mereka turun sangat dalam 17,1 persen, Filipina -16,5 persen, kemudian Singapura -12 persen, Jerman -11 persen dan Prancis -19 persen," ujar Airlangga dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan 2021 secara virtual, Jumat (14/8/2020).

"Jadi di antara negara lain (meski minus 5,32 persen) kondisi Indonesia relatif tidak sedalam yang lain," sambungnya.

Airlangga pun mengatakan, tren kinerja perekonomian Indonesia saat ini sudah mulai menunjukkan arah positif.

Misalnya saja kinerja pasar saham yang mulai membaik, indeks kinerja faktur yang ditunjukkan melalui indeks manufaktur (PMI) juga bergerak ke arah positif, serta harga minyak yang kembali naik beberapa waktu belakangan.

"Harga tembaga, alumunium juga sudah naik, kemudian CPO juga membaik, ini sudah relatif baik," kata dia.

3. Menteri BUMN Erick Thohir

Setali tiga uang dengan Airlangga, Erick menilai kinerja perekonomian RI lebih baik jika dibandingkan dengan negara lain.

Menurut dia, hal itu terjadi didukung dengan keputusan Presiden Jokowi yang tidak melakukan kebijakan lockdown atau karantina total.

Menurut dia, jika berkaca kepada negara-negara lain yang telah menerapkan lockdown, kondisi perekonomiannya cenderung anjlok lebih dalam.

"Kita bandingkan pertumbuhan ekonomi kita dengan negara tetangga dulu. Kalau kita 5,32 persen minusnya. Tetapi kalau kita lihat tetangga sebelah itu seperti Singapura minus 13 persen, Filipina 16 persen, Malaysia 17 persen. Jadi menurut saya kita lebih baik daripada mereka," ujarnya dalam acara Milenial Fest Conference 2020, yang disiarkan secara virtual , Sabtu (15/8/2020).

Oleh sebab itu dia meminta agar semua kalangan termasuk milenial untuk optimistis dengan perekonomian Indonesia. Berdasarkan data IMF dan Bank Dunia sebut Erick, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 diproyeksikan 4,3 persen hingga 6,1 persen. Angka ini juga jauh lebih baik jika dibandingkan di negara lain.

"Jadi kita baik. Ini yang kita minta terutama bagi generasi muda harus bisa optimistis, karena berdasarkan datanya baik," ungkapnya.

Erick mengatakan, kondisi akibat pandemi Covid-19 harus bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia. Sebab menurut dia Indonesia memiliki faktor pendukung untuk berubah ke arah yang lebih baik.

"Kita punya jumlah penduduk yang banyak, punya SDM yang berlimpah. Tapi dalam arti sumber manusia harus kita perbaiki. Makanya kita dorong terus agar manusia-manusianya bisa di-upgrade khususnya seperti anak milenial sekarang yang bisa menjadi potensi kita," kata Erick.

4. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Hal yang sedikit berbeda tercermin dari sikap Sri Mulyani dalam memandang kondisi perekonomian ke depan.

Bendahara Negara itu menilai, Indonesia mesti waspada lantaran pada kuartal II yang lalu, kontraksi perekonomian lebih dalam dibandingkan dengan proyeksi pemerintah.

Pihaknya pun kembali merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2020. Sri Mulyani mengatakan, pertumbuhan ekonomi pada tahun ini diperkirakan berada di kisaran -1,1 persen hingga porsitif 0,2 persen. Angka tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya yang diperkirakan masih bisa tumbuh di kisaran -0,4 persen hingga 2,3 persen.

"Untuk Indonesia , pertumbuhan ekonomi tahun 2020 yang mengalami tekanan akibat Covid-19 kita melakukan revisi dari yang sebelumnya kita sampaikan pada Maret-April pada pembahasan DPR ," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan 2021 secara virtual , Jumat (14/8/2020).

"Tadinya pemerintah memperkiran tahun ini petumbuhan akan di kisaran -0,4 persen sampai 2,3 persen, perkiraan terakhir setelah realisasi kuartal II dan angka di Juli, tahun 2020 pertumbuhan ekonomi diperkirakan di -1,1 persen hingga 0,2 persen. Agak bergeser ke arag negatif atau mendekati 0," sambungnya.

Sri Mulyani mengatakan, revisi pertumbuhan ekonomi 2021 dilakukan lantaran tekanan terhadap perekonomian di kuartal II tahun ini cukup dalam. Pada kuartal II-2020, kinerjea perekonomian RI mengalami kontraksi alias minus 5,32 persen.

Jika kuartal III kembali minus, maka Indonesia akan bergabung dengan negara lain yang telah masuk ke jurang resesi.

"Melihat tekanan kuartal II yang sangat dalam, kuartal III harus diusahakan tidak hanya dari pemerintah, meski pemerintah pemegang peran besar dalam pemulihan ekonomi," ucapnya.

https://money.kompas.com/read/2020/08/16/141900526/optimisme-para-pembantu-jokowi-soal-perekonomian-ri-di-tengah-pandemi-

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Cara Isi Saldo PayPal Termudah dan Tercepat

4 Cara Isi Saldo PayPal Termudah dan Tercepat

Spend Smart
Bank Mandiri Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1 Semua Jurusan, Cek Syaratnya

Bank Mandiri Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1 Semua Jurusan, Cek Syaratnya

Work Smart
Menteri PUPR: Pemeliharaan Ciliwung Penting agar Jadi Barometer Sungai Bersih dan Indah di Perkotaan

Menteri PUPR: Pemeliharaan Ciliwung Penting agar Jadi Barometer Sungai Bersih dan Indah di Perkotaan

Whats New
Bendungan Pengendali Banjir Jakarta Siap Dioperasikan Bulan Ini

Bendungan Pengendali Banjir Jakarta Siap Dioperasikan Bulan Ini

Whats New
Biaya Kereta Cepat Bengkak Gara-gara China Salah Hitung di Proposal

Biaya Kereta Cepat Bengkak Gara-gara China Salah Hitung di Proposal

Whats New
Sri Mulyani: Sukuk Hijau Wujud Asas Manfaat Keuangan Islam

Sri Mulyani: Sukuk Hijau Wujud Asas Manfaat Keuangan Islam

Whats New
Benarkah di China Stasiun Kereta Cepatnya Jauh di Pinggiran Kota?

Benarkah di China Stasiun Kereta Cepatnya Jauh di Pinggiran Kota?

Whats New
Debat Sengit Said Didu Vs Arya Sinulingga soal Kereta Cepat

Debat Sengit Said Didu Vs Arya Sinulingga soal Kereta Cepat

Whats New
Libur Nataru, PUPR Pastikan Lintas Jawa Pantai Utara ke Selatan Bisa Dilalui

Libur Nataru, PUPR Pastikan Lintas Jawa Pantai Utara ke Selatan Bisa Dilalui

Whats New
Rekrutmen BUMN Gelombang II Masih DiBuka, Simak Syarat, Cara, hingga Tahap Pendaftarannya

Rekrutmen BUMN Gelombang II Masih DiBuka, Simak Syarat, Cara, hingga Tahap Pendaftarannya

Work Smart
Bertemu Pebisnis Qatar, Sandiaga Bahas Harga Tiket Pesawat hingga Investasi

Bertemu Pebisnis Qatar, Sandiaga Bahas Harga Tiket Pesawat hingga Investasi

Whats New
Lowongan Kerja Hyundai Motor Manufacturing, Simak Posisi dan Persyaratannya

Lowongan Kerja Hyundai Motor Manufacturing, Simak Posisi dan Persyaratannya

Work Smart
Penumpang Kereta Cepat 'Dioper' ke KA Diesel, Waktu Tempuh ke Bandung Jadi Lebih Lama

Penumpang Kereta Cepat "Dioper" ke KA Diesel, Waktu Tempuh ke Bandung Jadi Lebih Lama

Whats New
Ada Pemeliharaan Ruas Tol JORR Seksi E hingga 11 Desember, Simak Lokasi dan Jadwalnya

Ada Pemeliharaan Ruas Tol JORR Seksi E hingga 11 Desember, Simak Lokasi dan Jadwalnya

Whats New
Gelombang PHK Startup: Biaya Operasional, Dana Investor, hingga Pemenuhan Hak Karyawan

Gelombang PHK Startup: Biaya Operasional, Dana Investor, hingga Pemenuhan Hak Karyawan

Work Smart
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.