Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

BI Sudah Injeksi Rp 651,54 Triliun, Ini Rincian

Angka tersebut disalurkan melalui penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) sekitar Rp 155 triliun dan ekspansi moneter sekitar Rp 480,7 triliun.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menilai, jalur kuantitas ini lebih efektif untuk mendorong Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"BI terus melakukan kebijakan moneter yang longgar. Yang longgar tak hanya penurunan suku bunga yang sudah diturunkan hingga 4 persen, dalam kondisi ini jalur kuantitas lebih efektif menorong PEN," kata Perry dalam konferensi video, Rabu (19/8/2020).

Perry menjabarkan, injeksi likuiditas yang disalurkan Bank Indonesia tidak hanya melalui perbankan. Injeksi juga diberikan melalui mekanisme kerja sama dengan pemerintah dalam memperkuat kebijakan moneter dan fiskal.

Tercatat hingga 18 Agustus 2020, BI telah membeli SBN di pasar perdana sebesar Rp 42,96 triliun, termasuk dengan skema lelang utama, greenshoe option, dan private placement.

"Sementara itu, pembelian SBN oleh BI di pasar perdana melalui mekanisme pembelian langsung berjumlah Rp 82,1 triliun," papar Perry.

Lebih lanjut kata Perry, longgarnya kondisi likuiditas mendorong tingginya rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK), yakni 26,24 persen pada Juni 2020, dan rendahnya suku bunga PUAB, sekitar 3,64 persen pada Juli 2020.


Longgarnya likuiditas serta penurunan suku bunga kebijakan (BI-7DRR) berkontribusi menurunkan suku bunga perbankan dan imbal hasil SBN.

Rerata tertimbang suku bunga deposito dan kredit modal kerja pada Juli 2020 menurun dari 5,74 persen dan 9,48 persen pada Juni 2020 menjadi 5,63 persen dan 9,47 persen. Imbal hasil SBN 10 tahun turun 38 bps pada Juli 2020 dari level Juni 2020 sehingga tercatat 6,83 persen.

"Ke depan, ekspansi moneter Bank Indonesia yang sementara ini masih tertahan di perbankan diharapkan dapat lebih efektif mendorong pemulihan ekonomi nasional sejalan percepatan realisasi anggaran dan program restrukturisasi kredit perbankan," pungkas Perry.

https://money.kompas.com/read/2020/08/19/200900126/bi-sudah-injeksi-rp-651-54-triliun-ini-rincian-

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke