Salin Artikel

Berencana Beli Rumah Saat Pandemi? Coba Ikuti Aturan 30/30/3

Di sisi lain, kamu juga harus belajar dari kondisi krisis-krisis sebelumnya. Untuk mencegah stres karena ingin membeli rumah di masa krisis, ada aturannya.

Perencana Keuangan Sam Dogen menyebut aturan itu bernama 30/30/3. Aturan ini memiliki 3 bagian. Idealnya, bisa kamu ikuti tiga-tiganya. Namun jika tidak mampu, cukup satu saja.

Aturan Nomor 1: Belanjakan tidak lebih dari 30 persen

Industri menyarankanmu untuk membayar hipotek bulanan tidak lebih dari 30 persen dari pendapatan maupun gaji kotor.

Di masa krisis, banyak orang mungkin tergoda untuk membayar hipotek lebih dari 30 persen karena berbagai alasan, misalnya tetap memiliki pendapatan tetap namun tengah menahan pengeluaranmu.

Padahal sebetulnya, angka 30 persen itu berarti kamu sudah mengalokasikan uang lebih banyak untuk membeli rumah dibanding biasanya.

Bahaya sebenarnya bisa muncul ketika kamu melanggar aturan 30 persen untuk membeli rumah yang bahkan lebih mahal. Jadi, jangan tergoda untuk membelanjakan lebih dari 30 persen.

Aturan Nomor 2: Simpan 30 persen dari harga rumah dalam bentuk tunai

Sebelum memutuskan untuk membeli rumah, simpan setidaknya 30 persen dari harga rumah yang ingin kamu beli dalam bentuk tunai atau aset berisiko rendah.

Sebanyak 20 persen digunakan untuk uang muka (untuk mendapatkan tingkat hipotek terendah dan menghindari asuransi hipotek pribadi) dan 10 persen sisanya sebagai uang muka yang sehat.

Angka 30 persen ini mungkin terdengar banyak, terutama karena ada banyak program yang menawarkan kamu untuk membayar uang muka lebih kecil. Namun selama masa krisis dengan ketidakpastian tinggi, lebih baik memiliki bantalan finansial yang lebih besar.

Jika kamu berencana membeli rumah dalam 6 bulan ke depan, misalnya, simpan setidaknya 20 persen uang muka secara tunai. Cari aset-aset yang berisiko rendah.

"Tidaklah bijaksana untuk menginvestasikan uang muka Anda pada saham dan aset berisiko lainnya, jika Anda ingin membeli rumah dalam waktu singkat," kata Sam Dogen mengutip CNBC, Jumat (11/9/2020).

Aturan Nomor 3: Harga rumah tidak boleh lebih dari 3X pendapatan kotor tahunan

Cobalah untuk tidak membeli rumah dengan harga fantastis, yang lebih dari 3 kali pendapatan kotor tahunan. Cara ini bisa digunakan untuk menyaring rumah dengan kisaran harga yang terjangkau.

Harga rumah yang terjangkau juga bisa membantumu mempertimbangkan persentase uang muka yang bakal diberikan.

Ingatlah, membeli rumah dengan harga lebih dari 3 kali lipat pendapatan kotor bukan hanya memperbanyak utang, tapi juga membuat pajak properti dan biaya pemeliharaan lebih tinggi.

Pertimbangkan 5 hal jika ingin melanggar

Jika kamu ingin melanggar aturan 30/30/3, coba pertimbangkan beberapa hal ini.

- Sewakan kamar atau sebagian rumahmu.

- Mulai bisnis sampingan untuk mengurangi biaya kantor rumah atau pengeluaran lain seperti internet.

- Dapatkan kenaikan gaji atau pekerjaan baru dengan gaji lebih tinggi.

- Bangun aliran pendapatan pasif baru untuk membayar biaya KPR.

https://money.kompas.com/read/2020/09/11/134435326/berencana-beli-rumah-saat-pandemi-coba-ikuti-aturan-30-30-3

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapal KM Bandar Lestari Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa, Ini Penjelasan Kemenhub

Kapal KM Bandar Lestari Terbakar di Pelabuhan Sunda Kelapa, Ini Penjelasan Kemenhub

Whats New
Anak Usaha Krakatau Steel Ingin Perluas Usaha ke Kawasan Industri Medan

Anak Usaha Krakatau Steel Ingin Perluas Usaha ke Kawasan Industri Medan

Rilis
Bertemu dengan Dubes Hungaria, Sandiaga Uno Bahas Peluang Kerja Sama Sektor Perfilman

Bertemu dengan Dubes Hungaria, Sandiaga Uno Bahas Peluang Kerja Sama Sektor Perfilman

Rilis
Maman Suherman dan 'Mice' Ceritakan Kebahagiaan saat Kolaborasi 'Bahagia Bersama' di Kompasianival 2021

Maman Suherman dan "Mice" Ceritakan Kebahagiaan saat Kolaborasi "Bahagia Bersama" di Kompasianival 2021

Rilis
Perkuat Aksi Iklim, RI dan Korea Selatan Perluas Kerja Sama

Perkuat Aksi Iklim, RI dan Korea Selatan Perluas Kerja Sama

Rilis
Mengapa Negara Singapura Lebih Berfokus pada Perdagangan dan Industri?

Mengapa Negara Singapura Lebih Berfokus pada Perdagangan dan Industri?

Whats New
Dampak Negatif Perdagangan Internasional dan Langkah Mengatasinya

Dampak Negatif Perdagangan Internasional dan Langkah Mengatasinya

Whats New
Bagaimana Aturan dan Cara Menghitung Gaji Part Time?

Bagaimana Aturan dan Cara Menghitung Gaji Part Time?

Work Smart
Kemenaker Sebut Sistem Pengupahan yang Baik Bisa Dongkrak Produktivitas Dunia Usaha

Kemenaker Sebut Sistem Pengupahan yang Baik Bisa Dongkrak Produktivitas Dunia Usaha

Rilis
Account Executive: Definisi, Jenjang Karier, dan Gaji

Account Executive: Definisi, Jenjang Karier, dan Gaji

Work Smart
Lifehack: Cerdas Finansial di Tengah Situasi Tak Pasti, bersama Financial Educator Lifepal Aulia Akbar

Lifehack: Cerdas Finansial di Tengah Situasi Tak Pasti, bersama Financial Educator Lifepal Aulia Akbar

Rilis
 ITDRI Festival 2021 Jadi Wadah Digital Talent Telkom Pamerkan Karya dan Berkolaborasi

ITDRI Festival 2021 Jadi Wadah Digital Talent Telkom Pamerkan Karya dan Berkolaborasi

Whats New
Mengenal OJK, Sejarah Berdiri, Tugas, Fungsi, dan Wewenangnya

Mengenal OJK, Sejarah Berdiri, Tugas, Fungsi, dan Wewenangnya

Whats New
Lewat KTT G20, Luhut Ingin Tunjukkan Kemajuan Pembangunan di Indonesia

Lewat KTT G20, Luhut Ingin Tunjukkan Kemajuan Pembangunan di Indonesia

Rilis
Erick Thohir: Banyak Perusahaan Kontrol Bibit Sawit Unggul, PTPN Buka Lebar untuk Petani

Erick Thohir: Banyak Perusahaan Kontrol Bibit Sawit Unggul, PTPN Buka Lebar untuk Petani

Whats New
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.