Salin Artikel

Usul Erick Thohir Soal Skema Penyuntikan Vaksin Corona ke Warga

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Erick Thohir, akan mengusulkan kepada pemerintah dan DPR dua tipe program vaksinasi virus corona atau Covid-19.

Dilansir dari Antara, Sabtu (12/9/2020), Erick mengatakan bahwa usulan program vaksinasi tersebut terdiri dari program vaksin bantuan pemerintah dan program vaksin mandiri yang dibiayai sendiri oleh masyarakat.

"Kami mengusulkan kepada pemerintah dan DPR RI bahwa terdapat dua tipe program vaksinasi yakni vaksin bantuan pemerintah untuk program vaksinasi massal di bawah TNI-Polri bekerjasama dengan Kemendiknas," kata Erick.

"Bahkan kemarin juga dengan Kementerian Kesehatan dan PMI semua kita libatkan," ujar lagi.

Mantan Presiden Inter Milan tersebut berujar, khusus dengan Kemendiknas turut dilibatkan karena ada 40 ribu calon perawat dan 12 ribu calon dokter yang bisa diharapkan turun bersama membantu vaksinasi ini.

Di luar data tersebut, ada sekitar 1,5 juta dokter, perawat dan bidan yang siap membantu imunisasi massal ini.

Pendanaan vaksin bantuan pemerintah berasal dari APBN, dengan menggunakan data BPJS Kesehatan sesuai angka Penerima Bantuan Iuran (PBI) di mana terdapat 93 juta masyarakat yang membutuhkan.

"Kita juga sangat mengharapkan masyarakat yang memiliki uang bisa membantu keuangan negara dengan melakukan vaksinasi mandiri alias tidak gratis," kata Erick Thohir.

Hal ini mengingat banyak sekali subsidi-subsidi seperti listrik, pupuk yang ternyata banyak dimanfaatkan oleh individu yang tidak membutuhkan.

Komite PCPEN dalam pertemuan dengan Kadin dan sejumlah asosiasi mengimbau mereka melakukan vaksinasi mandiri untuk membantu pemerintah.

Erick bersyukur mereka memiliki komitmen menjadi bagian dari vaksinasi mandiri bahkan bagi para pegawainya pun akan dibiayai sendiri melalui vaksinasi mandiri.

"Ini juga bagus untuk mengurangi beban pemerintah karena kita ketahui bahwa pemasukan negara akibat pandemi Covid-19 mengalami penurunan," kata Erick Thohir.

Harga vaksin corona

Sebelumnya, Erick mengatakan Bio Farma yang mendapatkan bulk vaksin dari Sinovac China akan mampu memproduksi vaksin virus corona atau Covid-19 sebanyak 250 juta dosis per tahun di akhir 2020. Targetnya, pelaksanaan vaksin massal bisa dilakukan pada akhir tahun 2020.

"Tapi bukan berarti yang bayar didahulukan dari yang gratis, bukan. Nanti ada sinkronisasi jadwal data, jadi bukan juga diputarbalikkan seakan-akan pemerintah cari uang, tapi pemerintah punya gratis," ucap Erick.

Jika pada akhir 2020 ini vaksin itu bisa diproduksi, maka Bio Farma harus membeli bahan bakunya ke Sinovac seharga 8 dollar AS atau Rp 117.135 (kurs Rp 14.641) per dosisnya.

“Memang harga yang sudah dikerjasamakan dengan Sinovac itu untuk 2020 harganya per dosis bahan bakunya 8 dollar AS, tapi di 2021 harganya 6-7 dollar AS, jadi ada penurunan. Ini bahan baku,” kata Erick.

Sementara jika vaksin asal Sinovac tersebut sudah siap dipakai untuk imunisasi massal di Indonesia, kalkulasi harga perkiraan dari Bio Farma yakni Rp 25-30 dollar AS atau kisaran Rp 366.000 sampai Rp 439.000 (harga vaksin Covid-19).

https://money.kompas.com/read/2020/09/12/094353826/usul-erick-thohir-soal-skema-penyuntikan-vaksin-corona-ke-warga

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.