Salin Artikel

Gobang, Terbang Semudah Gojek...

Di tengah pandemi virus covid-19, terlihat sekali kekacauan dalam pengelolaan bisnis penerbangan di seluruh dunia sebagai akibat banyak hal terutama sekali menyangkut protokol kesehatan yang wajib dilakukan.

Protokol kesehatan yang penekanannya terfokus kepada pakai masker, jaga jarak dan sering cuci tangan sejatinya sangat berlawanan dengan tata kelola dalam melaksanakan operasi penerbangan pada persepektif bisnis.

Ketakutan para pengguna jasa penerbangan terhadap kemungkinan tertular covid-19 telah membuat maskapai penerbangan kehilangan sebagian besar pelanggannya.

Sementara itu prosedur health protocol sebagai prosedur tambahan bagi para calon penumpang pesawat terbang, telah menambah lagi hilangnya gairah orang untuk menggunakan jasa angkutan transportasi udara.

Membuang waktu yang berjam-jam di bandara keberangkatan benar-benar membuat sistem angkutan udara menjadi tidak disukai banyak orang, apalagi untuk bepergian dengan waktu penerbangan yang hanya 2 atau 3 jam saja.

Hal ini diperparah lagi dengan peluang melakukan pemerasan dan pelecehan seksual pada pelaksanaan tambahan prosedur health protocol yang dilaksanakan sebelum terbang.

Posisi dari orang yang akan bepergian menggunakan angkutan transportasi udara sekarang ini adalah pada mereka yang benar-benar urgen untuk melakukan perjalanan. Di sinilah letak kerawanannya, sehingga seseorang akan mudah sekali menjadi korban pemerasan dan juga pelecehan, mengingat urgensi kepentingannya untuk dapat berangkat ke tujuan.

Hal itu pula yang menjadi tantangan. Bahwa pemberlakuan prosedur tambahan berkenaan dengan protokol kesehatan di Bandara, seharusnya dapat dicarikan jalan atau cara yang agak lebih cerdas untuk tidak menambah keterpurukan bisnis penerbangan yang sudah babak belur.

Paralel dengan itu, ketentuan hanya 70 persen kapasitas yang diperbolehkan naik pesawat juga perlu ditinjau ulang. Pertanyaannya adalah dari mana angka 70 persen itu diperoleh, sementara teknologi HEPA Filter di kabin pesawat terbang seharusnya dapat menjadi pertimbangan untuk menentukan regulasi yang diberlakukan.

Dalam hal ini, kiranya para ahli kesehatan spesialis virus perlu melakukan pembicaraan serius dengan para ahli penerbangan untuk dapat melahirkan ketentuan prosedur tambahan yang tidak menambah parah nasib nya bisnis penerbangan nasional. Banyak sekali produk teknologi mutakhir yang dapat digunakan untuk diterapkan dalam mencari solusi cerdas bagi persoalan dilematik ini.

Dunia penerbangan adalah merupakan penjuru dari kemajuan teknologi yang sudah sepantasnya dapat diselenggarakan dan dikelola sedemikian rupa sehingga menjadi praktis.

Bayangkan, moda transportasi udara telah membuktikan dirinya sebagai moda transportasi yang paling aman, paling cepat, paling nyaman dan seharusnya juga menjadi sebuah moda angkutan transportasi yang paling praktis.

Adalah sangat tidak masuk akal , bila orang akan berpergian dari Jakarta ke Bali yang hanya akan memerlukan waktu terbang sekitar satu setengah jam saja, kemudian harus datang ke Bandara 3 jam sebelum waktu keberangkatan. Tiga jam di bandara sekedar memenuhi syarat protokol kesehatan belaka.

Sekali lagi moda angkutan udara adalah produk unggulan dari sebuah pencapaian kemajuan teknologi di permukaan bumi ini. Logikanya, menggunakan transportasi udara adalah sebuah cara yang paling praktis dan paling mudah dibanding dengan moda transportasi lainnya.

Walaupun ditengah hiruk pikuk melandanya pandemi corona virus covid-19, yang memunculkan beberapa prosedur tambahan memenuhi protokol kesehatan untuk bepergian sudah sepantasnya moda transportasi udara tetap berada dalam format dan performa yang paling praktis.

Pertanyaanya adalah, bagaimana caranya?

Sebuah pertanyaan yang sebenarnya sangat tidak memerlukan jawaban, terutama bagi orang-orang cerdas. Apabila sekarang ini orang sudah dapat bepergian melakukan perjalanan dengan jasa angkutan motor dan mobil, dengan cukup menggunakan HP saja dalam genggaman, lalu mengapa tidak demikian halnya dengan melakukan hal yang sama pada pesawat terbang?

Ini adalah sebuah fenomena yang terbalik dari moda angkutan berteknologi tinggi yang harus berhadapan dengan prosedur tetek bengek yang sangat manual.

Ketika orang bisa naik angkutan sepeda motor yang sederhana dengan hanya menggunakan aplikasi “gojek” dalam hp di genggaman tangan dengan cara yang “otomatis”. Sementara pesawat terbang yang dilengkapi dengan alat kemudi otomatis, akan tetapi untuk naik pesawat harus melalui prosedur yang “sangat manual”.

Sudah waktunya, sekarang ini kita semua keluar dari kemelut ribetnya bepergian dengan menggunakan pesawat terbang, terutama ditengah pandemi corona virus covid-19.

Sudah waktunya kini kita harus bisa menggunakan aplikasi “Gobang” untuk bepergian dengan pesawat terbang sebagaimana layaknya kemudahan bepergian dalam menggunakan angkutan motor yang menggunakan “Gojek”.

Syaratnya sederhana sekali , yaitu untuk hal ini pasti dibutuhkan orang-orang cerdas untuk mewujudkannya dan yang lebih penting adalah kemauan dari kita sendiri. Kemauan untuk mewujudkan aplikasi “Gobang” di HP Anda, sehingga bepergian menggunakan pesawat terbang akan semudah bepergian menggunakan Ojek.

Yang penting di Bandara para calon penumpang tidak akan lagi berjumpa dengan orang-orang yang hobinya memeras dan melecehkan seksual dalam lingkungan yang sangat “aji mumpung”.

Gojek – Go naik Ojek, Gobang – Go naik pesawat terbang. Selamat menikmati perjalanan!

https://money.kompas.com/read/2020/09/27/091100826/gobang-terbang-semudah-gojek-

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.400 Karyawan Undurkan Diri, Bank KB Bukopin: Dapat Pesangon, Asuransi, hingga Pelatihan

1.400 Karyawan Undurkan Diri, Bank KB Bukopin: Dapat Pesangon, Asuransi, hingga Pelatihan

Whats New
Syarat dan Cara Pengajuan Kartu Kredit BCA Terbaru

Syarat dan Cara Pengajuan Kartu Kredit BCA Terbaru

Spend Smart
Begini Kejelasan Nasib Honorer yang Tak Dipakai Lagi Mulai 2023

Begini Kejelasan Nasib Honorer yang Tak Dipakai Lagi Mulai 2023

Whats New
Apa Itu Virtual Account, Manfaat dan Cara Bayarnya dalam Transaksi Keuangan?

Apa Itu Virtual Account, Manfaat dan Cara Bayarnya dalam Transaksi Keuangan?

Spend Smart
Cara Top Up OVO lewat BNI Mobile, ATM, iBank Personal, dan Kartu Debit

Cara Top Up OVO lewat BNI Mobile, ATM, iBank Personal, dan Kartu Debit

Spend Smart
Tinjau Kesiapan Operasional Tol Trans Sumatera, Menteri PUPR Minta Jalan yang Rusak Tuntas April Tahun Ini

Tinjau Kesiapan Operasional Tol Trans Sumatera, Menteri PUPR Minta Jalan yang Rusak Tuntas April Tahun Ini

Whats New
Ingin Investasi Tanpa Riba? Sukuk Solusinya

Ingin Investasi Tanpa Riba? Sukuk Solusinya

Spend Smart
ASN Siap-siap Pindah ke IKN Nusantara, Jumlah yang Pindah hingga Rumah Dinasnya Masih Dibahas

ASN Siap-siap Pindah ke IKN Nusantara, Jumlah yang Pindah hingga Rumah Dinasnya Masih Dibahas

Whats New
Akhir Pekan Emas Antam Kembali Turun Rp 2.000, Ini Daftar Harganya

Akhir Pekan Emas Antam Kembali Turun Rp 2.000, Ini Daftar Harganya

Whats New
Cara Transfer ke Bank Lain Lewat BI Fast BSI dengan Biaya Rp 2.500

Cara Transfer ke Bank Lain Lewat BI Fast BSI dengan Biaya Rp 2.500

Spend Smart
Resolusi Awal Tahun, 10 Cara 'Financially Fit' dengan Atur Gaji Bulanan

Resolusi Awal Tahun, 10 Cara "Financially Fit" dengan Atur Gaji Bulanan

Work Smart
Jokowi Ralat Janjinya, Ongkos Ibu Kota Baru Kini Boleh Bebani APBN

Jokowi Ralat Janjinya, Ongkos Ibu Kota Baru Kini Boleh Bebani APBN

Whats New
7 Tanda Orang yang Jago Mengatur Uang, Kamu Termasuk?

7 Tanda Orang yang Jago Mengatur Uang, Kamu Termasuk?

Spend Smart
Produksi dan Penjualan Feronikel Antam Turun Tipis pada 2021

Produksi dan Penjualan Feronikel Antam Turun Tipis pada 2021

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.